Bouillabaisse gaya Marseille dengan rouille dan baguette panggang
Bouillabaisse bukan sekadar sup campur ikan. Praktik Marseille berpusat pada kaldu yang diekstraksi dari rockfish kecil, lalu dilanjutkan dengan pemasakan ikan lebih besar yang memang akan dimakan, bersama kentang, rouille, dan roti. Perbedaan fungsi ini penting di dapur rumah: ikan yang sengaja hancur untuk membangun kaldu memiliki peran berbeda dari potongan yang seharusnya tiba di meja tetap utuh.
Versi rumah tangga ini memakai satu kilogram rockfish kecil untuk ekstraksi kaldu selama satu jam, lalu menyaring cairannya sebelum ikan saji masuk. Monkfish, red scorpionfish, John Dory, dan conger eel dimasukkan bertahap, bukan sekaligus. Kentang dan ikan paling kokoh masuk lebih dulu, sementara potongan yang lebih rapuh hanya membutuhkan menit-menit terakhir. Semua ikan saji harus mencapai 63 °C; dari sisi kualitas, daging harus mudah terkelupas saat ditekan ringan tetapi tetap mempertahankan bentuk potongannya.
Rouille dibuat sebagai emulsi dingin dari kuning telur pasteurisasi, bawang putih, minyak zaitun, lemon, dan cayenne, lalu disimpan pada 4 °C atau lebih rendah. Baguette panggang menjadi dasar yang kokoh untuk olesan. Saat menyajikan, angkat ikan dan kentang ke piring saji hangat, bukan memecahnya di dalam sup, lalu sajikan kaldu secara terpisah. Penyajian dua bagian ini mempertahankan karakter Marseille yang didukung panduan kuliner lokal.


