Makanan Nasional Yunani

Tsoureki — Roti Kepang Manis

Ringkasan resep

Tsoureki — Roti Kepang Manis

Rincian utama resep dari sumber.

CourseBread, Dessert
MasakanGreek
Tingkat kesulitanIntermediate
Porsi
8
Persiapan
20 menit
Memasak
30 menit
Kalori
330 kcal

Resep Yunani

Tsoureki — Roti Kepang Manis

Tsoureki adalah roti kepang manis dan harum yang dipanggang untuk merayakan Paskah Ortodoks Yunani. Secara tradisional dibuat pada Kamis Putih dan dibagikan pada Minggu Paskah, roti ini melambangkan pembaruan dan berakhirnya masa Prapaskah. Adonannya diperkaya mentega, susu, dan telur sehingga menghasilkan remah yang lembut dan ringan. Aromanya yang khas berasal dari mahleb—biji ceri giling dengan aroma lembut almond-ceri—dan mastiha, resin beraroma pinus dari Chios yang memberi sentuhan balsamik halus. Zest jeruk serta sedikit kapulaga atau vanila sering melengkapi aromanya yang hangat dan kompleks.

Tsoureki — Roti Kepang Manis

01 · Ikhtisar

Ikhtisar

Tsoureki adalah roti kepang manis dan harum yang menandai perayaan Paskah Ortodoks Yunani. Secara tradisional dipanggang pada Kamis Putih dan dinikmati pada Minggu Paskah, roti ini kaya makna budaya sekaligus rasa. Adonannya diperkaya mentega, susu, dan telur, dengan remah lembut yang dibumbui ringan menggunakan biji ceri giling (mahleb) dan sejumput mastiha, resin aromatik dari pulau Chios, Yunani. Zest jeruk yang cerah dan sedikit kapulaga juga sering ditambahkan, memberi tsoureki aroma hangat dan kompleks saat dipanggang. Beberapa telur rebus berwarna merah yang terkenal dapat diletakkan di sela kepangan sebelum dipanggang—masing-masing melambangkan kehidupan dan pembaruan. Menjelang pagi Paskah, dapur dipenuhi aroma adonan manis lembut, sitrus, dan rempah. Keluarga mematahkan roti keemasan ini sebagai bagian dari jamuan hari raya; setiap irisannya mengingatkan pada musim semi dan berakhirnya masa Prapaskah.

Meski menyerupai roti enriched lain (misalnya kozunak Bulgaria atau challah Yahudi), tsoureki khas Yunani karena penggunaan mahleb dan terutama mastiha. Rasa mastiha sangat halus—balsamik dengan sedikit nuansa pinus—yang muncul ketika sedikit resin digiling bersama tepung. Bersama mahleb (yang memberi rasa almond pahit dan ceri), rempah ini menciptakan aroma khas tsoureki. Banyak orang Yunani menganggap roti ini sebagai penghubung ke masa lalu: resepnya diwariskan dari generasi ke generasi. Bahkan, tsoureki termasuk keluarga roti hari raya kuno dan kemungkinan berkembang dari makaria Bizantium (roti pemakaman) yang kemudian dibuat manis untuk perayaan. Kini, roti ini menjadi benang yang menghubungkan orang Yunani di tanah air dan diaspora, rasa akrab yang menemani Paskah Yunani di mana pun keluarga berkumpul.

Membuat tsoureki adalah proses lembut yang hampir meditatif. Adonan enriched dicampur dan diuleni hingga lembut dan sedikit lengket, lalu dibiarkan mengembang perlahan selama beberapa jam—kadang di oven hangat atau dekat kompor—hingga volumenya dua kali lipat. Waktu proofing yang panjang menghasilkan tekstur empuk seperti bantal. Setelah mengembang, adonan dibagi menjadi tali-tali lalu dikepang longgar agar masih memiliki ruang untuk pengembangan akhir. Sebelum dipanggang, kepangan dioles telur wash dan ditaburi wijen atau almond iris, yang menjadi cokelat keemasan dan renyah di oven. Pemanggangan selama 30-menit menghasilkan roti dengan kulit mahoni mengilap dan bagian dalam lembap serta elastis.

Setelah keluar dari oven, tsoureki paling nikmat pada hari pembuatannya. Sajikan hangat atau pada suhu ruang. Secara tradisional roti ini dibagikan di meja Paskah bersama domba panggang, salad Yunani, dan feta, tetapi sisa tsoureki juga sangat cocok dijadikan French toast yang harum atau bread pudding lembut seperti custard. Bahkan sepotong kecil tsoureki memiliki kehangatan yang menenangkan—rasa musim semi Yunani dan reuni keluarga yang penuh suka cita. Remah lembut, rasa mentega kaya, dan nuansa adas-almond yang halus membuat setiap gigitan terasa meriah. Baik Anda memanggangnya untuk gereja, keluarga, atau sekadar menjaga tradisi berharga tetap hidup, resep tsoureki ini mengajak Anda merasakan semangat abadi pagi Paskah Yunani.

