Petits farcis niçois — sayuran kecil isi daging dan roti ala Nice
Petits farcis niçois dikenal bukan hanya dari isiannya, tetapi juga dari skala dan ragam sayuran kecil yang dipakai. Alih-alih satu paprika besar, satu pinggan berisi beberapa sayuran Mediterania dengan rasa dan kadar air berbeda. Versi ini menggunakan dua zucchini kecil, dua tomat, dua bawang, dan dua paprika manis bulat sehingga satu porsi menghadirkan dua jenis sayuran yang berbeda.
Isiannya mengikuti jalur daging dan roti: daging sapi cincang, daging babi cincang, roti putih tua yang dilunakkan dengan susu, telur, bawang putih, peterseli, dan thyme. Daging zucchini serta bagian tengah bawang yang dikeluarkan tidak dibuang; keduanya dimasak terlebih dahulu sampai kelembapan berlebih menguap, baru dicampurkan ke isian. Cara ini mencegah air berlebih mengencerkan rasa dan membuat dasar pinggan penuh cairan.
Tidak semua sayuran diperlakukan sama. Zucchini dan bawang diblansir singkat agar dindingnya cukup lunak untuk matang seirama dengan tomat dan paprika. Gel biji tomat yang berair dibuang, sedangkan daging zucchini dan bawang dipertahankan. Tujuannya bukan membuat semua sayuran identik, tetapi menjaga ketebalan cangkang dan kedalaman isian cukup seragam.
Karena isiannya mengandung daging cincang mentah, warna permukaan tidak cukup untuk menilai keamanan. Setiap sayuran harus mencapai 71 °C di bagian tengah isiannya. Setelah matang, sayuran harus empuk dipotong garpu tetapi tetap mempertahankan bentuknya.


