Kuliner Nasional Kroasia

Keju Pegunungan Cetina “Cetinski sir”

Ringkasan resep

Keju Pegunungan Cetina “Cetinski sir”

Rincian utama resep dari sumber.

CourseHidangan pembuka
MasakanCroatian
Tingkat kesulitanIntermediate
Porsi
10
Persiapan
45 menit
Memasak
30 menit
Kalori
300 kcal

Resep Kroasia

Keju Pegunungan Cetina “Cetinski sir”

Keju Pegunungan Cetina (Cetinski sir) adalah keju rumah tani pedesaan Kroasia dari kawasan Sungai Cetina, dibuat dari susu murni hangat, rennet, dan air garam sederhana yang harum. Metode ini menghasilkan roda keju kecil dengan bagian dalam padat namun lembut, dapat diiris rapi, dan memiliki rasa seimbang antara sedikit asam, asin yang jelas, serta sentuhan padang rumput. Resepnya membutuhkan pemanasan susu secara hati-hati, fase koagulasi singkat, pemotongan dadih secara perlahan lalu pemanasan ulang, kemudian pengepresan dan perendaman dalam air garam semalaman. Pekerjaan aktif selesai dalam sekitar satu jam, sedangkan sisanya berlangsung melalui tahap-tahap istirahat yang tenang. Keju jadi cocok untuk piring campuran, sandwich, atau sebagai aksen gurih pada hidangan hangat.

Keju Pegunungan Cetina (Cetinski Sir) – Keju Rumah Tani Dalmatia

01 · Ikhtisar

Ikhtisar

Keju Pegunungan Cetina, yang secara lokal dikenal sebagai Cetinski sir, membawa cita rasa pedalaman Dalmatia dalam sebuah roda kecil berwarna pucat. Keju ini termasuk keluarga keju rumah tani pedesaan yang lahir dari kebutuhan, bukan kemewahan: keluarga di lembah Sungai Cetina memiliki susu segar, iklim yang berubah-ubah di antara pengaruh pesisir dan pedalaman, serta kebutuhan untuk mengawetkan sumber gizi bagi hari-hari berikutnya. Solusinya sederhana tetapi cerdas—susu hangat dibekukan dengan rennet, ditekan ke dalam cetakan kecil, lalu diistirahatkan dalam air garam sampai dadih memiliki karakter yang cukup kuat untuk berdiri sendiri di samping roti, daging awetan, dan anggur.

Bentang alam di sekitar Sungai Cetina menyatukan padang rumput pegunungan, dinding batu rendah, dan petak-petak kecil tempat sapi dan domba merumput pada vegetasi campuran. Pola penggembalaan itu membentuk rasa susu. Pada musim semi dan awal musim panas, susu terasa lebih cerah dan harum, dengan sedikit aroma herba yang langsung terbawa ke dalam keju. Pada bulan-bulan dingin, rasanya menjadi lebih dalam dan membulat. Cetinski sir mencerminkan perubahan musiman tersebut dengan cara yang halus. Rasanya tidak pernah menjadi agresif atau terlalu tajam, tetapi juga tidak tenggelam di atas piring.

Keju ini berada di antara keju petani segar dan roda keju semi-keras muda. Bagian dalamnya berwarna putih gading, dengan gigitan yang padat tetapi tetap lentur sehingga dapat dipotong menjadi irisan bersih. Keju ini tidak rapuh seperti keju keras tua; sebaliknya, teksturnya menyerah lembut di bawah pisau dan memperlihatkan permukaan halus dengan lubang-lubang kecil tak beraturan tempat whey sebelumnya bergerak melalui dadih. Rasanya seperti susu dan sedikit asam, dengan batas rasa asin yang jelas dari air garam. Di bawahnya terdapat sentuhan padang rumput—sering digambarkan sebagai berumput atau herbal.

