Hidangan nasional Peru

Arroz Chaufa — Nasi Goreng Tionghoa-Peru

Nasi putih yang sudah dingin ditumis panas bersama ayam, telur matang, daun bawang, jahe, bawang putih, dan kecap asin atau sillao.

Hidangan nasional Peru
Bagikan
Arroz Chaufa dengan Ayam, Telur, Daun Bawang, dan Sillao
Arroz Chaufa dengan Ayam, Telur, Daun Bawang, dan Sillao
Hasil 4 porsi
Persiapan 20 menit
Memasak 30 menit
Waktu tunggu 0 menit
Total 50 menit
Gambaran umum

Arroz Chaufa dengan Ayam, Telur, Daun Bawang, dan Sillao

Arroz chaufa mencerminkan tradisi chifa, yaitu masakan Tionghoa-Peru yang berkembang dari pertemuan kebiasaan kuliner Tionghoa dengan bahan setempat. Ciri dasarnya adalah nasi matang yang ditumis panas bersama sillao (kecap asin), telur, daun bawang, dan protein. Hidangan ayam ini tidak perlu disamakan dengan semua jenis nasi goreng Asia; urutan memasak dan cita rasa saus merupakan bagian dari identitasnya.

Nasi yang baru matang cenderung menggumpal ketika langsung masuk wajan. Gunakan nasi putih yang sejak selesai ditanak telah didinginkan cepat dan disimpan di kulkas pada 4 °C atau lebih rendah. Pecahkan gumpalannya tanpa meremas butirnya. Telur dimasak hingga seluruhnya mengeras, sementara ayam ditumis terpisah sampai bagian tengahnya 74 °C. Dengan begitu, kedua komponen dapat digabungkan setelah matang.

Bagilah nasi dan kecap ke dalam dua giliran supaya panas wajan tidak turun terlalu jauh. Bagian putih daun bawang, kion (jahe), dan bawang putih ditumis lebih dulu untuk mengharumkan minyak, sedangkan bagian hijau daun bawang dan minyak wijen ditambahkan saat api sudah dimatikan. Sajikan saat panas merata, tanpa menyimpan nasi matang pada suhu ruang.

Bahan-bahan

Bahan-bahan

Nasi, ayam, dan telur

  • 800 g nasi putih matang; sudah cepat didinginkan seusai ditanak dan disimpan dingin di kulkas
  • 420 g dada ayam tanpa kulit dan tulang; mentah, potong dadu kecil
  • 3 butir telur ayam ukuran besar; kocok

Aromatik dan bumbu

  • 120 g daun bawang (cebolla china); cincang bagian putih dan hijaunya secara terpisah
  • 15 g jahe segar (kion); kupas dan parut
  • 12 g bawang putih; cincang halus
  • 70 ml kecap asin (sillao) berkadar garam biasa
  • 40 ml minyak netral; bagi untuk telur, ayam, dan nasi
  • 10 ml minyak wijen untuk penyelesaian
  • 2 g lada hitam bubuk; takar
Cara membuat

Cara membuat

Cara membuat

  1. Uraikan nasi dingin.Pisahkan perlahan 800 g nasi putih matang yang telah didinginkan menjadi butir-butir. Iris 120 g daun bawang, pisahkan bagian putih dan hijau; parut 15 g kion (jahe) dan cincang 12 g bawang putih. Nasi harus terurai tanpa hancur. Gunakan hanya nasi yang cepat didinginkan dan disimpan pada 4 °C atau lebih rendah, bukan nasi yang tertinggal semalaman di meja.

  2. Masak telur lebih dulu.Panaskan 10 ml dari total 40 ml minyak netral di wok. Masukkan 3 telur kocok, masak sekitar 3 menit dan pecahkan menjadi potongan di piring bersih. Seluruh bagian telur harus matang padat tanpa bagian cair.

