Colombo de cabri — colombo kambing muda ala Martinik
Colombo de cabri adalah bagian dari tradisi kuliner Antillen Prancis yang dipengaruhi rempah-rempah India, tetapi menyebutnya sekadar “kari kambing” menghilangkan identitas hidangannya. Versi Martinik ini dimulai dengan marinasi jeruk nipis, cuka, bawang putih, cives, dan cabai, lalu menggunakan campuran rempah colombo Antillen yang khas pada tahap memasak.
Bahu kambing dipertahankan bertulang karena bentuk ini sesuai untuk masakan berkuah lama, tetapi tulangnya tentu tidak masuk perhitungan gizi sebagai bagian yang dimakan. Dari 1.200 g berat pembelian, perhitungan nutrisi menggunakan perkiraan hasil daging mentah layak makan 70%, sekitar 840 g. Marinasi dan braise juga memiliki fungsi berbeda: marinasi memberi rasa, sedangkan simmer panjang memasak cairan marinasi mentah sekaligus melunakkan jaringan ikat.
Saus akhirnya harus aromatik dan mudah disendok, bukan saus tepung yang sangat kental. Kekentalan datang terutama dari reduksi dan sari daging selama braise. Suhu minimal 63 °C dengan istirahat sedikitnya 3 menit berlaku untuk potongan utuh kambing, tetapi bahu dalam hidangan ini terus dimasak jauh lebih lama sampai daging terlepas dari tulang dengan tekanan garpu ringan.


