Chou farci limousin — paket daun kubis dengan isian petit-salé dan kentang
Versi Limousin ini sengaja dijaga berbeda dari chou farci Auvergne. Bentuknya mengikuti pendekatan petit-salé regional: bahu babi semi-asin terlebih dahulu direndam dingin secara terukur untuk menurunkan keasinan, kemudian dipoche lembut bersama bouquet garni sebelum dicincang ke dalam isian sayuran dan roti. Daun kubis yang diblansir membentuk paket individual, bukan satu kepala kubis yang direkonstruksi.
Pengendalian garam dimulai sebelum memasak. Produk semi-asin dapat berbeda antarprodusen, sehingga versi ini memakai satu rendaman dingin 2 jam di kulkas tanpa pergantian air yang tidak terukur. Daging babi dimasak perlahan sebagai satu potong utuh hingga 63 °C dan diistirahatkan sebelum dicincang. Wortel, bawang bombai, dan bawang prei dilunakkan dalam lemak babi, anggur putih direduksi, sedangkan roti basi yang dilunakkan susu menjadi pengikat. Delapan paket sama besar menjaga porsi dan braise tetap konsisten.
Paket dibraise tertutup pada 125 °C bersama tambahan anggur kedua yang lebih kecil dan sebagian cairan rebusan babi selama 160 menit, sampai daun dapat dipotong dengan sendok dan pusat paket mencapai 74 °C. Kentang rebus polos menjadi pendamping yang tepat. Anggur digunakan pada isian dan cairan braise; sisa alkohol tidak dianggap nol. Untuk 150 ml anggur pada isian yang dimasak 35 menit digunakan dasar retensi 35%, sedangkan 100 ml anggur dalam braise 160 menit memakai dasar 5%.


