Palačinke — panekuk tipis gaya Serbia dengan susu dan air soda
Palačinke di Serbia adalah panekuk tipis dan lentur yang dimaksudkan untuk digulung atau dilipat mengelilingi isian, bukan disajikan sebagai tumpukan tebal. Adonan dasarnya termasuk dalam keluarga luas panekuk Eropa Tengah dan Tenggara, tetapi resep rumahan Serbia lazim menggabungkan susu dengan air biasa atau air soda. Hasil akhirnya harus cukup halus untuk membungkus isian tetapi cukup kuat untuk dibalik tanpa sobek.
Cara praktis untuk menghindari gumpalan adalah memulai hanya dengan sebagian susu. Telur, gula, dan garam dikocok terlebih dahulu; tepung kemudian dimasukkan ke campuran yang lebih kental sehingga whisk dapat memecah kantong bahan kering dengan efisien. Sisa susu, air soda, dan minyak baru ditambahkan setelah dasar tersebut halus. Mencoba mendispersikan tepung langsung ke seluruh volume cairan membuat gumpalan kecil yang membandel lebih mudah terbentuk.
Istirahat 30 (menit) berguna meskipun adonan tidak mengandung ragi maupun bahan pengembang kimia. Selama waktu ini tepung terhidrasi dan campuran menjadi lebih seragam, sementara sebagian busa yang terbentuk saat mengocok mengendap. Air soda tetap menyumbang gelembung halus dan tekstur ringan, tetapi adonan yang sudah diistirahatkan menyebar di wajan dengan lebih mudah diprediksi daripada campuran yang baru dikocok.
Suhu wajan menentukan ketebalan dan warna. Wajan harus cukup panas agar lapisan tipis mulai set seketika, tetapi tidak terlalu panas sehingga titik kontak pertama gosong sebelum adonan sempat diputar menyebar. Satu sendok sayur kecil dituangkan sambil wajan dimiringkan dan diputar. Pada sisi pertama, petunjuk yang berguna adalah permukaan berubah kusam dan tepi mulai terlepas sendiri.
Sisi kedua membutuhkan jauh lebih sedikit waktu karena panekuk sudah matang hampir seluruh ketebalannya. Bercak keemasan kecil sudah cukup. Memasak kedua sisi terlalu lama akan mengeringkan permukaan dan membuat palačinke jadi retak saat digulung. Tumpuk panekuk yang sudah matang begitu keluar dari wajan agar uapnya sendiri mempertahankan kelenturan sampai waktu penyajian.