Kuliner Nasional Austria

Frittatensuppe

Ringkasan resep

Frittatensuppe

Rincian utama resep dari sumber.

CourseSoups
MasakanAustrian
Tingkat kesulitanMudah
Porsi
4
Persiapan
30 menit
Memasak
40 menit
Kalori
300 kcal

Resep Austria

Frittatensuppe

Frittatensuppe menunjukkan perpaduan antara kesederhanaan dan kehalusan; tampilannya sederhana, tetapi setiap unsur dibuat dengan perhatian. Pita-pita tipis panekuk telur dan tepung, dipotong dengan rapi, mengapung di atas kaldu bening berwarna keemasan yang beraroma lembut bawang bombai dan daun salam. Sedikit peterseli segar cincang di atas setiap porsi memberi aroma hijau yang ringan sekaligus kontras warna terhadap rona hangat sup. Dalam kesederhanaannya yang elegan, hidangan ini menawarkan rasa nyaman sekaligus bersih: setiap suapan menghadirkan tekstur lembut tepi panekuk lalu disusul rasa kaldu yang jernih dan gurih. Proses pembuatannya dilakukan dengan terukur. Adonan dari telur kocok, tepung yang diayak, susu, dan mentega cair, dibumbui ringan dengan garam serta lada hitam yang baru digiling, lalu dikocok hingga benar-benar halus. Dalam wajan yang diberi sedikit minyak di atas api sedang, panekuk setipis kertas dimasak hingga bagian bawahnya berwarna keemasan pucat; masing-masing kemudian digulung dan diiris tipis menjadi frittaten yang seragam. Sementara itu, kaldu sapi atau ayam dipanaskan perlahan bersama bawang bombai iris, daun salam, dan setangkai peterseli, cukup sekitar lima hingga tujuh menit agar aromanya menyatu tanpa menutupi rasa kaldu. Saat disajikan, kaldu dituangkan ke mangkuk, frittaten dibagi merata, lalu ditaburi peterseli. Baik sebagai hidangan pembuka maupun hidangan utama yang ringan, Frittatensuppe hanya memerlukan roti berkulit renyah atau roti lembut sebagai pendamping untuk menjadi sajian sederhana namun berkesan.

Frittatensuppe (Resep Langkah demi Langkah) - Makanan Nasional Austria

01 · Ikhtisar

Ikhtisar

Frittatensuppe, salah satu bagian yang disukai dari gastronomi Austria, mencerminkan warisan kuliner mendalam negara pegunungan di Eropa Tengah ini. Dianggap sebagai hidangan nasional klasik, Frittatensuppe lebih dari sekadar sup. Hidangan ini menonjolkan kesederhanaan bahan dasarnya sekaligus memperlihatkan kekayaan rasa dan makna budaya, sehingga menangkap esensi masakan rumahan Austria.

Pada dasarnya, Frittatensuppe adalah kaldu sapi bening yang diberi irisan panekuk tipis, yang di Austria juga berkaitan dengan palatschinken. Meski relatif mudah dibuat, karakter rasanya yang kuat membuat hidangan ini tetap digemari dari generasi ke generasi. Panekuknya dibuat seperti crêpe yang tipis dan gurih, dimasak hingga berwarna cokelat keemasan muda. Setelah agak dingin, panekuk digulung dengan hati-hati lalu diiris menjadi pita-pita halus sebelum dimasukkan ke kaldu panas sesaat sebelum disajikan. Hasilnya adalah permainan tekstur yang menarik: panekuk yang lembut dan elastis menyerap kaldu kaya umami, menciptakan hidangan yang menenangkan sekaligus memuaskan.

Austria tidak diragukan lagi merupakan tempat hidangan ini berkembang, tetapi pengaruhnya juga terasa di daerah sekitarnya. Frittatensuppe memiliki kemiripan erat dengan Flädle dari Baden-Württemberg di Jerman selatan. Di kedua wilayah, gagasan memadukan bahan sederhana namun gurih seperti panekuk dan kaldu bening menunjukkan kecerdikan masakan regional yang disempurnakan selama berabad-abad. Versi Jerman yang dikenal sebagai Flädlesuppe juga menggunakan pita tipis dari panekuk gurih dalam kaldu bening atau consommé sapi. Berakar pada tradisi Eierkuchen atau panekuk telur, hidangan ini juga dapat disebut Eierkuchen Suppe dalam bahasa Jerman.

Istilah “frittaten” berasal dari kata Italia frittata, yang berarti “digoreng” dan biasanya berkaitan dengan masakan Italia berbasis telur. Hubungan ini menyoroti interaksi budaya yang kompleks yang secara historis turut membentuk masakan Austria. Kata frittata sendiri tetap penting dalam tradisi kuliner Italia, terutama untuk omelet yang memiliki kemiripan tertentu dengan panekuk Austria yang digunakan dalam Frittatensuppe.

