Viudo enterrado Tolima: ikan sungai dalam tungku tanah
Buat viudo enterrado Tolima dari ikan sungai, singkong, dan pisang tanduk hijau, dibungkus daun pisang dan dimasak dalam ruang tanah tertutup.
Buat viudo enterrado Tolima dari ikan sungai, singkong, dan pisang tanduk hijau, dibungkus daun pisang dan dimasak dalam ruang tanah tertutup.
Buat viudo enterrado Tolima dari ikan sungai, singkong, dan pisang tanduk hijau, dibungkus daun pisang dan dimasak dalam ruang tanah tertutup.
Siapkan tempat memasak yang aman Gunakan tungku luar ruang hanya di tempat yang mengizinkan api terbuka. Singkirkan daun kering dan bahan mudah terbakar lain, sediakan air atau alat pemadam di dekatnya, serta siapkan sarung tangan tahan panas dan sekop bersih. Pilih panci stabil dari baja tahan karat atau besi cor dengan tutup dan pegangan yang tahan api. Cuci tangan dan pisahkan ikan mentah, talenan, serta peralatannya dari makanan matang.
Bumbui dan bungkus ikan Simpan ikan tetap dingin sampai siap disusun. Keringkan dengan tisu dapur bersih. Campur tomat, daun bawang, cilantro cimarrón, dan garam. Oleskan campuran pada ikan; bila memakai ikan utuh, masukkan sedikit ke rongga perut. Bungkus setiap potongan besar dengan dua lembar daun pisang yang saling menindih, lalu lipat ujungnya ke bawah agar bumbu tertahan. Cuci permukaan dan peralatan yang menyentuh ikan mentah sebelum digunakan kembali.
Susun sayuran dan ikan di dalam panci Lapisi panci bersih dengan dua atau tiga lembar daun pisang, sisakan bagian yang cukup panjang untuk dilipat menutup isinya. Ratakan singkong dan pisang tanduk di dasar panci. Letakkan bungkusan ikan di atasnya, lipat daun, lalu tutup panci. Dalam adaptasi rumahan ini, panci logam menjadi penghalang yang aman untuk makanan: bahan harus tetap terbungkus dan tidak menyentuh tanah, abu, atau permukaan kotor.
Buat ruang bakar tanah dan masak Buat lapisan bara panas yang stabil di dalam lubang. Dengan alat pengangkat, letakkan panci tertutup di atas bara. Timbun sisi dan bagian atasnya dengan tanah atau pasir bersih; jangan menutup pegangan tutup bila diperlukan untuk mengangkat panci. Jaga api tetap terkendali di atas ruang yang tertutup. Catatan tradisional menyebut setidaknya 2 jam; mulailah memeriksa saat itu karena waktu sebenarnya bergantung pada ukuran lubang, tanah, dan api. Jangan pernah meninggalkan api tanpa pengawasan.
Periksa ikan dan umbi Dengan sarung tangan tahan panas dan alat bantu, angkat panci dan letakkan di permukaan tahan panas. Sikat tanah dari bagian luar sebelum membukanya. Buka tutup menjauh dari wajah agar uap keluar. Gunakan termometer makanan bersih untuk mengukur dua titik pada bagian ikan yang paling tebal: suhunya harus mencapai 63 °C. Jika belum, tutup kembali, masukkan ke ruang bakar, dan lanjutkan per 10–15 menit sebelum mengukur lagi. Singkong harus benar-benar empuk saat ditusuk pisau. Jika umbi perlu waktu lebih lama, keluarkan bungkusan ikan yang sudah matang dan simpan tertutup dalam wadah bersih sementara umbi terus dimasak.
Sajikan selagi panas Pindahkan ikan, singkong, dan pisang tanduk ke nampan bersih beralas daun pisang segar. Siram ikan dengan sari tomat dan herba. Jauhkan hidangan matang dari peralatan ikan mentah dan tanah atau abu yang dikeluarkan dari lubang.
Ini adalah perkiraan yang dibulatkan berdasarkan nilai umum untuk tilapia, singkong, dan pisang tanduk hijau. Jenis ikan, bagian kulit dan tulang, serta jumlah garam yang tertinggal dapat mengubah hasil; anggap nilainya sebagai pendekatan.
