Ruske kape dengan sponge kakao, krim matang, sisi kelapa, dan tutup cokelat
Ruske kape dibentuk agar menyerupai topi kecil: lapisan sponge bundar membentuk mahkota, krim pucat mengisi bagian tengah dan melapisi sisi, kelapa menciptakan bagian luar putih, sedangkan cokelat hitam berada di atas seperti penutup. Di beberapa daerah, pencuci mulut ini juga disebut šubare, tetapi identitas yang paling berguna terletak pada tampilan dan strukturnya, bukan pada satu formula sponge tertentu.
Sponge kakao membutuhkan aerasi yang cukup agar dapat dipotong menjadi bundaran kecil dengan rapi tanpa menjadi kering. Telur pasteurisasi dikocok bersama gula sampai cukup kental untuk meninggalkan jejak pita, lalu bahan kering dilipat masuk sebelum minyak dan air menyelesaikan adonan. Lembaran dipanggang rata dalam loyang 20 × 30 cm. Pendinginan bukan sekadar jeda kosmetik: sponge yang masih hangat akan tertekan dan robek ketika dipotong dengan cetakan kecil.
Isiannya berupa krim susu matang yang dikentalkan dengan maizena dan kemudian diperkaya mentega. Susu dan gula dipanaskan, larutan pati dikocok masuk, lalu campuran dimasak sampai berbuih dan membentuk lipatan kental. Setelah itu krim dipindahkan ke wadah dangkal yang bersih agar cepat dingin. Mentega dikocok terpisah dan baru digabungkan setelah dasar krim benar-benar dingin, sehingga emulsi tidak menjadi berminyak dan meleleh.
Perakitan bersifat berulang, tetapi setiap tahap memiliki fungsi. Empat puluh bundaran sponge kecil membentuk dua puluh kue. Krim diletakkan di antara pasangan sponge dan sebagai lapisan tipis di sekeliling sisi; kelapa menempel pada lapisan sisi tersebut. Bagian atas dibiarkan relatif bersih agar lapisan tipis cokelat hitam leleh dapat membentuk penutup yang jelas, bukannya hilang di antara kelapa.
Kue berisi ini mudah rusak. Setelah krim susu matang dibuat, dinginkan segera dan simpan pada 4 °C atau lebih rendah. Setelah dirakit, pendinginan selama 90 (menit) mengencangkan krim sisi dan mengeraskan cokelat. Kue kemudian dapat ditangani dengan bersih, tetapi setelah disajikan harus segera dikembalikan ke lemari pendingin dan tidak dibiarkan berjam-jam di meja yang hangat.