Pilao mahorais — nasi berbumbu dengan ayam ala Mayotte
Pilao mahorais berada dalam konteks kuliner Mayotte dan jalur makanan Samudra Hindia yang juga bersentuhan dengan tradisi Swahili dan Komoro. Hidangan ini bukan biryani generik atau nasi kari biasa. Struktur utamanya adalah ayam yang dicokelatkan, dasar bawang-tomat berbumbu, beras panjang yang dilapisi minyak berbumbu, lalu pemasakan tertutup dengan cairan terukur.
Versi ini memakai enam paha ayam bertulang dengan kulit dan 500 g beras basmati. Rempah utuh—kapulaga hijau, kayu manis, dan cengkih—dimasak bersama bawang, sedangkan jintan putih dan kunyit masuk setelah bawang mulai lunak. Tomat dan pasta tomat dikentalkan sebelum beras ditambahkan agar pilao tidak menjadi basah.
Setelah beras dilapisi dasar bumbu selama 3 menit, ayam dikembalikan ke panci bersama 750 ml air panas. Rasio itu setara 1,5 bagian air terhadap 1 bagian beras kering; jus tomat dan ayam juga menyumbang kelembapan. Panci kemudian ditutup dan tidak diaduk berulang agar butir nasi tetap terpisah.
Keamanan ayam tidak dinilai dari warna. Setiap paha harus mencapai 74 °C di bagian paling tebal, menjauh dari tulang. Setelah matang, panci dibiarkan tertutup 10 menit agar uap terdistribusi dan nasi lebih mudah diurai.


