Niwiskie pierogi dengan isian sauerkraut
Niwiskie pierogi dengan isian sauerkraut
Tips agar berhasil
- Tiriskan cairan kemasan sebelum menimbang sauerkraut. Berat 800 g adalah berat setelah cairan kemasan dibuang dan sebelum direbus.
- Setelah direbus, tiriskan lagi sampai benar-benar kering lalu cincang halus. Tumis isian sampai tidak ada cairan bebas.
- Ratakan isian di wadah dangkal dan masukkan ke kulkas bersuhu 4 °C atau lebih rendah dalam 2 jam. Dinginkan sepenuhnya sebelum digunakan.
- Gilas adonan hingga setebal 1,5–2 mm dan potong lingkaran berdiameter 7 cm. Tutup adonan dan lembaran yang belum digunakan agar tidak mengering.
- Jaga tepi lingkaran tetap bebas tepung dan jauhkan isian dari tepi. Keluarkan udara sebelum menutup, lalu buat lipatan kecil yang rapat.
- Rebus 8–10 pierogi setiap kelompok. Setelah mengapung, rebus lagi 2–3 menit dan periksa satu buah di bagian sambungannya.
Bahan
Untuk adonan
- 500 g tepung terigu, ditambah hingga 15 g untuk menaburi meja dan nampan
- 5 g garam halus
- 1 telur besar, sekitar 50 g tanpa cangkang
- 120 ml susu murni hangat
- 150 ml air suam-suam kuku, tambahkan bertahap
Untuk isian sauerkraut
- 800 g sauerkraut, tiriskan cairan kemasan sebelum ditimbang, lalu rebus, tiriskan lagi, dan cincang halus
- 180 g bawang bombai kuning, cincang halus
- 30 g mentega tawar
- 1 siung bawang putih kecil, sekitar 3 g, memarkan
- 3 g garam halus
- 1 g lada hitam bubuk
- 2 l air untuk merebus sauerkraut
Untuk air rebusan dan pelengkap
- 4 l air
- 10 g garam halus untuk air rebusan pierogi
- 80 g bawang bombai kuning, cincang halus
- 30 g mentega tawar
- Hingga 20 g mentega tawar tambahan, opsional, untuk menggoreng pierogi yang sudah direbus
Cara membuat
Cara membuat
-
Rebus dan cincang sauerkrautDidihkan 2 l air di dalam panci. Masukkan 800 g sauerkraut yang sudah ditiriskan dan rebus selama 15–20 menit sampai lunak. Tiriskan sampai benar-benar kering, dinginkan hingga cukup aman untuk dipegang, lalu cincang halus.
-
Uleni dan istirahatkan adonanCampur tepung dan 5 g garam di mangkuk besar. Kocok telur bersama susu hangat dan air suam-suam kuku di mangkuk lain. Tuangkan cairan sedikit demi sedikit ke dalam tepung sambil diaduk, lalu uleni dengan tangan selama 8–10 menit sampai adonan halus, lentur, dan terlepas dari tangan serta meja. Tutup dan istirahatkan selama 30 menit pada suhu ruang. Jika pembentukan tertunda, simpan adonan di kulkas.
-
Masak dan dinginkan isianLelehkan 30 g mentega di wajan lebar dengan api sedang. Masukkan 180 g bawang bombai dan tumis selama 6–8 menit sampai lunak dan sedikit keemasan. Tambahkan bawang putih yang sudah dimemarkan dan masak selama 30 detik. Masukkan sauerkraut cincang, lalu tumis sambil diaduk selama 4–6 menit sampai tidak ada cairan bebas. Bumbui dengan 3 g garam dan 1 g lada hitam. Ratakan isian di wadah dangkal dan dinginkan sepenuhnya; masukkan ke kulkas bersuhu 4 °C atau lebih rendah dalam 2 jam.
-
Gilas adonan dan potong lingkaranBagi adonan menjadi 4 bagian dan tutup bagian yang belum digunakan. Taburi meja dengan sedikit tepung, lalu gilas satu bagian hingga setebal 1,5–2 mm. Potong lingkaran berdiameter 7 cm. Satukan sisa potongan adonan dan gilas ulang hanya satu kali. Tutup lingkaran adonan dan jaga tepinya tetap bebas tepung.
