Hidangan nasional Kolombia

Pisillo de pescado llanero: ikan asin suwir dengan hogao

Buat pisillo gaya Llanos dengan ikan asin kering, hogao tomat-bawang, dan cilantro cimarrón.

Hidangan nasional Kolombia
Bagikan
Meja kayu di tepi sungai Llanos dengan pisillo, nasi, pisang tanduk matang, dan singkong rebus.
Wilayah Llanos Orientales, Kolombia; contoh regional dari Meta
Kategori ikan asin suwir yang ditumis dengan hogao
Persiapan 30 menit kerja aktif
Memasak 30 menit
Waktu pasif perendaman di kulkas selama 8–12 jam
Gambaran umum

Pisillo de pescado llanero: ikan asin suwir dengan hogao

Adaptasi rumahan dengan perendaman dingin dan hogao tomat-bawang

Pisillo, yang juga disebut picillo dalam beberapa resep Kolombia, merupakan bagian dari tradisi makanan Llanos Orientales. Catatan regional menggambarkan ikan asin atau ikan kering yang direbus, disuwir, lalu ditumis dengan criollo guiso atau hogao. Publikasi pariwisata Meta mengaitkan pisillo ikan kering dengan Pekan Suci dan menyebut beberapa ikan sungai. Versi Llanero lain memakai lele asin, daun bawang, tomat, bawang putih, cilantro cimarrón, achiote, dan jintan. Hidangan ini dapat disajikan dengan nasi, pisang tanduk matang, singkong, atau arepa.

Sumber berbeda dalam pilihan ikan, bumbu, dan cara memasak; resep ini adalah adaptasi praktis untuk 4 porsi, bukan satu formula Llanos yang tunggal. Gunakan ikan asin kering komersial yang jelas ditujukan untuk konsumsi manusia. Jangan mengasinkan atau mengeringkan ikan mentah sendiri untuk resep ini. Rendam ikan di lemari es dan buang air rendamannya.

Bahan

Bahan

Untuk mengurangi kadar garam

  • 600 g ikan putih asin kering tanpa tulang, produk komersial yang ditandai untuk konsumsi manusia
  • 2 L air dingin untuk merendam; buang setelahnya

Untuk merebus ikan

  • 1.5 L air bersih untuk memasak; buang setelah digunakan

Hogao dan penyelesaian

  • 30 ml minyak netral
  • 120 g daun bawang, iris tipis
  • 120 g bawang bombai putih, potong dadu kecil
  • 150 g tomat matang, potong dadu kecil
  • 80 g paprika merah manis, potong dadu kecil
  • 10 g bawang putih, cincang
  • 1 g jintan bubuk
  • 1 g achiote atau annatto bubuk
  • 1 g lada hitam bubuk (opsional)
  • 10 g cilantro cimarrón segar (culantro), cincang halus; gunakan daun ketumbar jika tidak tersedia
  • 0–2 g garam halus, hanya jika perlu setelah dicicipi

Untuk penyajian (opsional)

  • Nasi matang, pisang tanduk matang, singkong rebus, atau arepa
Cara membuat

Cara membuat

Cara membuat

  1. Rendam ikan di lemari es Periksa petunjuk kemasan terlebih dahulu. Masukkan ikan ke wadah makanan bertutup, tuangkan 2 L air dingin, lalu simpan pada suhu 4°C atau lebih rendah selama 8–12 jam; ganti air dua kali. Jika kemasan memberi waktu aman berbeda, ikuti petunjuknya. Buang seluruh air rendaman.

  2. Rebus hingga empuk Tiriskan dan bilas ikan sebentar. Masukkan ke panci dengan 1.5 L air bersih, didihkan perlahan sekitar 15 menit sampai dagingnya mudah terpisah. Tiriskan, buang air rebusan, dan dinginkan secukupnya agar dapat dipegang.

  3. Suwir dan periksa duri Gunakan dua garpu untuk memisahkan ikan menjadi serat kecil. Raba dengan hati-hati dan buang semua duri. Jika hogao belum siap, tutup ikan dan simpan kembali di lemari es, jangan dibiarkan pada suhu ruang.

  4. Lunakkan bawang dan paprika Panaskan minyak dalam wajan besar dengan api sedang-rendah. Masukkan daun bawang, bawang bombai putih, dan paprika. Masak 5–7 menit sambil sering diaduk sampai lunak dan mengilap, tetapi tidak kecokelatan.

