Hidangan nasional Peru

Chupe de camarones

Sup udang sungai dengan kentang, jagung choclo, nasi, susu, keju segar dan telur dalam kaldu berbumbu ají panca.

Hidangan nasional Peru
Bagikan
Chupe de camarones — sup udang khas Arequipa
Chupe de camarones — sup udang khas Arequipa
Hasil 4 mangkuk besar
Persiapan 25 menit
Memasak 48 menit
Waktu tambahan 0 menit
Total waktu 73 menit
Gambaran umum

Chupe de camarones — sup udang khas Arequipa

Chupe de camarones dikenal sebagai sup berisi udang dari wilayah Arequipa di Peru. Kuahnya kaya rasa udang, sementara nasi, kentang, jagung choclo dan kacang polong menjadikannya hidangan berisi, bukan sekadar kaldu. Susu evaporasi, keju segar, dan telur memberi tekstur lebih lembut.

Dalam konteks Peru, camarones sering merujuk pada udang sungai. Gunakan udang sungai pangan dari pemasok tepercaya bila tersedia. Udang laut besar mentah bisa digunakan sebagai pengganti praktis, tetapi spesies dan karakter kuahnya tidak identik. Choclo ialah jagung Peru dengan biji berukuran besar; huacatay adalah herba beraroma khas.

Mulailah dengan bumbu bawang dan pasta ají panca, yaitu cabai Peru berwarna merah gelap. Nasi dan kentang membutuhkan waktu lebih lama daripada udang, sehingga dimasukkan lebih awal. Telur direbus perlahan di dalam kuah sampai matang; udang serta bahan susu ditambahkan paling akhir agar tidak alot atau pecah.

Bahan-bahan

Bahan-bahan

Bahan-bahan

  • 600 g udang sungai mentah atau udang besar mentah, dikupas, dibuang saluran pencernaannya, didinginkan
  • 650 ml kaldu ikan atau udang tanpa garam
  • 300 ml air
  • 300 g kentang kuning, dikupas, dipotong 2 cm
  • 150 g biji jagung choclo, segar atau beku, jagung berbiji besar dari Peru
  • 100 g kacang polong segar
  • 70 g beras putih mentah, dicuci
  • 120 g bawang bombai merah, cincang halus
  • 12 g bawang putih, cincang halus
  • 35 g pasta ají panca
  • 20 ml minyak sayur bercita rasa netral
  • 170 ml susu evaporasi tanpa gula
  • 100 g queso fresco, keju segar pasteurisasi yang diremukkan
  • 4 butir telur besar, masih bercangkang
  • 8 g daun huacatay, cincang halus
  • 5 g garam halus
  • 2 g oregano kering
Cara membuat

Cara membuat

Cara membuat

  1. Buat bumbu dasar merah.Panaskan 20 ml minyak dalam panci berdasar tebal dengan api sedang. Tumis bawang selama 5 menit; tambahkan bawang putih, 35 g ají panca, dan oregano lalu aduk 4 menit lagi. Bawang menjadi lunak dan pasta tidak lagi berbau cabai mentah yang menusuk.

  2. Mulai memasak nasi dan jagung.Tuangkan 650 ml kaldu dan 300 ml air, panaskan sampai mendidih perlahan, kemudian masukkan 70 g beras yang telah dicuci dan 150 g choclo. Masak tanpa tutup dengan api sedang-kecil selama 12 menit. Beras mulai mengembang dan kuah beraroma jagung serta cabai.

  3. Masukkan kentang dan kacang polong.Tambahkan 300 g kentang dan 100 g kacang polong serta 5 g garam. Biarkan mendidih pelan selama 15 menit sambil sesekali diaduk. Ujung pisau mudah masuk ke kentang, tetapi kubusnya tidak hancur.

  4. Rebus telur dalam kuah.Pecahkan empat telur masing-masing ke dalam cangkir kecil lalu selipkan perlahan ke sisi kuah yang tidak bergolak. Masak selama 8 menit tanpa mendidih keras. Putih telur sudah padat seluruhnya dan tidak ada bagian kuning telur yang tampak cair.

  5. Masak udang dan bahan susu terakhir.Tambahkan 600 g udang mentah kupas dan masak perlahan 3 menit. Masukkan 170 ml susu evaporasi, 100 g keju, dan 8 g huacatay, lalu panaskan 1 menit tanpa dididihkan kuat. Udang tampak buram dan kenyal padat, kuah susu tetap halus; ukur 63 °C pada bagian udang yang paling tebal.

Kiat praktis

Kiat praktis

Penyajian, penyimpanan, dan penggantian

Letakkan satu telur pada setiap mangkuk, lalu bagi nasi, kentang, jagung, dan udang bersama kuahnya. Sup akan semakin kental ketika didiamkan karena mengandung pati dan susu; lebih baik disajikan langsung daripada dipanaskan sampai menyusut. Jangan membiarkan susu atau queso fresco mendidih bergolak, karena dapat membuat kuah terpisah dan udang menjadi alot. Gunakan keju segar pasteurisasi dan kaldu yang tidak terlalu asin agar kadar garam tetap terkendali. Masukkan sisa sup ke wadah dangkal tertutup dan simpan pada suhu 4 °C atau lebih rendah dalam dua jam setelah dimasak. Gunakan dalam dua hari demi tekstur udang yang lebih baik. Saat memanaskan kembali, panaskan seluruh sup hingga 74 °C; telur akan menjadi semakin padat.

Hal yang perlu diperhatikan

Hal yang perlu diperhatikan

  • Kuah terlihat berbutirBahan susu terkena didihan terlalu kuat. Kecilkan api sebelum memasukkan susu dan keju lalu pertahankan didihan sangat ringan.
  • Udang terasa kerasUdang dimasukkan terlalu dini atau dimasak terlalu lama. Tambahkan setelah nasi serta kentang lunak.
Informasi gizi per porsi

Informasi gizi per porsi

  • Ukuran porsi1 dari 4 mangkuk (sekitar 550 ml)
  • Kalori550 kkal
  • Karbohidrat47 g
  • Protein45 g
  • Lemak21 g
  • Serat6 g
  • Natrium850 mg
Alergen dan keamanan pangan

Alergen dan keamanan pangan

Mengandung krustasea (udang), susu, dan telur. Periksa pula kaldu serta pasta cabai kemasan bila ada alergi lain. Simpan udang mentah dalam keadaan dingin dan hindari kontak dengan makanan siap saji. Masak udang hingga 63 °C di bagian paling tebal, gunakan keju pasteurisasi, dan panaskan sup sisa hingga 74 °C sebelum disajikan kembali.

Penutup

Penutup

Kuah kaya rasa udang menyatukan nasi, kentang, choclo dan bahan susu tanpa membuat udang keras. Dahulukan bahan berpati; masukkan udang dan susu hanya setelah sayuran empuk.