Arroz Chaufa dengan Ayam, Telur, Daun Bawang, dan Sillao
Arroz chaufa mencerminkan tradisi chifa, yaitu masakan Tionghoa-Peru yang berkembang dari pertemuan kebiasaan kuliner Tionghoa dengan bahan setempat. Ciri dasarnya adalah nasi matang yang ditumis panas bersama sillao (kecap asin), telur, daun bawang, dan protein. Hidangan ayam ini tidak perlu disamakan dengan semua jenis nasi goreng Asia; urutan memasak dan cita rasa saus merupakan bagian dari identitasnya.
Nasi yang baru matang cenderung menggumpal ketika langsung masuk wajan. Gunakan nasi putih yang sejak selesai ditanak telah didinginkan cepat dan disimpan di kulkas pada 4 °C atau lebih rendah. Pecahkan gumpalannya tanpa meremas butirnya. Telur dimasak hingga seluruhnya mengeras, sementara ayam ditumis terpisah sampai bagian tengahnya 74 °C. Dengan begitu, kedua komponen dapat digabungkan setelah matang.
Bagilah nasi dan kecap ke dalam dua giliran supaya panas wajan tidak turun terlalu jauh. Bagian putih daun bawang, kion (jahe), dan bawang putih ditumis lebih dulu untuk mengharumkan minyak, sedangkan bagian hijau daun bawang dan minyak wijen ditambahkan saat api sudah dimatikan. Sajikan saat panas merata, tanpa menyimpan nasi matang pada suhu ruang.


