Hidangan nasional Peru

Tortilla de raya

Ikan pari asin kering direndam dingin dan direbus, lalu disuwir dan dicampur telur, bawang serta ají panca sebelum digoreng menjadi empat dadar.

Hidangan nasional Peru
Bagikan
Tortilla de raya — Telur dadar ikan pari kering khas Lambayeque
Tortilla de raya — Telur dadar ikan pari kering khas Lambayeque
Hasil 4 porsi besar
Persiapan 25 menit
Memasak 50 menit
Waktu tambahan 490 menit
Total waktu 565 menit
Gambaran umum

Tortilla de raya — Telur dadar ikan pari kering khas Lambayeque

Tortilla de raya merupakan olahan pesisir utara Peru yang dikaitkan dengan Lambayeque. Berbeda dari telur dadar ikan segar biasa, rasa dan seratnya berasal dari raya seca, yaitu ikan pari asin yang dikeringkan. Proses perendaman, perebusan dan pemeriksaan tulang rawan diperlukan sebelum ikan masuk adonan telur.

Ikan pari asin masih bisa mengandung banyak natrium meskipun sudah direndam. Air rendaman dibuang, lalu ikan direbus hingga seratnya mudah dipisahkan dengan garpu. Bawang bombai, bawang putih dan ají panca ditumis lebih dulu agar rasa tidak mentah; tunggu ikan dan tumisan cukup sejuk sebelum dicampurkan ke telur.

Adonan mengandung telur, sedikit tepung gandum, daun bawang dan suwiran ikan. Goreng menjadi empat telur dadar dalam dua giliran memakai wajan antilengket. Warna kecokelatan pada permukaan bukan patokan akhir: bagian tengah masing-masing dadar harus mencapai suhu aman.

Bahan-bahan

Bahan-bahan

Bahan-bahan

  • 300 g ikan pari asin kering (raya seca) layak pangan, diperiksa dari tulang dan tulang rawan
  • 1600 ml air dingin untuk perendaman dalam lemari es, dibuang setelahnya
  • 1400 ml air bersih untuk merebus ikan pari
  • 6 butir telur besar, masing-masing sekitar 50 g bagian yang dapat dimakan
  • 130 g bawang bombai merah, dipotong dadu kecil
  • 65 g daun bawang, diiris tipis
  • 12 g bawang putih, dicincang
  • 25 g pasta ají panca
  • 25 g tepung terigu biasa
  • 35 ml minyak sayur
  • 2 g lada hitam bubuk
Cara membuat

Cara membuat

Cara membuat

  1. Rendam ikan pari asin dalam keadaan dingin.Masukkan 300 g raya seca ke mangkuk bertutup dengan 1600 ml air dingin dan simpan di lemari es selama 8 jam (480 menit). Tiriskan, buang air rendaman dan bilas sekali lagi. Ikan menjadi lentur, tidak mudah patah, dan garam permukaannya berkurang. Jangan merendam ikan pada meja hangat.

  2. Rebus dan suwir ikan pari.Masukkan ikan yang telah lunak ke panci berisi 1400 ml air baru. Rebus perlahan sekitar 20 menit sampai empuk, tiriskan dan periksa seluruhnya dengan penjepit. Singkirkan kulit dan tulang rawan yang longgar, lalu suwir setelah cukup dingin untuk ditangani. Serat mudah dipisah memakai garpu dan tidak ada tulang rawan keras. Pengeringan atau pengasinan tidak berarti ikan aman dimakan tanpa dimasak.

  3. Tumis bawang dan ají.Panaskan 10 ml minyak dalam wajan dengan api sedang. Tumis bawang bombai, bawang putih dan ají panca selama sekitar 7 menit sampai bawang bening dan pasta cabai tidak berasa mentah. Angkat wajan dari api.

  4. Dinginkan komponen matang.Biarkan suwiran ikan rebus dan tumisan bawang di wadah masing-masing selama 10 menit sebelum dicampur ke telur. Keduanya cukup sejuk untuk ditangani dan potongan ikan telah bebas tulang rawan. Jangan biarkan ikan matang berada pada suhu ruang lebih dari 2 jam.

  5. Campur telur dan ikan.Kocok 6 telur, 25 g tepung terigu dan lada hingga halus selama sekitar 8 menit. Masukkan suwiran ikan, irisan daun bawang serta tumisan yang sudah agak dingin, lalu bagi menjadi empat bagian sama banyak. Tidak ada tepung kering dan serat ikan tersebar rata. Bersihkan alat setelah terkena telur mentah; jangan mencicipi adonan mentah.

  6. Goreng empat telur dadar dalam dua giliran.Tuang 25 ml minyak yang tersisa bertahap ke wajan antilengket dengan api sedang-kecil. Masak dua dadar, balik sekali, lalu ulangi dua dadar berikutnya; total sekitar 20 menit untuk kedua giliran. Ukur bagian tengah paling tebal dari tiap dadar hingga mencapai 71 °C. Dadar tidak pecah, permukaannya agak kecokelatan dan pusatnya sudah memadat.

  7. Sajikan selagi panas.Pindahkan keempat dadar ke piring masing-masing selama sekitar 3 menit. Periksa sekali lagi jika ada potongan pari besar yang masih menyisakan tulang atau tulang rawan. Bagian tengah dadar telah set dan tidak ada serpihan keras yang terlihat.

Kiat praktis

Kiat praktis

Hal penting agar berhasil

Rendam pari asin di lemari es selama 8 jam, rebus sampai dapat disuwir tanpa tulang rawan, kemudian pastikan pusat tiap telur dadar mencapai 71 °C.

Penyajian, penyimpanan, dan penggantian bahan

Sajikan satu telur dadar per orang selagi bagian luar agak renyah dan tengahnya matang. Kandungan garam pari kering berbeda-beda; jangan menambahkan garam tanpa mengukur. Simpan dadar matang sesegera mungkin pada suhu maksimal 4 °C selama 3–4 hari, kemudian panaskan kembali sampai 74 °C. Ikan pari yang sudah direndam perlu dimasak, bukan disimpan di tempat hangat. Ikan segar bukan pengganti identik bagi pari asin kering karena kadar air, garam dan tekstur suwirnya berubah.

Hal yang perlu diperhatikan

Hal yang perlu diperhatikan

  • Adonan telur dadar terlalu basahikan tidak ditiriskan sepenuhnya — tiriskan dan suwir ikan matang sebelum dicampur telur.
  • Tengah dadar masih lembekpanas hanya mematangkan permukaan — kecilkan api dan lanjutkan sampai termometer menunjukkan 71 °C.
Informasi gizi per porsi (perkiraan)

Informasi gizi per porsi (perkiraan)

  • Ukuran porsi1 dari 4 porsi
  • Kalori385 kkal
  • Karbohidrat12 g
  • Protein46 g
  • Lemak16 g
  • Serat2 g
  • Natrium1180 mg
Alergen dan keamanan pangan

Alergen dan keamanan pangan

Alergen: ikan, telur dan gandum (gluten). Pari asin kering mungkin tetap tinggi natrium walau direndam; gunakan produk layak pangan dan singkirkan seluruh tulang serta tulang rawan. Masak pusat telur dadar sampai 71 °C dan rendam ikan pada suhu di bawah 4 °C.

Penutup

Penutup

Empat telur dadar berisi suwiran ikan pari kering, bawang dan ají panca, dengan bagian tengah yang matang. Perendaman dingin, pemeriksaan tulang rawan dan suhu pusat 71 °C adalah kunci.