Makanan Nasional Yunani

Lakerda – Irisan Bonito yang Diawetkan dengan Garam

Ringkasan resep

Lakerda – Irisan Bonito yang Diawetkan dengan Garam

Rincian utama resep dari sumber.

CourseAppetizer, Meze
MasakanGreek
Tingkat kesulitanHard
Porsi
6
Persiapan
30 menit
Kalori
130 kcal

Resep Yunani

Lakerda – Hidangan Pembuka Bonito Asin Yunani dengan Minyak Zaitun & Lemon

Lakerda pada dasarnya adalah bonito Yunani yang diawetkan dengan garam, sehingga “resepnya” lebih berupa proses daripada kegiatan memasak. Proses dimulai dengan mengambil fillet bonito segar lalu menggaraminya untuk pengawetan. Langkah-langkahnya: 1. Siapkan ikan: Buang tulang, potong bonito menjadi bagian seukuran steak (tebal sekitar 1-inch), lalu bilas hingga bersih. 2. Awetkan dengan garam: Susun ikan berlapis-lapis dengan banyak garam laut kasar (serta daun salam jika digunakan) dalam wadah kedap udara atau mangkuk nonreaktif. Tekan dengan pemberat atau piring untuk mengeluarkan kelembapan. Simpan di lemari es atau tempat sejuk selama 7–15 hari, balik atau susun ulang dengan garam baru di pertengahan proses bila perlu. 3. Bilas dan kering-anginkan: Setelah pengawetan selesai, rendam ikan sebentar dalam air untuk membuang kelebihan garam, lalu tepuk hingga kering. Kering-anginkan fillet di lemari es selama beberapa jam hingga padat. 4. Iris dan sajikan: Potong bonito yang sudah diawetkan menjadi irisan tipis atau kubus. Susun di piring saji, siram banyak minyak zaitun berkualitas tinggi, lalu tambahkan daun mint yang disobek atau tangkai dill bila suka. Sajikan segera bersama irisan lemon dan merica.

Lakerda – Irisan Bonito yang Diawetkan dengan Garam

01 · Ikhtisar

Ikhtisar

Lakerda adalah meze tradisional Yunani bernilai tinggi yang dibuat dari bonito yang diawetkan dengan garam (sejenis ikan besar yang menyerupai tuna). Persiapannya dilakukan dengan mengawetkan potongan tebal bonito segar dalam garam atau air garam selama beberapa hari hingga dagingnya padat dan rasanya sangat pekat. Setelah siap, irisan lakerda disajikan sederhana dengan siraman minyak zaitun extra virgin dan air lemon segar. Hasilnya adalah hidangan pembuka yang sangat gurih, sedikit tajam, dan menonjolkan karakter murni ikan. Dinikmati perlahan bersama potongan kecil roti serta ditemani ouzo atau wine, lakerda menggambarkan cara masyarakat Yunani menikmati makanan dan minuman bersama teman.

Teknik pengawetan ikan kuno ini dahulu sangat penting sebelum adanya lemari pendingin. Komunitas pesisir Yunani, terutama di sekitar Laut Aegea, sejak lama mengawetkan bonito (dan ikan besar lainnya) agar hasil tangkapan dapat dinikmati sepanjang tahun. Prosesnya sederhana tetapi panjang: bonito ditangkap pada akhir musim semi atau musim panas ketika kandungan lemak ikan lebih tinggi. Setelah difillet dan dibelah terbuka, daging ikan disusun berlapis dengan garam laut kasar dalam wadah lalu diberi pemberat. Selama beberapa hari hingga beberapa minggu di lingkungan sejuk, kelembapan tertarik keluar dari ikan sehingga rasanya menjadi lebih pekat dan teksturnya lebih padat. Dalam beberapa resep keluarga, daun salam atau cuka dapat ditambahkan untuk memberi aroma.

Lakerda yang sudah jadi memiliki warna merah muda-jingga tembus cahaya dan tekstur padat seperti steak. Di atas piring, tampilannya hampir menyerupai sashimi atau lox (salmon asap). Biasanya lakerda diiris tipis agar orang dapat mengunyah perlahan dan menikmati kedalaman rasanya. Rasa asin dari proses pengawetan jauh berkurang setelah ikan dicuci; yang tersisa adalah rasa kaya dan gurih dengan sedikit nuansa laut. Minyak zaitun extra virgin memberi kelembutan dan sentuhan buah, sedangkan lemon segar memberi kontras yang cerah. Beberapa butir merica yang dipecahkan atau caper dapat ditambahkan, tetapi hidangan ini sering dibiarkan sangat sederhana—sebagai bukti kualitas ikannya.

Lakerda merupakan salah satu sajian utama musim panas Yunani dan lazim disajikan di taverna tepi laut maupun pesta di halaman rumah. Hidangan ini sering dikeluarkan sebagai apero (camilan sebelum makan) bersama saus celup seperti tzatziki atau taramasalata. Di banyak daerah, lakerda dipasangkan dengan ouzo atau tsipouro—minuman beralkohol beraroma adas manis yang aromanya melengkapi ikan awetan. Sepiring lakerda untuk dinikmati bersama mengundang percakapan dan suasana santai. Berbagi hidangan ini menjadi bagian dari pengalaman: setiap orang mengambil satu irisan, memeras sedikit lemon, lalu menikmatinya perlahan.

