Kuliner Nasional Kroasia
Domba Panggang Dalmatia

Ringkasan resep
Domba Panggang Dalmatia
Rincian utama resep dari sumber.
- Porsi
- 6
- Persiapan
- 25 menit
- Memasak
- 135 menit
- Kalori
- 650 kcal
Resep Kroasia
Domba Panggang Dalmatia (Dalmatinska Janjetina)
Domba panggang Dalmatia versi oven ini terinspirasi dari Dalmatinska janjetina tradisional, tetapi tetap realistis untuk dapur rumah. Paha dan bahu domba bertulang diasinkan lebih awal, diselipi bawang putih, lalu dilumuri rosemary, lemon, dan minyak zaitun. Daging dipanggang di atas lapisan kentang dan bawang bombai yang menyerap lemak domba, anggur putih, serta kaldu, sehingga bagian dalamnya lembut dan tepinya renyah. Paparan panas tinggi singkat memberi warna pada permukaan, lalu dilanjutkan pemanggangan lebih rendah dan stabil untuk menghasilkan irisan empuk yang mudah dipotong rapi. Hidangan ini cocok untuk makan siang Minggu, Paskah, atau jamuan ketika satu loyang dapat memberi makan kelompok kecil dengan sedikit pekerjaan di menit terakhir. Rasanya lugas, menonjolkan domba, dan khas pesisir, sekaligus cukup seimbang untuk ditemani salad sederhana dan anggur lokal.

01 · Ikhtisar
Ikhtisar
Di sepanjang pesisir Dalmatia, seekor domba muda utuh yang berputar perlahan di atas api kayu sudah menandakan acara istimewa jauh sebelum hidangan sampai ke meja. Aroma lemak yang menetes ke bara panas, bunyi kulit yang mulai melepuh, dan irama suara keluarga di sekitar halaman semuanya menegaskan bahwa ini adalah makanan untuk berkumpul, bukan untuk disantap sendirian. Domba panggang Dalmatia, atau Dalmatinska janjetina, menjadi pusat makan siang Minggu, hari raya, dan perayaan musim semi, biasanya disajikan bersama kentang yang perlahan menyerap setiap tetes cita rasa.
Versi tradisional mengandalkan tusuk panggang dan kayu bakar pilihan, sering kali ditangani oleh juru masak keluarga yang paling berpengalaman atau oleh spesialis di konoba pinggir jalan di sepanjang pesisir dan kepulauan. Dombanya biasanya masih muda dan relatif kecil, dengan rasa lembut, serat halus, serta lapisan lemak tipis yang membasahi daging selama dipanggang. Bumbunya sederhana: garam, lada hitam, bawang putih, satu atau dua tangkai rosemary, mungkin daun salam atau irisan lemon. Tujuannya bukan menutupi rasa domba, melainkan membingkainya.
Dapur rumah jarang memiliki ruang untuk tusuk panggang utuh, tetapi rasa dan teksturnya dapat didekati dengan mengejutkan melalui pemanggangan oven yang terkontrol. Versi ini menggunakan paha atau kombinasi paha dan bahu, semuanya bertulang. Pemberian garam lebih awal memungkinkan bumbu masuk ke dalam daging alih-alih hanya berada di permukaan. Panas tinggi pada awal pemanggangan membentuk warna pada kulit dan lemak luar, sedangkan suhu yang lebih rendah dan stabil memberi waktu bagian dalam menjadi empuk tanpa mengering. Termometer instan membantu menentukan saat yang tepat untuk mengeluarkan domba, apakah bagian tengah diinginkan masih merah muda atau matang penuh.
Kentang di sini lebih dari sekadar pelengkap. Dipotong menjadi irisan tebal dan disebarkan di loyang, kentang berada di bawah domba dan menangkap lemak yang menetes, bersama anggur putih, kaldu, serta sari yang terkumpul selama pemanggangan. Irisan bawang bombai menjadi lunak dan seolah meleleh ke dalam loyang, memberi rasa manis pada kentang dan jus panggangan. Saat domba mencapai suhu untuk dipotong, kentangnya sudah lembut seperti krim di dalam dan keemasan di tepi, dengan permukaan mengilap karena sari loyang.
