Resep masakan Prancis

Kouign-amann

Kue mentega bulat dari Bretagne yang dibuat dari adonan roti beragi, dilaminasi dengan banyak mentega asin dan gula, dilipat dua kali, lalu dipanggang sampai cokelat amber tua dan terkaramelisasi.

Resep masakan Prancis
Bagikan
Kouign-amann — di atas rak pendingin
Waktu persiapan 50 menit
Waktu memasak 40 menit
Waktu total 260 menit
Hasil 1 kue bulat 22 cm, 8 potong
Pendahuluan dan gambaran umum

Kouign-amann gaya Douarnenez

Kouign-amann dari Douarnenez dimulai dari adonan roti beragi, bukan adonan croissant. Setelah fermentasi pertama, adonan membungkus balok besar mentega asin dan kemudian digilas bersama gula melalui dua lipatan terkontrol. Di dalam oven, jumlah mentega dan gula yang sangat tinggi meleleh di antara lapisan serta membentuk karamel di bagian luar kue.

Tantangan utama terletak pada suhu dan kelenturan, bukan pada menambah lipatan sebanyak mungkin. Mentega harus sejuk tetapi lentur, sekitar 14–16 °C, agar dapat digilas bersama adonan tanpa pecah atau bocor. Gula dibagi di antara dua lipatan, sementara pendinginan singkat di antara keduanya membantu mentega tetap terkurung meskipun gula mulai menarik air dari adonan.

Loyang logam bulat 22 cm menahan lelehan mentega dan gula di sekitar pastri. Panggang sampai permukaan berwarna amber tua, tepi renyah terkaramelisasi, dan pusat matang penuh. Setelah keluar dari oven, tunggu hanya lima menit sebelum melepas kue dari loyang. Pada tahap itu karamel masih sangat panas, tetapi bila dibiarkan dingin penuh di loyang, gula dapat mengeras dan merekat kuat pada dasar.

Kunci keberhasilan

Kunci keberhasilan

  • Samakan kelenturan mentega sejuk dengan adonan sejuk sebelum digilas.
  • Gunakan hanya dua lipatan gula terkontrol dengan pendinginan singkat di antaranya.
  • Lepaskan dari loyang saat karamel masih lentur dan gunakan sarung tangan tahan panas.
Bahan-bahan

Bahan-bahan

Adonan

  • 300 g tepung terigu biasa
  • 200 ml air — sejuk hingga hangat kuku
  • 10 g ragi roti segar
  • 4 g garam halus

Laminasi dan loyang

  • 250 g mentega asin — 230 g untuk laminasi, 20 g untuk loyang; sejuk tetapi lentur
  • 220 g gula kastor — 200 g untuk laminasi, 20 g untuk loyang
Cara membuat

Cara membuat

Adonan dan fermentasi pertama

  1. Campur adonan dasar. Campurkan tepung, air, ragi segar, dan garam selama sekitar 10 menit sampai tidak ada tepung kering dan adonan menyatu menjadi satu massa. Jaga suhu adonan sekitar 22–24 °C.

  2. Uleni secukupnya. Uleni sekitar 10 menit sampai permukaan lebih halus dan adonan cukup elastis untuk meregang tanpa langsung robek. Jangan mengembangkan gluten secara berlebihan; kekuatan sedang cukup untuk menahan mentega saat digilas.

  3. Fermentasikan adonan. Tutup dan diamkan selama 90 menit pada sekitar 22–24 °C sampai volume terlihat kira-kira dua kali lipat. Fermentasi adonan roti ini merupakan bagian dari struktur kouign-amann.

Laminasi dan pemanggangan

  1. Siapkan blok mentega. Bentuk 230 g mentega asin menjadi persegi datar selebar sekitar 15 cm. Gilas adonan menjadi persegi yang cukup besar untuk membungkusnya. Mentega harus 14–16 °C dan dapat ditekuk tanpa patah; tutup mentega sepenuhnya dan rapatkan sambungan agar tidak bocor.

  2. Buat lipatan gula pertama. Gilas menjadi persegi panjang, taburkan 100 g gula kastor secara merata, buat satu lipatan surat, lalu dinginkan. Tahap ini memerlukan sekitar 5 menit kerja aktif dan 15 menit pendinginan pasif. Setelah dingin, mentega harus tetap terkurung tanpa jejak bocor basah di meja.

  3. Buat lipatan gula kedua. Ulangi penggilasan dengan sisa 100 g gula laminasi, buat lipatan surat kedua, lalu dinginkan lagi selama 15 menit setelah sekitar 5 menit kerja aktif. Gula harus tersebar di dalam lapisan dan mentega tetap terkurung tanpa merobek adonan.

