Fallue normande — roti ragi Norman berbentuk oval pipih
Fallue normande, yang juga ditulis falue, termasuk keluarga roti ragi kaya lemak dari Normandia, bukan brioche tinggi yang dipanggang di dalam cetakan. Identitas regionalnya terutama terkait dengan Bessin, kawasan Saint-Lô, dan Coutances. Bentuknya lebar dan rendah, berupa oval bebas yang mengembang lembut di atas loyang, dengan sayatan dekoratif dangkal, kulit berwarna keemasan tua, serta remah pucat yang halus dan berpori merata.
Kekayaan adonannya berasal dari beberapa bahan sekaligus. Telur memberi struktur dan warna, mentega membuat remah empuk, sementara susu dan crème fraîche menambah kelembutan tanpa menjadikan adonan cair. Karena lemak dan gula memperlambat perkembangan gluten serta fermentasi, urutan pencampuran penting: bentuk struktur adonan lebih dahulu, lalu masukkan mentega lunak secara bertahap sampai adonan elastis dan mampu menahan gas selama dua tahap fermentasi.
Fermentasi pertama membangun aerasi internal; fermentasi kedua memberi volume pada oval yang sudah dibentuk tanpa membuatnya rapuh. Olesan telur-susu dan sayatan dangkal memberi tampilan akhir khas roti panggang. Setelah matang, dinginkan selama 60 menit di rak sebelum mengiris agar remah benar-benar stabil. Di Normandia, fallue kerap disajikan bersama teurgoule, tetapi pendamping itu tidak termasuk dalam bahan maupun perhitungan gizi resep ini.