Ini bukan hidangan yang dibuat terburu-buru. Hidangan ini cocok untuk hari ketika dapur dapat bekerja dengan ritmenya sendiri dan waktu makan menunggu panggangan, bukan sebaliknya. Meski begitu, metodenya sederhana: satu loyang utama, satu potong besar daging, dan segenggam bahan yang sering muncul dalam masakan Dalmatia—minyak zaitun, bawang putih, lemon, dan rosemary. Resepnya mudah disesuaikan untuk berbagai kesempatan. Satu paha utuh cocok untuk makan siang keluarga besar. Bahu yang lebih kecil pas untuk akhir pekan yang lebih tenang, dengan sisa daging yang dapat digunakan untuk sandwich, salad, atau pasta sederhana.
Yang membedakan versi ini adalah keseimbangan antara keaslian dan kepraktisan. Profil rasanya mengikuti kebiasaan pesisir: aromatik secukupnya, minyak zaitun yang baik, serta rasa manis alami domba dan kentang. Metodenya sesuai oven modern sambil mempertahankan semangat pemanggangan lambat yang bersifat sosial. Disajikan dengan salad hijau, blitva (Swiss chard dengan kentang), atau cukup daun bawang segar dan roti, loyang domba dan kentang ini membawa sepotong Dalmatia ke meja tanpa membutuhkan tusuk panggang di halaman.
02 · Bahan-bahan
Bahan-bahan
- Untuk Domba
- 2–2.5 kg paha dan/atau bahu domba bertulang — gunakan domba muda bila memungkinkan; buang hanya lemak permukaan yang tebal dan sisakan lapisan tipis untuk membasahi daging
- 2½ sdt garam laut halus — untuk membumbui daging dan permukaannya
- 1 sdt lada hitam yang baru digiling — sesuaikan saat mengiris jika perlu
- 6–8 siung bawang putih, kupas — untuk diselipkan ke daging dan dicampur dengan kentang
- 2–3 sprigs rosemary segar — petik daunnya; batang dapat dimasukkan ke loyang
- 1 sdt oregano kering (opsional) — mencerminkan kebiasaan sebagian keluarga pesisir yang menyukai perpaduan rempah
- 1 sdm parutan kulit lemon halus — dari 1 lemon tanpa lapisan lilin, untuk aroma bukan rasa asam
- 3 Tbsp (sdm) minyak zaitun extra-virgin — untuk melapisi domba dan membantu pencokelatan
- Untuk Kentang dan Jus Loyang
- 1.5 kg kentang bertekstur waxy atau serbaguna, kupas — potong menjadi irisan tebal; varietas yang tetap kokoh paling cocok
- 2 m bawang bombai kuning ukuran sedang (sekitar 300 g), iris — memberi rasa manis dan kekayaan pada jus loyang
- 3 Tbsp (sdm) minyak zaitun extra-virgin — untuk melapisi kentang dan bawang bombai
- 200 ml anggur putih kering — anggur bergaya segar dari pesisir cocok untuk hidangan ini; untuk versi tanpa alkohol, gunakan kaldu ditambah sedikit perasan lemon
- 300 ml kaldu domba atau ayam ringan, atau air — menjaga loyang agar tidak kering sekaligus membangun rasa pada kentang
- 2 daun salam — idealnya segar; versi kering juga dapat digunakan
- ½ tsp (sdt) garam laut halus — untuk kentang (tambahkan lagi sesuai selera)
- ¼ sdt lada hitam yang baru digiling — untuk kentang
- Untuk Penyelesaian dan Penyajian
- Irisan lemon, untuk penyajian — tamu dapat menambahkan kesegaran pada irisan mereka
- Rosemary segar atau peterseli daun datar, cincang (opsional) — taburkan ringan di atas domba yang sudah diiris
- Garam laut serpihan (opsional) — bumbu akhir untuk irisan daging dan kentang
03 · Cara membuat
Cara membuat
Cara membuat
Siapkan Domba
Keringkan domba dan sayat lemaknya -
Tepuk domba hingga kering dengan tisu dapur lalu, menggunakan pisau tajam, sayat ringan lapisan lemak membentuk pola silang tanpa memotong hingga daging.