  4. Siapkan loyang. Olesi loyang logam bulat 22 cm dengan sisa 20 g mentega dan lapisi dengan 20 g gula. Bentuk adonan terlipat agar pas di loyang, kemudian biarkan beristirahat 30 menit setelah sekitar 5 menit pembentukan. Adonan harus cukup relaks sehingga tidak menarik diri kuat dari sisi loyang.

  5. Panggang hingga amber tua. Panggang pada 200 °C selama 40 menit. Permukaan harus amber tua, tepi renyah dan terkaramelisasi, sedangkan pusat matang penuh dan tidak terasa seperti adonan mentah. Mentega dan gula cair sangat panas; lindungi tangan serta lengan saat menangani loyang.

  6. Lepaskan sebelum karamel mengeras. Biarkan di loyang selama 5 menit, kemudian gunakan sekitar 5 menit untuk melepas kue dengan hati-hati memakai sarung tangan tahan panas. Dinginkan lagi 15 menit sebelum dipotong. Kue harus terlepas saat karamel masih lentur dan mempertahankan bentuk bulat. Jangan menyentuh tepi sirup karena karamel panas dapat menyebabkan luka bakar berat.

Penyajian dan perencanaan

Kiat praktis

Penyajian dan perencanaan

Sajikan dalam 8 potong, sedikit hangat atau pada suhu ruang. Kontras antara tepi karamel renyah dan pusat berlapis paling jelas pada hari pemanggangan.

Penyajian dan perencanaan

Dinginkan sepenuhnya sebelum ditutup. Bila ingin mengembalikan tekstur tepi, hangatkan potongan di oven bersuhu sedang, bukan microwave.

Penyajian dan perencanaan

Mentega tawar yang ditambah garam mengubah keseimbangan air dan salinitas. Penggunaan tersebut harus disebut sebagai adaptasi, bukan dianggap sama dengan karakter mentega asin yang menentukan hidangan ini.

Penyimpanan

Paling baik pada hari pemanggangan. Setelah benar-benar dingin, tutup dan simpan pada suhu ruang yang sejuk selama 1 hari.

Cara memanaskan kembali

Renyahkan potongan beberapa menit dalam oven bersuhu sedang. Hindari microwave bila ingin mempertahankan tepi karamel renyah.

Persiapan lebih awal

Adonan dapat menyelesaikan fermentasi pertama lebih awal pada hari yang sama dan didinginkan sebentar sebelum laminasi. Paket mentega-gula yang sudah dilipat sebaiknya tidak dibiarkan berjam-jam karena gula yang larut membuat lapisan lengket.

Substitusi

Mentega tawar ditambah garam dapat bekerja sebagai adaptasi, tetapi tidak setara dengan mentega asin yang baik karena keseimbangan air dan rasa asinnya berubah.

Substitusi

Jangan menggunakan pastri lapis siap pakai atau adonan croissant untuk hidangan dengan identitas persiapan yang sama.

Pemecahan masalah

Pemecahan masalah

  • Mentega bocor saat digilasMentega terlalu hangat atau adonan terlalu tipis; hentikan dan dinginkan sebelum melanjutkan.
  • Kue melekat keras pada loyangKaramel terlalu lama mendingin di loyang; hangatkan dasar sebentar dan lepaskan dengan sangat hati-hati.
  • Permukaan masih pucatKaramelisasi belum cukup; lanjutkan pemanggangan sampai tanda amber tua tercapai, bukan berhenti pada warna pastri yang masih pirang.
Informasi gizi per porsi

Informasi gizi per porsi

  • Takaran saji1 dari 8 potong
  • Kalori468 kcal
  • Karbohidrat56,4 g
  • Protein4,2 g
  • Lemak25,7 g
  • Serat1,1 g
  • Natrium399 mg
Alergen dan keamanan pangan

Alergen dan keamanan pangan

Alergen: Gluten; susu.

Keamanan: Jangan mencicipi adonan ragi mentah.

Keamanan: Gula karamel dan mentega panas dapat menyebabkan luka bakar serius.

Keamanan: Dinginkan sebelum disimpan dan jaga sisa makanan tetap tertutup.

Tanya jawab

Tanya jawab

Mengapa tidak memakai adonan croissant?

Kouign-amann dibuat dari adonan roti beragi dengan laminasi mentega dan gula yang sangat berat, sehingga struktur remah dan karamel berbeda.

Mengapa kue dilepas begitu cepat?

Setelah istirahat singkat, gula masih lentur. Ketika benar-benar dingin, karamel dapat mengeras kuat pada logam.

Penutup

Penutup

  • Hasil: Kue mentega Bretagne bulat dari adonan roti beragi, dilaminasi mentega asin dan gula, dilipat dua kali, lalu dipanggang sampai amber tua dan terkaramelisasi.
  • Teknik penentu: Samakan kelenturan mentega sejuk dengan adonan sejuk sebelum proses penggilasan.