  5. Masak hogao tomat hingga kental Tambahkan tomat, bawang putih, jintan, achiote, dan lada bila digunakan. Masak 8–10 menit sambil sesekali diaduk sampai tomat hancur menjadi hogao kental yang dapat disendok. Kecilkan api jika bagian tepinya mulai gosong.

  6. Masukkan ikan dan selesaikan Tambahkan ikan suwir, cilantro cimarrón, dan 100 ml air bersih. Aduk perlahan agar serat terlapisi tanpa hancur menjadi pasta. Tutup dan didihkan perlahan selama 10 menit sampai panas mengepul dan lembap tetapi tidak berair. Cicipi sebelum menambah garam; ikan awetan mungkin masih asin.

  7. Sajikan dan simpan sisa dengan aman Sajikan hangat bersama nasi, pisang tanduk matang, singkong rebus, atau arepa. Dalam 2 jam, pindahkan sisa ke wadah dangkal bertutup dan dinginkan pada suhu 4°C atau lebih rendah. Habiskan dalam 1–2 hari dan panaskan ulang satu kali hingga 74°C merata.

Panduan praktis

Kiat praktis

Panduan praktis

Beli ikan yang sudah disiapkan untuk dimakan. Pilih ikan asin kering komersial dari penjual tepercaya dan berlabel untuk konsumsi manusia. Ikuti instruksi pada kemasan. Resep ini tidak menjelaskan cara mengasinkan, mengeringkan, atau mengawetkan ikan mentah di rumah. Jaga rendaman tetap dingin. Rendam ikan di lemari es, bukan di meja dapur. Gunakan air dingin dan wadah tertutup, serta pertahankan suhu 4°C atau lebih rendah. Buang air rendaman dan air rebusan. Kadar garam sisa berbeda tiap produk, jadi cicipi sebelum membumbui. Sesuaikan perendaman dengan produk. Ketebalan, metode pengasinan, dan kadar garam ikan kering berbeda-beda. Kemasan mungkin menganjurkan waktu rendam lebih singkat atau lebih lama. Ikuti petunjuk aman; jika tidak tersedia, tanyakan kepada pemasok. Waktu 8–12 jam adalah patokan rumahan, bukan aturan universal. Periksa duri lagi setelah direbus. Ikan sungai asin tertentu mungkin masih memiliki duri kecil. Suwir perlahan, raba seratnya, dan singkirkan duri sebelum dicampur ke hogao. Label “tanpa tulang” tidak selalu menjamin seluruh duri hilang. Kentalkan hogao sebelum memasukkan ikan. Tomat perlu menjadi dasar yang kental dan lembap, bukan mentah dan encer. Masukkan ikan setelah sayuran lunak agar bumbu meresap tanpa perlu ditumis lama. Pertahankan tekstur berserat. Aduk perlahan, jangan dilumatkan. Jika terlalu kering, tambahkan sesendok air panas; jika terlalu basah, masak sebentar tanpa tutup agar cairan menguap. Pilih pendamping dari kawasan. Materi pariwisata Meta menyebut nasi, pisang, dan singkong rebus; dapur Llanos lain menyajikan pisillo dengan arepa. Pilih satu atau dua pendamping tanpa menyebut satu kombinasi sebagai satu-satunya pilihan. Dinginkan sisa dengan cepat. Pindahkan ke wadah dangkal dan dinginkan pada suhu 4°C atau lebih rendah dalam 2 jam. Habiskan dalam 1–2 hari dan panaskan sekali hingga 74°C. Buang makanan yang dibiarkan pada suhu ruang lebih dari 2 jam.

Catatan akhir

Alergen: mengandung ikan. Periksa label ikan asin untuk alergen dan kemungkinan kontak silang. Keamanan pangan: rendam di lemari es pada suhu 4°C atau lebih rendah dan buang airnya; periksa duri, dinginkan sisa dalam 2 jam, dan panaskan sekali hingga 74°C.

Informasi gizi per porsi

Informasi gizi per porsi

  • Ukuran porsi: Seperempat ikan dan hogao yang sudah dimasak
  • Kalori: sekitar 330 kcal
  • Karbohidrat: 15 g
  • Protein: 34 g
  • Lemak: 14 g
  • Serat: 4 g
  • Natrium: sekitar 1.300 mg