Hidangan Nasional Prancis

Pompe à l’huile

Pompe à l’huile adalah roti ragi berminyak zaitun dari Provence yang dikaitkan dengan tradisi tiga belas hidangan penutup Natal.

Hidangan Nasional Prancis
Bagikan
Pompe à l’huile — roti yang ditampilkan setelah dipanggang
Waktu persiapan 35 menit.
Waktu memasak 20 menit setelah 35 menit persiapan.
Waktu total 265 menit, termasuk 210 menit waktu pasif.
Hasil 8 potong.
Pengantar dan gambaran umum

Pompe à l’huile: roti ragi pipih Provençal dengan minyak zaitun, gula, air bunga jeruk, dan parutan kulit jeruk, dibentuk dengan belahan khas.

Pompe à l’huile adalah roti ragi khas Provence yang kekayaannya berasal dari minyak zaitun, bukan mentega. Manisnya lebih terkendali daripada kue, sementara air bunga jeruk dan parutan kulit jeruk memberi aroma yang khas. Karena tidak memakai telur dan mentega, roti ini tidak seharusnya diubah menjadi brioche dan tetap memiliki bentuk pipih dengan belahan panjang.

Walaupun kandungan minyaknya tinggi, adonan tetap membutuhkan perkembangan gluten yang nyata. Tepung dan air perlu membangun struktur terlebih dahulu sebelum minyak benar-benar menyatu. Fermentasi pertama berlangsung cukup lama untuk mengembangkan remah yang ringan, lalu adonan dibentuk menjadi oval sekitar 30 × 22 cm dengan lima belahan dan menjalani fermentasi akhir.

Pemanggangan 180 °C hanya memberi warna keemasan muda pada tepi dan mempertahankan bagian dalam tetap lembut. Setelah keluar dari oven, pendinginan 45 menit dihitung sebagai waktu pasif karena remah berlemak masih menata strukturnya. Tradisi mematahkan pompe dengan tangan dapat disebut sebagai konteks budaya, tetapi indikator teknis yang utama tetap volume adonan, elastisitas, warna, dan remah yang sudah matang.

Kunci keberhasilan

Kunci keberhasilan

  • Pertahankan suhu adonan sekitar 24–26 °C; jangan mempercepat fermentasi dengan panas berlebihan.
  • Uleni sampai elastis sebelum menilai adonan terlalu lengket.
  • Buka lima belahan cukup lebar agar tetap terlihat setelah fermentasi akhir.
Bahan-bahan

Bahan-bahan

  • 500 g tepung terigu Prancis T55
  • 220 ml air hangat suam-suam kuku
  • 100 g minyak zaitun extra-virgin
  • 80 g gula kastor atau gula pasir sangat halus
  • 15 g ragi roti segar, diremukkan
  • 25 ml air bunga jeruk
  • 6 g garam halus
  • 8 g parutan halus kulit jeruk
Cara membuat

Cara membuat

Cara membuat

  1. Campur adonan. Larutkan 15 g ragi segar dalam 220 ml air hangat. Masukkan tepung, gula, air bunga jeruk, dan kulit jeruk, lalu tambahkan garam dan 100 g minyak zaitun. Uleni sampai adonan lentur, menyatu, halus, elastis, dan sedikit lengket, bukan berminyak cair. Jaga suhu adonan di kisaran 24–26 °C; cairan terlalu panas dapat merusak aktivitas ragi.

  2. Fermentasi pertama. Tutup adonan dan diamkan 120 menit di tempat hangat tanpa angin. Adonan harus mengembang kira-kira dua kali lipat dan terasa berisi udara saat ditekan ringan. Jangan meletakkan mangkuk langsung di atas permukaan pemanas.

  3. Bentuk dan buat belahan. Kempiskan perlahan, lalu bentuk di atas kertas roti menjadi oval sekitar 30 × 22 cm dan tebal kira-kira 2 cm. Buat 5 belahan panjang dengan pisau tajam, lalu renggangkan tiap celah dengan jari tanpa memutus oval menjadi potongan terpisah. Lima celah harus tetap terbuka dan adonan masih menjadi satu bagian.

  4. Fermentasi akhir. Tutup longgar dan diamkan 45 menit. Oval harus tampak mengembang, belahan sedikit melebar, dan lekukan jari kembali perlahan. Jangan fermentasikan terlalu lama sampai adonan rapuh atau runtuh.

  5. Panggang. Panggang di oven 180 °C selama 20 menit. Tepi harus keemasan muda dan bagian tengah matang penuh dengan remah lembut, bukan adonan basah. Gunakan sarung tangan oven saat mengangkat loyang.

  6. Dinginkan sebelum dipatahkan. Pindahkan roti ke rak dan dinginkan selama 45 menit. Remah harus sudah set dan roti hanya hangat atau bersuhu ruang, bukan masih mengeluarkan uap. Jangan bungkus saat panas karena kondensasi akan membuat permukaan lembek.

Penyajian dan panduan praktis

Kiat praktis

Penyajian dan panduan praktis

Sajikan setelah dingin sepenuhnya atau saat hanya sedikit hangat agar aroma air bunga jeruk lebih jelas.

Penyajian dan panduan praktis

Dapat dibuat satu hari sebelumnya; bungkus hanya setelah benar-benar dingin.

Penyajian dan panduan praktis

Pemanasan singkat yang lembut dapat menyegarkan remah. Untuk pembekuan, bagi menjadi porsi agar seluruh roti tidak perlu dicairkan berulang kali.

Penyajian dan panduan praktis

Minyak zaitun tidak dapat diganti mentega tanpa mengubah makna Provençal dari nama pompe à l’huile.

Remah padat

adonan kemungkinan kurang diuleni atau kurang difermentasi; tunggu peningkatan volume yang jelas, bukan hanya mengandalkan waktu.

Belahan menutup setelah mengembang

celah dibuat terlalu sempit; lebarkan perlahan ketika membentuk adonan.

Pertanyaan umum

Apakah pompe à l’huile sama dengan brioche? Tidak pada versi ini. Kekayaannya berasal dari minyak zaitun tanpa mentega atau telur, dan bentuknya pipih dengan belahan terbuka.

Pertanyaan umum

Mengapa pendinginan dihitung sebagai waktu pasif? Struktur remah masih menguat setelah pemanggangan, dan roti dimaksudkan untuk disajikan setelah periode pendinginan itu.

Informasi gizi per porsi

Informasi gizi per porsi

  • Ukuran porsi1 dari 8 potong, sekitar 105 g
  • Kalori380 kkal
  • Karbohidrat59 g
  • Protein7 g
  • Lemak13 g
  • Serat3 g
  • Natrium300 mg
Alergen dan keamanan pangan

Alergen dan keamanan pangan

Alergen: gluten gandum. - Mengandung gluten gandum. - Fermentasikan pada suhu hangat sedang, bukan di dekat alat pemanas yang tidak terkendali.

Mengandung gluten gandum.

Fermentasikan pada suhu hangat sedang, bukan di dekat alat pemanas yang tidak terkendali.

Penutup

Penutup

  • Hasil: Roti pipih Provençal yang empuk, beraroma jeruk, dan kaya minyak zaitun, dibagi menjadi 8 potong.
  • Teknik penentu: Bangun gluten dan fermentasikan di sekitar 24–26 °C sambil mempertahankan lima belahan tetap terbuka.