Hidangan nasional Peru

Arroz con pato

Paha bebek ditumis lalu dibrais dalam saus ketumbar dan chicha de jora; nasi dimasak dengan cairan hijau yang ditakar.

Hidangan nasional Peru
Bagikan
Arroz con pato — nasi hijau dan bebek Peru utara
Arroz con pato — nasi hijau dan bebek Peru utara
Hasil 4 piring
Persiapan 30 menit
Memasak 90 menit
Waktu tambahan 10 menit
Total waktu 130 menit
Gambaran umum

Arroz con pato — nasi hijau dan bebek Peru utara

Arroz con pato dari Peru utara menyandingkan paha bebek yang dimasak perlahan dengan nasi hijau beraroma ketumbar. Hidangan ini dikenal dalam tradisi kuliner Lambayeque dan pesisir utara, dengan ragam bumbu menurut persiapan setempat. Cairan bumbu hijau meresap ke beras sehingga warna dan rasanya terbentuk selama memasak, bukan ditambahkan sesudah nasi matang.

Bebek dipanggang singkat di panci untuk mengeluarkan sebagian lemak dari kulit, lalu direbus bersama ají amarillo, labu loche, ketumbar dan chicha de jora. Minuman jagung fermentasi ini mungkin mengandung alkohol; memasaknya tidak boleh dianggap menghilangkan seluruh kandungan alkohol.

Bagian yang sangat menentukan ialah menakar ulang cairan setelah bebek dibrais. Lemak dan air yang keluar dari bebek membuat jumlah cairan tidak selalu sama. Gunakan tepat 700 ml cairan hijau untuk beras, bukan menebak kedalaman kuah, lalu masak dengan tutup rapat tanpa diaduk agar bulir nasi tidak berubah menjadi bubur.

Bahan-bahan

Bahan-bahan

Bahan-bahan

  • 4 paha bebek bertulang, masing-masing sekitar 280 g, disimpan dingin
  • 320 g beras putih bulir panjang mentah, dicuci dan ditiriskan
  • 140 g daun ketumbar segar, dicuci
  • 130 g bawang bombai merah, cincang halus
  • 15 g bawang putih, cincang halus
  • 40 g pasta ají amarillo
  • 100 g labu zapallo loche, diparut halus
  • 110 g kacang polong segar atau beku
  • 80 g paprika merah manis, potong pita tipis
  • 200 ml chicha de jora, minuman fermentasi layak konsumsi
  • 850 ml kaldu unggas tanpa garam
  • 150 ml air panas, hanya jika diperlukan untuk menambah cairan nasi hijau
  • 35 ml minyak sayur bercita rasa netral
  • 6 g garam halus
  • 2 g jintan bubuk
  • 1 g lada hitam
Cara membuat

Cara membuat

Cara membuat

  1. Tumis paha bebek.Tepuk empat paha bebek hingga kering. Panaskan 35 ml minyak di panci besar berdasar tebal di atas api sedang-besar, bumbui bebek dengan 6 g garam, jintan serta lada, dan tumis sisi kulit selama 6 menit lalu sisi lainnya 4 menit; angkat. Sebagian lemak kulit keluar, terbentuk bercak cokelat, tetapi bagian dalam daging masih mentah.

  2. Lunakkan bawang dan cabai.Dalam panci yang sama dengan api sedang, masak 130 g bawang selama 5 menit, tambahkan 15 g bawang putih selama 2 menit, lalu masukkan 40 g ají amarillo dan 100 g loche parut selama 5 menit lagi. Labu menyatu dengan bawang dan pasta cabai menjadi harum.

  3. Blender ketumbar dan rebus bebek.Blender seluruh 140 g daun ketumbar dengan 250 ml dari kaldu yang ditakar. Tuang hasilnya, sisa 600 ml kaldu dan 200 ml chicha ke panci, masukkan kembali paha bebek, tutup dan didihkan perlahan selama 42 menit. Daging mulai mudah bergeser dekat sendi namun masih utuh, dan bagian paling tebal mencapai 74 °C jauh dari tulang.

