Cara Membuat dan Melembutkan Kembali Yufka Ekmeği
Yufka ekmeği lebih dari sekadar roti pipih tanpa ragi. UNESCO mengakui budaya bersama dalam membuat dan membagikan roti tipis seperti yufka, pekerjaan yang secara tradisional dibagi di antara anggota keluarga atau tetangga. Satu orang membagi adonan, orang lain menggiling dengan oklava, dan orang lain menjaga sac. Lembaran jadi sengaja dibuat tipis dan kering sehingga satu batch dapat disimpan lalu dilembutkan dengan air sesaat sebelum makan.
Tepung, air, dan garam menghasilkan adonan sedang-kencang tanpa ragi. Pengulenan menciptakan elastisitas yang cukup untuk penggilasan ekstrem, sedangkan istirahat tertutup membuat gluten rileks. Bagi berdasarkan berat agar diameter roti serupa dan mengering dengan laju yang sama. Mulai dengan penggilas biasa, lalu lilitkan lembaran yang melebar pada oklava panjang dan tipis, kemudian gilas ke luar dengan tekanan ringan sampai tipis merata dan tembus cahaya.
Sikat tepung lepas sebelum lembaran menyentuh sac cembung panas atau wajan datar lebar yang dibalik. Setiap sisi hanya perlu beberapa detik: targetnya gelembung kecil dan bintik cokelat pucat, bukan panggangan gelap dan rapuh. Letakkan roti matang terpisah sampai seluruh uap hilang. Menumpuk saat masih hangat memerangkap kondensasi, menghilangkan keuntungan penyimpanan dan menciptakan kondisi untuk jamur.
Yufka kering retak saat dilipat; itu normal. Perciki kedua sisi dengan sedikit air bersih, tumpuk di bawah kain, lalu tunggu sepuluh sampai lima belas menit. Roti harus menjadi lentur tanpa berubah lengket. Lembutkan kembali hanya jumlah yang akan digunakan dan jauhkan lembaran lembap dari tumpukan kering. Saat membungkus keju, sayuran, atau kebab, roti seharusnya dapat ditekuk dengan rapi sambil mempertahankan bintik panggang dan aroma gandumnya.
.webp)
.webp)
.webp)