Ikan sungai berbumbu tomat, daun bawang, dan cilantro cimarrón, disajikan dengan singkong dan pisang tanduk hijau, dibungkus daun pisang dan dimasak dalam panci bertutup di ruang bakar tanah. Viudo enterrado berasal dari tradisi masakan tepi sungai di Tolima, Kolombia. Kumpulan hidangan tradisional dari Kementerian Kebudayaan Kolombia mencatat cara memasak dengan lubang beralas daun pisang, ditutup tanah, lalu dipanaskan oleh api di atasnya. Salah satu versi memakai ikan, singkong, dan pisang tanduk hijau; versi lain yang disampaikan juru masak Tolima membumbui ikan dengan tomat, bawang panjang, dan cilantro cimarrón. Resep ini menyusun unsur yang terdokumentasi tersebut dalam takaran yang dapat diikuti di rumah. Versi rumahan ini mempertahankan ikan yang dibungkus daun dan panas dari ruang tanah, tetapi bahan dimasukkan ke dalam panci logam bertutup yang bersih agar tidak bersentuhan dengan tanah atau abu. Anda tetap memerlukan tungku luar ruang dan api terbuka; lakukan hanya di tempat yang mengizinkan api. Sumber kementerian menyebut waktu memasak sekitar dua jam, tetapi panas berubah menurut tanah, bahan bakar, dan cuaca. Periksa kematangan ikan dengan termometer makanan. Pilih ikan sungai segar berdaging putih dan padat dari sumber yang legal. Sumber menyebut capaz, bocachico, bagre, dan nicuro; ketersediaan serta aturan penangkapan berbeda di setiap daerah. Sajikan ikan bersama singkong dan pisang tanduk, lalu siram dengan sari tomat dan herba.
Perhatikan api dan suhu, bukan hanya waktu: lubang tanah menahan panas secara berbeda bergantung pada ukuran, jenis tanah, bahan bakar, dan cuaca. Waktu dua jam berasal dari cara yang terdokumentasi, tetapi tidak membuktikan ikan sudah matang. Gunakan termometer bersih dan lanjutkan sampai ikan mencapai 63 °C. Awasi api dan ikuti aturan setempat. Pilih dan potong ikan dengan cermat: beli ikan segar dan padat dari penjual tepercaya dan periksa anjuran setempat tentang jenis ikan yang ditangkap. Potongan tebal lebih mudah diperiksa daripada potongan kecil. Jika memakai ikan utuh, pastikan sisik dan isi perutnya sudah dibersihkan; perhatikan duri saat menyajikan. Lindungi makanan dari tanah: daun pisang memberi bungkus dan aroma khas. Dalam versi rumahan ini, panci logam bertutup memisahkan makanan dari tanah dan abu. Gunakan daun yang bersih dan panci utuh yang memang sesuai untuk memasak. Jangan pernah meletakkan bahan tanpa bungkus langsung di tanah. Dinginkan sisa makanan segera: pindahkan ke wadah dangkal bertutup dan simpan di lemari es dalam waktu 2 jam. Habiskan dalam 3–4 hari dan panaskan kembali hingga 74 °C. Buang makanan yang menyentuh peralatan ikan mentah, tanah kotor, atau abu.
Ikan adalah alergen yang dinyatakan. Pisahkan ikan mentah dari makanan siap santap; setelah menanganinya, cuci tangan, talenan, pisau, dan permukaan kerja. Simpan ikan tetap dingin sampai dimasak. Masak di luar ruang hanya di tempat yang mengizinkan api. Gunakan panci bertutup yang sesuai untuk makanan agar bahan tidak menyentuh tanah, lalu pastikan bagian ikan yang paling tebal mencapai 63 °C dengan termometer bersih. Angkat panci panas memakai sarung tangan tahan panas dan awasi api. Dinginkan sisa makanan dalam 2 jam dan panaskan kembali sampai 74 °C.
Ingat 1: Tomat, daun bawang, dan cilantro cimarrón membumbui ikan di dalam bungkus daun pisang. Ingat 2: Tungku tanah memberi ciri pada metode ini; termometer memastikan ikan aman untuk disajikan.