Carne asada - tungos
Irisan tipis daging sapi yang hanya dibumbui garam dipanggang lalu disajikan di atas daun pisang bersama tungos hangat dari beras dan keju segar khas Meta.
Di Meta, carne asada - tungos memadukan daging sapi panggang yang sederhana dengan tungos, bungkusan kecil dari tepung beras dan dadih segar yang dibungkus daun lalu dikukus. Daging diiris tipis, diberi garam, kemudian dipanggang; daun pisang digunakan sebagai alas sajian dan tungos melengkapi hidangan. Versi rumahan ini mempertahankan bumbu yang sederhana dan cara penyajian tersebut, dengan takaran praktis untuk delapan porsi.
Tungos mengikuti gaya San Martín di Meta: tepung beras dan cuajada segar digunakan dalam jumlah yang sama, lalu dibungkus dan dikukus. Daun pembungkus tradisional disebut lengua de vaca. Nama itu bisa merujuk pada tumbuhan yang berbeda, jadi jangan memetik daun yang belum dikenal hanya berdasarkan namanya. Resep ini memakai daun pisang bersih yang dijual untuk memasak; bahannya mudah ditemukan dan cocok untuk teknik kukus yang sama. Ganti cuajada dengan keju segar lembut yang dipasteurisasi atau queso fresco pasteurisasi.
Adonan beras hanya memerlukan air hangat secukupnya agar menyatu setelah didiamkan sebentar. Mulailah dengan takaran yang ditentukan, lalu tambahkan sedikit air cadangan hanya jika masih ada bagian tepung yang kering. Simpan adonan yang sudah dilembapkan dan keju di lemari es selama menyiapkan bungkusan. Iris daging tipis dan seragam melawan arah serat agar cepat matang; gunakan termometer dan waktu istirahat untuk memastikan keamanan, bukan hanya mengandalkan warna permukaan.


