Rouille de seiche — sotong gaya Sète dalam saus tomat, anggur, dan aïoli
Rouille de seiche dari kawasan Sète dan pesisir Hérault adalah hidangan sotong, bukan saus rouille berwarna jingga yang biasa menyertai bouillabaisse. Warna merah karatnya berasal dari pasta tomat pekat yang dimasak di panci dan dari saus yang direduksi mengelilingi makanan laut. Anggur putih, bawang bombai, bawang putih, thyme, dan sedikit cabai membentuk dasar gurih. Aïoli dari kuning telur pasteurisasi baru diaduk setelah panci diangkat dari api sehingga saus menjadi mengilap dan bulat rasanya tanpa menutupi karakter sotong.
Sotong membutuhkan kurva pemasakan yang disengaja. Potongan 3–4 cm terlebih dahulu masuk ke panci panas agar melepaskan air dan cairan itu menguap. Bawang serta bawang putih kemudian dilunakkan, pasta tomat dimasak singkat untuk menghilangkan rasa mentah, dan anggur putih direduksi sebelum air serta herba ditambahkan. Untuk keamanan, sotong harus melewati 63 °C, tetapi mencapai angka itu saja belum cukup untuk menghasilkan tekstur empuk. Didih kecil selama sekitar 35 menit memberi waktu pada jaringan ikat untuk melunak; pemasakan singkat di tengah rentang tersebut justru dapat menghasilkan tekstur kenyal.
Aïoli dibuat terpisah dari kuning telur pasteurisasi, bawang putih, minyak zaitun, dan air lemon. Emulsi ini tidak boleh direbus bersama saus. Setelah sotong empuk, panci diangkat dari api; sedikit saus digunakan untuk menyesuaikan suhu aïoli sebelum seluruh campuran dikembalikan ke panci. Cara ini menjaga emulsi tetap halus dan rasa bawang putih tetap segar. Anggur putih membawa sulfit, sotong adalah alergen moluska, dan kuning telur menambahkan alergen telur. Simpan sotong tetap dingin sebelum dimasak dan dinginkan sisa makanan tanpa penundaan.