Keluarga di wilayah Cetina secara tradisional membuat keju ini dalam batch kecil menggunakan susu apa pun yang tersedia dari pemerahan hari itu. Susu sapi menjadi dasar di banyak rumah, meski campuran dengan susu domba atau kambing juga ditemukan di beberapa desa. Metodenya tetap sederhana: hangatkan susu perlahan, campurkan rennet, tunggu hingga gel lembut terbentuk, potong dadih, hangatkan kembali secara perlahan, lalu masukkan ke cetakan dan tekan. Air garam, yang kadang diberi aroma daun salam, butiran lada, atau tangkai herba lokal, menyelesaikan proses dengan membumbui sekaligus memadatkan permukaan keju.

Di dapur modern, pendekatan ini mudah disesuaikan dengan panci berat, termometer sederhana, dan cetakan improvisasi yang dilapisi kain keju. Resep di bawah mengikuti logika rumah tani tersebut sambil menambahkan target suhu dan waktu yang lebih jelas. Struktur dan rasa Cetinski sir tetap dihormati, tetapi sebagian perkiraan dihilangkan dengan memberikan rentang pemanasan yang tepat, kadar garam untuk larutan brine, serta panduan mengenai lamanya mengepres dan merendam keju.

Versi ini cocok bagi juru masak yang menyukai proyek langsung yang menghargai kesabaran. Sebagian besar pekerjaan aktif berlangsung sekitar satu jam di depan kompor dan meja dapur; sisanya berjalan sendiri saat keju ditekan dan beristirahat dalam air garam. Hasilnya adalah roda keju kompak yang dapat diiris rapi untuk papan keju, terasa alami dalam hidangan sarapan bersama roti dan zaitun, atau dapat diremukkan lembut di atas sayuran panggang dan polenta. Keju ini sekaligus merupakan makanan rumah tani sehari-hari dan penghormatan tenang terhadap padang rumput pegunungan di sekitar Cetina.

02 · Bahan-bahan

Bahan-bahan

Untuk Keju
Susu sapi murni, 4 liter — Sebaiknya segar dan bukan UHT; kandungan lemak lebih tinggi menghasilkan keju yang lebih kaya dan creamy.
Rennet cair, 1.5–2 ml — Kekuatannya berbeda menurut merek; periksa label dan sesuaikan sedikit bila sangat kuat atau lemah.
Garam tanpa yodium, 1 sendok teh — Untuk membumbui dadih secara ringan sebelum dicetak.
Yogurt tawar, 2 sendok makan (opsional) — Menambah rasa asam ringan dan membantu perkembangan keasaman pada susu pasteurisasi.
Air tanpa klorin, 50 ml (dingin) — Untuk mengencerkan rennet sebelum dimasukkan ke susu.
Untuk Air Garam
Air, 1.5 liter — Sebaiknya tanpa klorin; air tersaring atau air mata air bekerja dengan baik.
Garam tanpa yodium, 180–200 g — Membuat larutan garam 12–13% yang membumbui dan memadatkan bagian luar keju.
Daun salam, 2 — Aroma khas Dalmatia untuk keju dalam air garam.
Butiran lada hitam, 8–10 — Menambah sentuhan rempah lembut pada air garam.
Rosemary atau sage segar, 1 small (tangkai kecil) (opsional) — Untuk aroma herba yang lembut; hilangkan jika menginginkan rasa yang lebih ringan.

03 · Cara membuat

Cara membuat

Cara membuat

  1. Siapkan Susu dan Starter

  2. Hangatkan susu

    Tuangkan 4 liter susu ke panci lebar berdasar tebal dan panaskan perlahan dengan api kecil hingga sedang-kecil sampai 32°C, aduk sesekali agar tidak gosong.

  3. Tambahkan yogurt (opsional)

    Jika digunakan, kocok 2 sendok makan yogurt dengan satu sendok sayur susu hangat, lalu aduk campuran ini kembali ke dalam panci dan diamkan 10 menit pada 32°C.

