Šape — kukis kenari dan lemak babi yang didinginkan lalu dipanggang dalam cetakan beralur
Šape adalah kukis kenari kecil bercetak, dinamai dari alur mirip telapak kaki yang ditekan pada adonan. Lemak babi menjadi lemak utama, kenari giling memberi remah kasar bernuansa kacang, sedikit madu menambah aroma dan daya ikat, sedangkan jumlah telur utuh pasteurisasi yang terukur mengikat adonan. Hasilnya bukan kue lembut dan bukan wafer renyah: kukis ideal bersifat short dan empuk, cukup kokoh untuk mempertahankan pola cetakan sekaligus cukup berlemak agar remuk bersih saat digigit.
Titik perencanaan terpenting terjadi sebelum oven dinyalakan. Adonan kaya lemak babi sangat lunak tepat setelah dicampur, dan menekannya ke cetakan logam berdetail pada tahap itu mendorong adonan menempel serta pola menjadi kabur. Pendinginan penuh selama 60 (menit) pada 4 °C mengencangkan lemak, memudahkan pembagian adonan, dan membantu permukaan yang ditekan terlepas dari jari. Cetakan hanya membutuhkan lapisan tipis lemak dan tepung; terlalu banyak tepung akan menumpulkan pola dan meninggalkan permukaan seperti kapur.
Kenari bukan sekadar hiasan di sini. Minyak dan partikel halusnya menghambat pembentukan gluten, memperkuat tekstur rapuh yang menjadi ciri kukis ini. Tepung tetap menyediakan kerangka, sedangkan baking powder memberi pengembangan secukupnya agar remah tidak padat. Karena itu cetakan tidak boleh diisi sampai bibir: adonan memerlukan sedikit ruang untuk mengembang, dan kukis yang naik melewati tepi logam lebih sulit dikeluarkan utuh.
Warna panggang berguna tetapi bukan informasi yang lengkap. Cetakan logam menghantarkan panas dengan cepat, sehingga tepi terbuka dapat berubah keemasan sebelum bagian terdalam kukis selesai set. Penanda penentu adalah bagian dalam yang kering dan matang sepenuhnya, tanpa pusat mentah atau seperti pasta. Setelah titik itu tercapai, kukis dapat dikeluarkan saat masih hangat, ketika lemak masih cukup lunak untuk membantu kukis lepas dari cetakan tanpa retak.
Gula halus ditambahkan pada tahap akhir, ketika kukis masih cukup hangat agar lapisan tipis dapat menempel. Setelah dingin sepenuhnya, aroma kenari menjadi lebih jelas dan remah mengencang. Kukis ini tidak membutuhkan isian atau glasir; daya tariknya terletak pada kontras antara bagian luar berpola, lapisan gula halus, dan bagian tengah lembut kaya kenari.