-
Isi dan lipat pierogiLetakkan sekitar 15 g isian di tengah setiap lingkaran. Lipat menjadi setengah lingkaran, keluarkan udara yang terperangkap, pastikan isian tidak menyentuh tepi, lalu tekan rapat. Buat lipatan kecil sepanjang tepinya. Susun pierogi di atas nampan yang ditaburi sedikit tepung dan tutup saat membentuk sisanya; buat sekitar 60 buah.
-
Rebus pierogi dalam beberapa kelompokDidihkan 4 l air bersama 10 g garam di panci besar. Masukkan 8–10 pierogi setiap kali tanpa memenuhi panci, lalu aduk perlahan sekali agar tidak menempel di dasar. Setelah mengapung, rebus lagi selama 2–3 menit. Angkat satu buah dan periksa bagian sambungannya: adonan harus lunak tanpa bagian mentah yang terasa bertepung. Angkat dengan sendok berlubang dan ulangi untuk kelompok berikutnya.
-
Tumis bawang dan sajikanLelehkan 30 g mentega di wajan lebar dengan api sedang-kecil. Masukkan 80 g bawang bombai dan tumis sambil diaduk selama 8–10 menit sampai lunak dan keemasan. Tuangkan bawang dan mentega di atas pierogi panas. Untuk pilihan penyajian yang digoreng, lelehkan hingga 20 g mentega tambahan dan goreng pierogi yang sudah direbus dalam beberapa kelompok sampai kedua sisinya keemasan. Mentega tambahan ini tidak dihitung dalam nilai gizi.
Kiat praktis
Penyajian, persiapan awal, dan penyimpanan
Sajikan pierogi selagi panas dengan bawang dan mentega. Menggorengnya dengan mentega tambahan bersifat opsional; pierogi juga dapat disajikan setelah direbus dengan taburan bawang.
Penyajian, persiapan awal, dan penyimpanan
Siapkan isian lebih awal bila perlu, ratakan di wadah dangkal agar cepat dingin, lalu simpan pada suhu 4 °C atau lebih rendah. Bekukan pierogi mentah dalam satu lapisan sampai keras, kemudian kemas rapat. Rebus langsung dari keadaan beku dalam kelompok kecil dan periksa satu buah pada bagian sambungan.
Penyajian, persiapan awal, dan penyimpanan
Pindahkan pierogi matang ke wadah dangkal bertutup dan masukkan ke kulkas dalam 2 jam, atau dalam 1 jam jika suhu sekitar di atas 32,2 °C. Simpan pada suhu 4 °C atau lebih rendah dan konsumsi dalam 3–4 hari. Untuk memanaskan kembali, tutup dan panaskan di wajan dengan sedikit air atau di microwave sampai bagian tengah mencapai 73,9 °C.
Informasi gizi per porsi
- Energi405 kcal
- Karbohidrat73 g
- Protein11 g
- Lemak7 g
- Serat7 g
- Natrium1.200 mg
- Alergengandum (gluten), telur, dan susu
Perkiraan untuk 10 pierogi kecil, yaitu seperenam resep: Nilai ini merupakan perkiraan berdasarkan bahan. Kandungan natrium berbeda menurut jenis sauerkraut dan jumlah garam yang terserap selama perebusan. Mentega tambahan untuk menggoreng tidak termasuk.
Pertanyaan umum
Bisakah pierogi disiapkan lebih awal?
Bisa. Dinginkan isian lalu simpan di kulkas pada suhu 4 °C atau lebih rendah. Pierogi mentah yang sudah dibentuk juga dapat dibekukan dalam satu lapisan, lalu dipindahkan ke wadah kedap udara setelah mengeras.
Mengapa tepi adonan harus bebas tepung?
Tepung menghalangi adonan untuk saling menempel. Tepi yang bersih, isian yang tidak menyentuh pinggir, dan udara yang dikeluarkan sebelum ditutup membantu mencegah pierogi terbuka saat direbus.