  4. Encerkan rennet

    Dalam cangkir kecil, campurkan 1.5–2 ml rennet dengan 50 ml air dingin hingga tercampur rata.

  5. Koagulasikan dan Potong Dadih

  6. Tambahkan rennet

    Aduk susu hangat perlahan dengan gerakan naik-turun, tuangkan rennet encer selama 15–20 s (detik), lalu berhenti mengaduk dan tutup panci.

  7. Biarkan dadih terbentuk

    Diamkan tanpa diganggu pada 32°C selama 35–45 menit, sampai permukaannya memberikan patahan bersih ketika celah kecil diangkat dengan pisau atau jari.

  8. Potong dadih

    Dengan pisau panjang, potong dadih menjadi kubus 2–3 cm, pertama satu arah, lalu tegak lurus, kemudian secara diagonal untuk mencapai lapisan bawah.

  9. Masak Dadih

  10. Diamkan dadih yang telah dipotong

    Biarkan kubus dadih beristirahat selama 5–10 menit agar whey sedikit naik.

  11. Panaskan perlahan

    Naikkan suhu dari 32°C menjadi 38°C selama 20 menit sambil mengaduk lembut dengan sendok berlubang agar kubus bergerak bebas tetapi tidak pecah.

  12. Padatkan dadih

    Pertahankan pada 38°C selama 5–10 menit sambil sesekali diaduk, sampai potongan dadih terasa sedikit kenyal dan menyusut sedikit.

  13. Tiriskan dan Cetak

  14. Siapkan cetakan

    Lapisi satu atau dua cetakan berlubang atau saringan kecil dengan kain keju bersih, sisakan kain berlebih di tepinya.

  15. Pindahkan dadih

    Sendokkan dadih bersama sedikit whey ke dalam cetakan yang telah disiapkan, isi secara merata lalu lipat kain di atasnya.

  16. Tiriskan whey berlebih

    Biarkan cetakan berdiri di atas baki selama 20–30 menit agar cairan mengalir bebas pada suhu ruang.

  17. Tekan Keju

  18. Berikan beban ringan

    Letakkan piring datar atau cakram di atas dadih yang dibungkus dan beri beban ringan (sekitar 1–1.5 kg); tekan selama 1 h (jam) sambil sesekali membuang whey.

  19. Tambah tekanan

    Balik keju di dalam kain, pasang kembali piring, lalu tingkatkan beban menjadi 2–3 kg; tekan selama 3–4 h (jam), balik sekali lagi bila memungkinkan.

  20. Garam permukaan

    Buka bungkus keju, taburkan 1 sendok teh garam ke permukaannya, lalu gosok ringan di sekeliling sisi sebelum didiamkan lagi selama 30 menit.

  21. Siapkan dan Gunakan Air Garam

  22. Buat air garam

    Dalam panci, hangatkan 1.5 liter air hanya sampai suam-suam kuku, larutkan 180–200 g garam, lalu dinginkan ke suhu ruang dan tambahkan daun salam, butiran lada, serta herba.

  23. Rendam keju

    Letakkan keju dalam wadah bersih dan tuangkan air garam yang sudah dingin sampai terendam sepenuhnya; gunakan piring kecil agar tetap terendam bila perlu.

  24. Rendam keju dalam air garam

    Dinginkan dan biarkan dalam air garam selama 12–18 h (jam) untuk hasil lebih ringan, atau hingga 24 h (jam) untuk kulit yang lebih padat dan asin.

  25. Selesaikan dan Simpan

  26. Keringkan permukaan

    Angkat keju dari air garam, tepuk kering dengan kain bersih, lalu diamkan di rak di tempat sejuk atau lemari es selama 4–6 h (jam) agar bagian luar mengering.

  27. Iris dan sajikan

    Setelah permukaan terasa kering dan sedikit padat, potong menjadi irisan atau bentuk baji dan sajikan, atau bungkus lalu simpan di lemari es hingga 5–7 hari.

04 · Nilai gizi

Nilai gizi

Kalori
300 kcal