Lenja Pita sa Jabukama — Pastri Loyang Apel yang Lembut
Lenja pita sa jabukama adalah pastri apel loyang gaya Serbia yang tersusun dari dua lapisan adonan lembut dengan isian apel matang di tengahnya. Meski namanya menggunakan kata pita, strukturnya sangat berbeda dari pai filo gulung: adonannya lebih tebal, rapuh dan mudah remah, lalu hasil akhirnya dipotong menjadi persegi yang rapi. Versi serupa umum dijumpai di Serbia dan tradisi memanggang rumahan Slavia Selatan di negara tetangga.
Adonan mengandalkan mentega dingin, krim asam, dan pencampuran seminimal mungkin. Tepung, baking powder, gula, gula vanila, dan garam dicampur dengan mentega, telur, serta krim asam hanya sampai menyatu. Menguleni hingga elastis justru akan merusak tekstur yang diinginkan karena membentuk terlalu banyak gluten. Membagi dan mendinginkan adonan sebelum digilas membuat mentega lebih kokoh dan lembaran lebih mudah dipindahkan ke loyang tanpa menjadi lembek atau berminyak.
Isian apel dimasak sebelum perakitan. Apel parut terlebih dahulu dilunakkan dan dibiarkan melepaskan sebagian besar sari bebasnya di atas api sedang-kecil. Gula, vanila, kayu manis, jus lemon, dan semolina kemudian ditambahkan di atas api kecil agar kelembapan yang tersisa sedikit terikat, bukan tetap encer. Mendinginkan isian hingga benar-benar dingin sangat penting; buah yang masih hangat akan mulai melelehkan mentega pada adonan bawah sebelum dipanggang dan dapat membuat lapisan tersebut menjadi lembek.
Perakitannya sengaja dibuat sederhana: satu lembar adonan gilas melapisi loyang 20 × 30 cm, isian dingin diratakan, lalu lembar kedua menutupinya tanpa ditarik terlalu tipis. Pastri dipanggang pada 180 °C selama sekitar 40 menit, setelah apel dimasak di atas kompor selama 15 menit. Lapisan atas seharusnya berwarna keemasan pucat hingga sedang dengan tepi yang sedikit berwarna, bukan cokelat tua.
Masa pendinginan singkat membantu lapisan apel mengeras sebelum dipotong, dan potongan akan semakin rapi saat mendekati suhu ruang. Gula bubuk hanya berfungsi sebagai sentuhan akhir, bukan bagian dari struktur. Hasil akhirnya seharusnya memiliki lapisan atas dan dasar yang lembut serta sedikit remah, mengelilingi lapisan apel yang lembap, harum kayu manis, dan cukup kokoh untuk tetap berada di tempat saat dipotong.