Mamona / ternera a la llanera — daging sapi panggang ala Llanos
Daging sapi muda yang hanya dibumbui garam, dipanggang perlahan pada tusuk panjang, lalu disajikan dengan singkong, kentang, dan pisang olah matang
Mamona, yang juga dikenal sebagai ternera a la llanera atau carne a la llanera, merupakan bagian dari budaya kuliner Orinoquía dan Llanos bagian timur di Kolombia. Inventaris budaya mencatat hidangan ini di beberapa munisipalitas di departemen Casanare, termasuk Monterrey dan Hato de Corozal. Dalam cara tradisional, potongan besar daging anak sapi muda ditusuk pada batang kayu atau logam yang panjang, lalu dipanggang perlahan di samping api kayu terbuka. Beberapa komunitas menyebut kayu yopo sebagai bahan tusuk tradisional. Hidangan ini disiapkan untuk pertemuan dan perayaan ketika daging serta pendampingnya disantap bersama.
Nama potongan daging, susunan tusuk, dan kebiasaan penyajian berbeda-beda di berbagai wilayah Llanos. Sejumlah uraian daerah hanya membumbui daging dengan garam, lalu menyajikannya bersama singkong, kentang, topocho matang, dan ají setempat. Resep ini mengikuti pendekatan sederhana tersebut. Pemanggang rumah tidak dapat meniru pesta panggang besar dengan tusuk vertikal yang mengelilingi api. Karena itu, versi ini memakai tusuk logam panjang di atas pemanggang arang dengan dua zona panas. Daging sapi tanpa tulang dari bagian paha atas atau paha belakang praktis dan mudah ditemukan, tetapi tidak sama dengan daging anak sapi yang masih menyusu maupun semua potongan tradisional.
Pendamping direbus terpisah agar selesai saat daging dipanggang. Singkong terasa padat dan sedikit manis, kentang membuat hidangan lebih mengenyangkan, sedangkan pisang olah yang matang menyeimbangkan rasa daging yang gurih dan berasap dengan manis alaminya. Di sini pisang direbus, bukan digoreng, supaya hidangannya tetap sederhana. Sajikan semua komponen bersama, tetapi jangan dicampur menjadi semur.


