Burek sa Mesom dengan Adonan Tarik Tangan dan Daging Sapi
Burek sa mesom dibangun dari dua pekerjaan yang harus bertemu pada saat tepat: adonan elastis yang dapat ditarik hampir transparan dan isian daging yang cukup lembap untuk matang di dalam lapisan tanpa membuatnya lembek. Di Serbia, burek sangat erat dengan toko roti dan sarapan, dan Niš memiliki hubungan yang sangat dalam dengan bentuk bundar. Oven rumah tidak dapat meniru setiap detail toko roti, tetapi prinsip strukturnya tetap sama pentingnya.
Adonan tidak mengandung ragi. Kemampuannya meregang berasal dari perkembangan gluten yang diikuti waktu istirahat. Menguleni selama sepuluh menit memberi tepung cukup struktur untuk ditarik; 45 menit di bawah lapisan tipis minyak membuat struktur itu rileks. Memaksa adonan yang baru diuleni menjadi tipis biasanya berakhir dengan adonan kembali menyusut atau sobek. Bola adonan yang telah cukup istirahat akan mengalah di bawah punggung tangan dan dapat ditarik ke luar hingga kain di bawahnya terlihat.
Isian sengaja tetap sederhana: daging sapi, bawang cincang halus, garam, lada hitam, dan air dingin. Daging tidak dicokelatkan sebelumnya untuk versi ini. Cubitan kecil isian mentah disebarkan di atas adonan agar matang di dalam gulungan dan mengeluarkan sari ke lapisan sekitarnya. Air menjaga campuran tetap longgar, sementara bawang melunak selama pemanggangan daripada berubah menjadi pasta matang yang padat sebelum perakitan.
Minyak diukur, bukan dituangkan bebas. Sebagian melapisi adonan yang sedang istirahat, sisanya membantu peregangan, memisahkan lapisan, dan mencegah loyang lengket. Terlalu sedikit membuat lembaran menempel dan sobek; terlalu banyak akan menggenang di dasar dan menghasilkan burek berat, bukan renyah. Gulungan spiral juga harus cukup longgar agar panas dan uap dapat bergerak melaluinya.
Loyang logam bundar 32 cm memberi tiga bola adonan yang diregangkan cukup ruang untuk membentuk spiral lebar. Panas tinggi penting: pada 220 °C, lapisan tipis mengeras dan kecokelatan sebelum isian sempat melepaskan kelembapan berlebihan. Bagian tengah spiral tetap menjadi titik paling lambat, sehingga warna permukaan saja bukan pengujian akhir. Isian daging sapi di sana harus mencapai 71 °C.
Setelah dipanggang, istirahat selama sepuluh menit tetap berguna meskipun kulit sudah renyah. Uap menyebar kembali melalui lipatan dalam, sari daging mengendap, dan burek dapat dipotong lebih bersih menjadi irisan. Kontras yang dicari adalah permukaan luar rapuh dan keemasan pekat dengan lapisan dalam lentur serta daging sapi lembap yang matang sempurna, bukan pastry yang keras secara seragam.