Selain sebagai hidangan sederhana, Frittatensuppe memiliki nilai budaya yang kuat di Austria. Makanan ini bahkan muncul dalam karya sastra. Penulis Austria terkenal Thomas Bernhard, yang dikenal karena humor tajam dan kritik sosialnya, menggunakan Frittatensuppe sebagai unsur berulang dalam karyanya. Dalam drama Der Theatermacher (“Pembuat Teater”), Bernhard menggambarkan seorang aktor yang kecewa ketika berkeliling provinsi Austria dan mengeluhkan mutu Frittatensuppe yang ditemuinya. Meski bernuansa humor, kritik itu menegaskan pentingnya hidangan ini dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Austria. Kunjungan Bernhard yang sering ke sebuah penginapan tertentu di Gaspoltshofen, yang dikenal karena Frittatensuppe-nya, bahkan ikut mendorong bentuk wisata kuliner tersendiri. Para pengunjung datang untuk menikmati sup sekaligus memahami hubungan Bernhard dengan hidangan tersebut dan tempatnya dalam budaya makan Austria.

Pentingnya Frittatensuppe bagi masyarakat Austria semakin kuat dari waktu ke waktu. Saat ini, hidangan ini menjadi salah satu simbol kebanggaan kuliner nasional dan sering disajikan baik di rumah maupun restoran di seluruh negeri. Frittatensuppe bukan hanya menghadirkan rasa dari resep yang dicintai, tetapi juga mencerminkan sejarah dan kebiasaan masyarakat yang memandang makanan sebagai penghubung penting dengan warisan dan orang-orang yang menikmatinya.

Keunggulan utama hidangan ini adalah kesederhanaannya. Frittatensuppe mencerminkan masakan yang hangat dan mengenyangkan, yang menenangkan batin sekaligus tubuh. Baik disantap pada hari musim dingin yang sejuk maupun dalam acara meriah, hidangan ini menjadi contoh klasik tentang kenyamanan yang dapat lahir dari bahan-bahan paling sederhana. Seperti Austria sendiri, Frittatensuppe memiliki sejarah kaya yang terus diceritakan dari satu mangkuk ke mangkuk berikutnya.

02 · Bahan-bahan

Bahan-bahan

Untuk panekuk (Frittaten)

2 large (butir telur besar)
1 cangkir tepung terigu serbaguna
1 cangkir susu
1 sendok makan mentega, dilelehkan
Sejumput garam
Lada hitam yang baru digiling (opsional)

Untuk Kaldu

4 cangkir kaldu sapi atau ayam (sebaiknya buatan sendiri atau berkualitas baik)
1 small (bawang bombai kecil), kupas dan belah dua
1-2 lembar daun salam
Peterseli segar, cincang (untuk hiasan)

03 · Cara membuat

Cara membuat

Siapkan panekuk (Frittaten)

  1. Dalam mangkuk, kocok telur, tepung, susu, mentega cair, sejumput garam, dan lada hingga menjadi adonan yang halus.

  2. Panaskan wajan antilengket di atas api sedang dan olesi tipis dengan mentega atau minyak.

  3. Tuangkan sedikit adonan ke wajan hingga membentuk lapisan tipis, lalu putar wajan agar adonan tersebar merata.

  4. Masak selama 1-2 menit hingga tepinya mulai terangkat, lalu balik panekuk dan masak lagi selama 30 s (detik) hingga 1 menit.

  5. Angkat panekuk dan sisihkan. Ulangi dengan sisa adonan hingga menghasilkan sekitar 3-4 panekuk.

Iris panekuk

  1. Setelah panekuk agak dingin, tumpuk lalu gulung rapat.

  2. Gunakan pisau tajam untuk mengirisnya menjadi pita tipis (sekitar 1/4 inci lebar). Pita-pita ini disebut Frittaten.

Siapkan Kaldu

  1. Dalam panci besar, panaskan kaldu sapi atau ayam hingga mendidih perlahan.

  2. Masukkan belahan bawang bombai dan daun salam ke panci lalu biarkan kaldu mendidih perlahan selama sekitar 5-7 menit agar rasa menyatu. Jika menginginkan rasa lebih kuat, biarkan sedikit lebih lama.

  3. Angkat bawang bombai dan daun salam sebelum disajikan.

Susun sup

  1. Tuangkan kaldu panas ke dalam mangkuk.

  2. Masukkan segenggam Frittaten atau irisan panekuk ke setiap mangkuk.

  3. Hiasi dengan peterseli segar untuk menambah rasa dan warna.

04 · Nilai gizi

Nilai gizi

Kalori
300 kcal