Angsa Ostrzeszów yang Dibudidayakan dengan Oat (Gęś owsiana ostrzeszowska)
Angsa panggang keemasan dari Greater Poland, disajikan dengan soba dan jeroan, apel asam, serta marjoram.
Gęś owsiana ostrzeszowska dikaitkan dengan Ostrzeszów di wilayah Wielkopolska (Greater Poland). Nama “oat” merujuk pada cara tradisional memberi pakan akhir berupa biji-bijian, terutama oat; bukan berarti oat harus dimasukkan ke dalam isian. Daftar produk tradisional Polandia menjelaskan angsa panggang utuh, biasanya berbobot 3–4 kg sebelum dimasak, dengan kulit renyah berwarna keemasan hingga kecokelatan dan daging yang juicy.
Catatan tersebut menyebut isian berupa jelai atau soba, daging berbumbu, dan marjoram; beberapa versi juga memakai apel asam. Resep rumahan berbeda-beda, dan catatan resmi tidak menetapkan takaran atau waktu memanggang. Resep terukur ini adalah adaptasi praktis untuk dapur rumah, bukan klaim sebagai resep persis dari satu produsen terdaftar.
Agar matang lebih merata dan suhu mudah dikendalikan, angsa dipanggang tanpa isian di rongga tubuh. Soba, bawang, dan jeroan yang dimasak hingga matang disiapkan terpisah lalu disajikan sebagai pendamping bergaya isian tradisional. Gunakan termometer makanan untuk memastikan kematangan; jangan hanya mengandalkan waktu atau warna kulit.


