Potjevleesch: terrine dingin Prancis-Flandria berisi potongan ayam, kelinci, daging anak sapi, dan babi yang dimasak dengan anggur putih, cuka anggur, serta aromatik lalu diset dalam jeli bening.
Potjevleesch berasal dari tradisi Flandria Prancis dan disajikan dingin. Identitasnya terletak pada beberapa jenis daging berwarna pucat yang tetap berbentuk potongan jelas: ayam, kelinci, daging anak sapi, dan babi. Cairan masak yang sedikit asam dari anggur putih, cuka anggur, dan kaldu mengelilingi daging, kemudian diperkuat dengan gelatin agar membentuk jeli yang dapat diiris.
Hidangan ini bukan semur panas dan bukan pula head cheese dari daging cincang. Potongan 4 cm sengaja dipertahankan, sedangkan tulang besar pada kaki belakang kelinci dibiarkan mudah dikenali selama pemasakan agar dapat dikendalikan saat pemindahan. Setelah 150 menit di oven 150 °C, suhu aman tiap daging diverifikasi secara terpisah sebelum cairan disaring.
Pendinginan merupakan bagian yang menentukan, bukan jeda yang bisa dipersingkat. Terrine panas terlebih dahulu didinginkan cepat dalam bak es selama 30 menit, lalu disimpan rata dan tertutup di kulkas selama 720 menit. Jeli harus benar-benar padat sebelum dipotong. Potjevleesch tetap dingin selama penyajian; memanaskannya akan melelehkan jeli dan mengubah identitas teksturnya.


