Poulet de Loué à la crème dengan Jasnières dan jamur
Poulet de Loué terikat pada Loué dan tradisi unggas Sarthe, sehingga ayam bernama tersebut menjadi bagian utama dari identitas hidangan. Sausnya dibangun dari Jasnières, anggur putih lokal, jamur, dan bawang sebelum crème fraîche serta kuning telur memberi lapisan akhir. Kombinasi ini membentuk karakter Sarthe yang jelas dan tidak meniru saus krim sangat pekat seperti pada Poulet de Bresse.
Ayam diberi lapisan tepung tipis lalu dicokelatkan dalam campuran minyak zaitun dan mentega. Jasnières direduksi sebelum ayam kembali untuk braise perlahan. Bawang putih kecil dibiarkan utuh, sedangkan bawang bombai iris dan jamur memberi badan pada saus. Setiap potongan unggas harus mencapai 74 °C pada bagian paling tebal sebelum dipindahkan keluar untuk tahap liaison akhir.
Liaison adalah tahap paling sensitif. Crème fraîche, kuning telur, dan pati jagung dicampur dalam keadaan dingin, lalu ditemper dengan saus panas. Setelah dikembalikan ke casserole, saus dipanaskan perlahan sampai 71 °C dan tidak boleh mendidih keras. Cara ini memasak komponen telur sekaligus menjaga saus tetap halus dan tidak pecah.