02 · Bahan-bahan

Bahan-bahan

6 cangkir (800 g) tepung roti (tepung gandum berprotein tinggi memastikan adonan lembut dan elastis)
Untuk starter (pagi saat memanggang)
¼ cangkir (40 g) tepung roti (dari jumlah di atas)
¾ cangkir (190 ml) susu berlemak penuh
1 tablespoon ekstrak vanila
1 tablespoon mastiha giling (atau ½ teaspoon kristal mastic, dihancurkan)
1 tablespoon mahleb giling (atau ganti dengan 1¼ teaspoons ekstrak almond)
Untuk campuran ragi
2 tablespoons ragi kering aktif (about 7 g)
¾ cangkir (190 ml) susu berlemak penuh, dihangatkan hingga ~40 °C (104 °F)
1 tablespoon gula pasir
4 tablespoons (about 30 g) tepung roti (dari jumlah di atas)
Untuk adonan
3 large telur (suhu ruang)
1 cangkir (200 g) gula pasir
1 (sendok teh) bubuk pengembang
1 teaspoon kapulaga bubuk
⅛ sendok teh garam
Zest dari 1 large jeruk (diparut halus)
Sisa tepung yang sudah ditakar (sekitar 725 g)
⅓ cangkir (75 g) mentega tawar, dilunakkan dan dipotong dadu
⅓ cangkir (75 g) mentega tawar, dilelehkan (untuk membentuk)
Untuk hiasan
1 large telur dikocok dengan 1 tablespoon susu (egg wash untuk kilap)
2 tablespoons almond iris atau biji wijen

03 · Cara membuat

Cara membuat

Cara membuat

  1. Buat starter (10 menit).

    Dalam panci kecil, campurkan ¼ cangkir tepung, ¾ cangkir susu, vanila, mastiha giling, dan mahleb. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga terbentuk krim kental (sekitar 5–10 menit). Angkat dari api dan dinginkan sepenuhnya.

  2. Aktifkan ragi (10 menit).

    Dalam mangkuk, kocok ¾ cangkir susu hangat, 2 tbsp ragi, 1 tbsp gula, dan 4 tbsp tepung. Diamkan sekitar 10 menit hingga berbuih dan volumenya dua kali lipat.

  3. Siapkan adonan (10–15 menit).

    Dalam mangkuk besar, kocok telur dan 1 cangkir gula dengan kecepatan tinggi hingga kental dan pucat (sekitar 3–4 menit). Tambahkan baking powder, kapulaga, garam, dan zest jeruk lalu aduk sebentar. Masukkan starter yang sudah dingin dan campuran ragi. Tambahkan sisa tepung sedikit demi sedikit dan aduk dengan kecepatan rendah. Naikkan ke sedang-tinggi dan uleni (dengan stand mixer atau tangan) selama 10 menit. Saat mixer tetap berjalan, tambahkan kubus mentega lunak perlahan. Lanjutkan mengocok hingga adonan halus dan terlepas dari mangkuk (adonan akan terasa lengket). Jangan tambahkan tepung ekstra meskipun terlihat lunak.

  4. Pengembangan pertama (3–4 hours).

    Tutup mangkuk dengan handuk dan taruh di tempat hangat. Biarkan adonan mengembang hingga volumenya dua kali lipat (3–4 hours).

  5. Bentuk roti (15 menit).

    Lapisi permukaan kerja dan tangan dengan mentega cair agar tidak lengket. Kempiskan adonan dengan lembut lalu bagi menjadi tiga bagian sama besar (sekitar 500 g masing-masing). Kerjakan satu bagian pada satu waktu, gulung menjadi dua tali panjang. Jepit ujung kedua tali lalu kepang longgar. Ulangi pada bagian lain hingga menghasilkan total tiga roti kepang. Letakkan di loyang berlapis kertas baking.

  6. Pengembangan kedua (1 hour).

    Tutup roti dengan handuk bersih lalu biarkan mengembang lagi di tempat hangat selama sekitar 1 hour, hingga mengembang (tidak perlu benar-benar dua kali lipat).

  7. Panaskan oven hingga 170 °C (338 °F).

    Tempatkan rak di bagian tengah.

  8. Hias dan panggang (30 menit).

    Oles setiap roti dengan telur wash. Taburi rata dengan almond iris atau wijen. Panggang selama 25–30 menit, putar posisi loyang di tengah waktu pemanggangan, hingga setiap roti berwarna cokelat keemasan tua dan terdengar berongga saat diketuk. Jika terlalu cepat kecokelatan, tutup longgar dengan foil.

  9. Dinginkan dan sajikan.

    Biarkan tsoureki dingin di rak setidaknya 20–30 menit sebelum diiris. Bungkus irisan dengan plastik agar tetap lembut. (Roti tetap empuk selama beberapa hari.)

04 · Nilai gizi

Nilai gizi

Kalori
330 kcal