Bumbui daging lebih awal -
Gosokkan 2 sendok teh garam laut halus dan 1 sendok teh lada hitam ke seluruh permukaan domba, tekan bumbu ke dalam sayatan dan celah; simpan di lemari es tanpa tutup atau tertutup longgar selama 2–12 h (jam).
Buat pasta bawang putih-rempah -
Sesaat sebelum memanggang, cincang halus bawang putih bersama daun rosemary dan parutan kulit lemon, lalu campurkan 3 sendok makan minyak zaitun dan oregano kering hingga menjadi pasta agak cair.
Selipi domba dengan bawang putih dan rempah -
Dengan ujung pisau, buat kantong-kantong kecil pada bagian domba yang lebih tebal; masukkan sedikit pasta rempah ke setiap kantong lalu oleskan sisanya ke seluruh bagian luar.
Siapkan Kentang dan Loyang
Panaskan oven dan siapkan loyang -
Panaskan oven hingga 220°C (425°F). Oles tipis loyang panggang besar dan berat yang cukup menampung domba dengan ruang di sekelilingnya.
Bumbui kentang dan bawang bombai -
Sebarkan irisan kentang dan bawang bombai di loyang, taburi ½ sendok teh garam dan ¼ sendok teh lada, lalu siram dengan 3 sendok makan minyak zaitun; aduk hingga seluruhnya terlapisi minyak dan bumbu.
Tambahkan anggur, kaldu, dan aromatik -
Tuangkan anggur putih dan kaldu di sekitar kentang, selipkan daun salam dan sisa batang rosemary, lalu ratakan kentang agar membentuk lapisan yang seragam.
Letakkan domba di atas kentang -
Letakkan domba langsung di atas kentang dengan sisi lemak menghadap ke atas. Jika menggunakan dua potongan yang lebih kecil, susun dalam satu lapisan agar udara dapat bersirkulasi.
Panggang Domba
Mulai dengan panas tinggi -
Panggang pada 220°C (425°F) selama 20 menit, hingga permukaan domba berwarna keemasan pekat dan cairan loyang mendidih kuat.
Turunkan suhu dan lanjutkan memanggang -
Turunkan suhu oven menjadi 170°C (340°F). Panggang selama 1½–1¾ jam, siram domba dengan sari loyang setiap 25–30 menit dan balik kentang jika lapisan atas lebih cepat kecokelatan daripada bagian lain.
Periksa kematangan dengan termometer -
Mulai periksa suhu internal pada bagian domba yang paling tebal setelah 1 h (jam) pada suhu rendah. Targetkan sekitar 60–63°C (140–145°F) untuk medium rare atau 70°C (160°F) untuk matang penuh, dengan mengingat bahwa suhu akan naik sedikit saat daging diistirahatkan.
Lindungi permukaan bila perlu -
Jika kulit atau lemak menjadi terlalu gelap sebelum bagian dalam mencapai suhu target, tutupi domba secara longgar dengan foil dan lanjutkan memanggang.
Istirahatkan, Selesaikan, dan Sajikan
Istirahatkan domba -
Pindahkan domba ke piring saji atau talenan hangat, tutup longgar dengan foil, lalu istirahatkan selama 20–25 menit agar sari daging tersebar kembali.
Kurangi dan sesuaikan jus loyang -
Saat domba beristirahat, periksa kentang. Jika cairan di loyang terlalu banyak, letakkan loyang di atas api sedang di kompor dan didihkan 5–8 menit sambil diaduk perlahan hingga cairan sedikit mengental dan melapisi kentang.
Iris dan hias -
Iris domba melintang terhadap serat menjadi potongan tebal atau lepaskan potongan lebih kecil dari tulangnya, susun di atas atau di samping kentang, sendokkan sedikit jus loyang, lalu akhiri dengan sedikit taburan rempah cincang, garam serpihan, dan irisan lemon di sisi piring.
04 · Nilai gizi
Nilai gizi
- Kalori
- 650 kcal