  4. Pisahkan bebek dan takar kuah nasi.Pindahkan bebek ke wadah tertutup. Ukur 700 ml cairan hijau dari hasil merebus bebek dan sisihkan kuah berlebih di luar panci. Hanya bila kurang, tambahkan hingga 150 ml air panas yang tercantum sampai volumenya menjadi tepat 700 ml. Didihkan perlahan 700 ml cairan tersebut dalam panci; kuah hijau bergelembung kecil dan siap untuk beras.

  5. Masak nasi beserta sayuran.Tambahkan 320 g beras, 110 g kacang polong dan 80 g paprika ke cairan yang telah ditakar. Tutup rapat dan masak pada api paling kecil selama 20 menit tanpa diaduk. Hampir seluruh cairan terserap dan butiran nasi empuk tanpa inti keras.

  6. Panaskan kembali bebek dan diamkan.Letakkan kembali paha bebek di atas nasi, tutup dan panaskan dengan api kecil selama 3 menit. Matikan api, diamkan tertutup selama 10 menit, lalu sajikan. Bebek panas beruap dan nasi dapat diuraikan tanpa menjadi lembek.

Kiat praktis

Kiat praktis

Penyajian, penyimpanan, dan penggantian

Takaran 700 ml cairan untuk nasi perlu dibuat setelah bebek selesai dimasak, karena hasil rebusan memiliki kadar air dan lemak berbeda-beda. Ambil hanya jumlah yang diperlukan; kuah berlebih disisihkan, bukan dituangkan seluruhnya ke beras. Chicha de jora memberi rasa asam khas fermentasi jagung dan dapat mengandung alkohol. Jika tidak tersedia, jangan diam-diam menggantinya dengan bahan lain lalu memakai nama hidangan dengan klaim rasa yang sama. Pemanasan tidak menjamin seluruh alkohol hilang. Bagi sisa makanan ke wadah dangkal dan masukkan ke lemari es pada 4 °C atau lebih rendah dalam dua jam. Dinginkan nasi secepat mungkin, idealnya dalam satu jam, dan gunakan dalam 24 jam. Panaskan kembali hanya sekali hingga 74 °C; menyimpan paha bebek terpisah dapat memudahkan pemerataan panas.

Hal yang perlu diperhatikan

Hal yang perlu diperhatikan

  • Bebek empuk tetapi nasi lengket seperti pastaTerlalu banyak cairan atau nasi diaduk. Pastikan cairan setelah perebusan hanya 700 ml dan jangan mengaduk beras ketika tertutup.
  • Rasa nasi terlalu encerKetumbar kurang halus atau cairan perebusan terlalu banyak. Masak bumbu dasar dengan tuntas lalu gunakan volume cairan nasi yang tepat.
Informasi gizi per porsi

Informasi gizi per porsi

  • Ukuran porsi1 dari 4 piring (satu paha bebek dan nasi hijau)
  • Kalori830 kkal
  • Karbohidrat73 g
  • Protein39 g
  • Lemak43 g
  • Serat5 g
  • Natrium770 mg
Alergen dan keamanan pangan

Alergen dan keamanan pangan

Tidak ada alergen utama yang melekat pada bahan utama, tetapi chicha de jora mungkin mengandung alkohol atau tambahan khusus dari produsennya. Bebek termasuk unggas: suhu bagian paling tebal harus mencapai 74 °C tanpa menyentuh tulang. Dinginkan nasi matang dengan cepat, simpan di lemari es, lalu panaskan hanya sekali sampai 74 °C.

Penutup

Penutup

Paha bebek yang empuk disajikan di atas nasi hijau dengan bulir terpisah dan aroma ketumbar. Masak bebek lebih dahulu lalu ukur cairan hijau sebelum menambahkan beras mentah.