Natilla Piurana dari Susu Kambing dan Chancaca
Natilla piurana merupakan manisan susu yang dimasak lama hingga mengental dan tidak sama dengan custard Eropa yang mengeras dengan telur. Rasa dasarnya berasal dari susu dan chancaca, yakni gula tebu tidak dimurnikan yang padat dan berwarna gelap. Dalam resep ini, susu kambing memberi karakter bahan yang dikaitkan dengan wilayah Piura.
Tepung beras ditambahkan dalam jumlah kecil untuk membantu mencapai konsistensi yang bisa disendok. Tepung harus terlebih dahulu dilarutkan dalam sebagian susu dingin; apabila ditaburkan langsung ke cairan panas, gumpalan mudah terbentuk. Kayu manis dan cengkih direbus bersama susu, kemudian diangkat sebelum natilla dibagi.
Panci berdasar tebal, api kecil dan pengadukan yang tidak putus-putus selama tahap akhir mencegah susu bergula hangus di dasar. Saat matang, campuran membentuk jejak singkat di dasar panci dan jatuh dari spatula seperti pita tebal. Natilla masih mengental selama pendinginan sehingga tidak perlu dimasak sampai keras di atas kompor.