Kini, membuat lakerda di rumah merupakan pekerjaan penuh kesabaran karena membutuhkan waktu dan ruang. Bagi sebagian besar juru masak rumahan, lebih mudah membeli irisan bonito yang sudah diawetkan dari toko khusus atau deli. Namun memahami tradisi di baliknya membuat hidangan ini semakin dihargai. Ikan harus sangat segar sejak awal (sering kali langsung diproses utuh setelah ditangkap), dan proses pengawetan mengikuti ritme musim—misalnya berkaitan dengan Paskah atau festival musim panas ketika makanan awetan hadir di meja.

Singkatnya, lakerda mencerminkan penghormatan Yunani terhadap hasil laut dan bahan-bahan sederhana. Hidangan ini sekaligus merupakan makanan rakyat yang bersahaja (cara mengawetkan sisa hasil tangkapan) dan delicacy yang sangat dihargai. Mereka yang mencobanya akan merasakan kekayaan tekstur berminyak dan bagaimana rasa bertahan di lidah. Ini adalah hidangan yang mengajarkan kesabaran: proses pengawetannya membutuhkan waktu, tetapi suapan akhirnya memberi kepuasan. Jika Anda menyukai daging atau ikan awetan, lakerda adalah persembahan Yunani dalam kategori protein yang diawetkan.

02 · Bahan-bahan

Bahan-bahan

2–3 pounds steak bonito atau tuna albakora segar (tebal sekitar 1–1.5 inches)
3–4 cups garam laut kasar (tanpa yodium)
4–5 daun salam (opsional)
½ cup cuka putih (opsional, dapat diganti dengan tambahan minyak/lemon)
Minyak zaitun (extra virgin), untuk penyajian
Lemon segar, potong menjadi irisan (untuk diperas)
Herba segar (mint, dill, atau oregano), untuk hiasan (opsional)
Merica hitam bubuk, untuk membumbui (sesuai selera)

03 · Cara membuat

Cara membuat

Cara membuat

  1. Siapkan wadah

    Pilih wadah nonreaktif (kaca atau keramik) yang cukup besar untuk menampung ikan dalam satu atau dua lapisan. Buat lapisan garam tebal di bagian dasar. Jika suka, letakkan beberapa daun salam di dalam garam untuk menambah aroma.

  2. Lapisan garam dan ikan

    Bilas steak ikan lalu tepuk hingga kering. Letakkan ikan di atas garam dengan memberi jarak antarbagian. Tutupi setiap steak sepenuhnya dengan garam kasar, lalu taburkan sedikit lagi di atasnya. Daun salam atau merica utuh dapat ditambahkan di antara lapisan untuk memberi rasa.

  3. Beri pemberat dan awetkan

    Letakkan piring datar atau loyang kecil di atas ikan, kemudian beri pemberat yang berat (seperti kaleng atau stoples) agar menekan ke bawah. Pemberat ini akan memaksa kelembapan keluar dari ikan menuju garam di bawahnya. Pindahkan wadah ke lemari es atau ruangan sejuk (50–60°F). Biarkan mengawet selama 7–10 hari, sesekali buang cairan yang terkumpul (air garam berwarna merah muda) dan tambahkan garam baru jika terlalu banyak yang larut.

  4. Periksa dan balik

    Setelah satu minggu, periksa ikan—ikan seharusnya sudah mengeluarkan kelembapan tetapi masih tampak lembap. Bilas satu potong dengan hati-hati di bawah air dingin untuk mencicipi tingkat keasinannya. Jika terlalu asin, rendam atau bilas dalam campuran cuka-air (1:4 cuka terhadap air) selama beberapa menit. Jika kurang asin (kemungkinan kecil), taburkan lebih banyak garam. Balik steak lalu garami kembali kedua sisinya selama 2–3 hari lagi bila perlu.

  5. Keringkan ikan

    Setelah proses pengawetan selesai dan rasanya sudah tepat, bilas potongan ikan hingga bersih untuk membuang kelebihan garam (meskipun rasanya akan tetap cukup asin). Tepuk kering dengan tisu dapur. Letakkan di rak atau piring dan kering-anginkan di lemari es (tanpa penutup) selama beberapa jam hingga permukaannya agak lengket tetapi tidak basah. Langkah ini memadatkan bagian luar.

  6. Iris dan sajikan

    Dengan pisau tajam, iris lakerda melintang menjadi potongan tipis atau kubus seukuran sekali gigit. Susun irisan di piring saji. Siram cukup banyak minyak zaitun extra-virgin dan peras lemon di atasnya. Taburkan sedikit merica yang baru dipecahkan. Hiasi dengan daun mint yang disobek atau dill bila suka. Lakerda kini siap dimakan.

  7. Tips penyajian

    Secara tradisional, lakerda dibawa ke meja dengan lapisan minyak tipis dan rasa lemon yang segar. Setiap orang dapat menambahkan lemon atau merica sesuai selera. Hidangan ini dimaksudkan untuk dinikmati perlahan bersama potongan kecil roti sambil menyeruput ouzo atau wine di sela-sela suapan.

04 · Nilai gizi

Nilai gizi

Kalori
130 kcal