  3. Tumis ayam dua giliran.Tambahkan 15 ml minyak netral berikutnya ke wok. Tumis 420 g dadu ayam dalam dua giliran selama total sekitar 10 menit, kemudian angkat ke piring bersih berisi telur matang. Tepi ayam sedikit kecokelatan dan pusatnya padat. Ukur dadu paling tebal hingga 74 °C sebelum dicampur dengan bahan siap santap.

  4. Harumkan bumbu.Tambahkan sisa 15 ml minyak ke wok, lalu tumis bagian putih daun bawang, 15 g jahe parut, dan 12 g bawang putih selama 1 menit. Aroma harus harum tanpa bintik bawang putih hangus.

  5. Tumis nasi dalam dua giliran.Masukkan separuh dari 800 g nasi dingin dan separuh dari 70 ml kecap asin ke wok panas. Tumis 5 menit dan pindahkan ke mangkuk hangat bersih. Ulangi dengan sisa nasi dan kecap selama 5 menit lagi. Butir nasi harus terpisah dan terlapisi warna rata, tidak lengket. Kedua giliran harus dipanaskan menyeluruh hingga suhu 74 °C sebelum disajikan.

  6. Campurkan dan selesaikan.Kembalikan seluruh nasi goreng, ayam matang, dan telur matang ke wok; masukkan 2 g lada hitam, aduk sekitar 2 menit sampai panas merata. Matikan api lalu tambahkan 10 ml minyak wijen dan bagian hijau daun bawang. Ayam dan telur harus tersebar rata serta tidak ada bagian nasi putih yang kering. Sajikan langsung selagi panas dan segera dinginkan sisanya di kulkas.

Kiat praktis

Kiat praktis

Petunjuk praktis

Seluruh 800 g nasi merupakan nasi yang sudah matang dan dingin; waktu menanaknya sebelumnya tidak termasuk dalam total 50 menit resep. Untuk menyiapkannya, ratakan nasi yang baru matang ke wadah dangkal bersih, dinginkan cepat, masukkan ke kulkas dalam satu jam jika memungkinkan, lalu gunakan dalam 24 jam untuk tekstur dan keamanan pangan yang lebih baik. Jangan menyimpan nasi matang pada suhu ruang atau memanaskannya berulang-ulang. Wok membantu, tetapi wajan datar yang sangat lebar juga dapat dipakai jika nasi ditumis dalam giliran kecil. Saus tiram, sosis Tionghoa, atau protein tambahan akan mengubah daftar alergen dan nilai gizi. Dinginkan sisa makanan segera; panaskan kembali sekali hingga benar-benar panas, mencapai 74 °C, dan jangan menggoreng ulang nasi yang telah berkali-kali dipanaskan.

Hal yang perlu diperhatikan

Hal yang perlu diperhatikan

  • Masalah 1Nasi menggumpal karena masih hangat atau wajan terlalu penuh — gunakan nasi dingin yang butirnya sudah dipisahkan dan tumis dalam dua giliran.
  • Masalah 2Ayam kering sementara nasi belum panas karena tahapannya dicampur — masak ayam terlebih dahulu, sisihkan, lalu satukan saat pemanasan akhir.
Informasi gizi per porsi

Informasi gizi per porsi

  • Takaran saji1 dari 4 porsi hidangan utama
  • Kalori560 kkal
  • Karbohidrat61,5 g
  • Protein36,6 g
  • Lemak18,2 g
  • Serat2 g
  • Natrium1130 mg
Alergen dan keamanan pangan

Alergen dan keamanan pangan

Mengandung kedelai serta kemungkinan gandum dari kecap asin, telur, dan wijen dari minyak wijen. Ayam harus mencapai suhu bagian dalam 74 °C. Kedua giliran nasi harus dipanaskan hingga 74 °C; hanya gunakan nasi yang sebelumnya cepat didinginkan dan disimpan pada 4 °C atau lebih rendah.

Penutup

Penutup

  • Hasil di piring: Nasi goreng chifa dengan ayam, telur, daun bawang, jahe, kecap asin, dan minyak wijen.
  • Kendali penting: Gunakan nasi dingin yang aman penyimpanannya, lalu tumis dalam dua giliran sampai panas menyeluruh.