Kuliner Nasional Angola

Kizaca (Saka-Saka)

Ringkasan resep

Kizaca (Saka-Saka)

Rincian utama resep dari sumber.

CourseMain
MasakanAngolan, African
Tingkat kesulitanMudah
Porsi
4
Persiapan
10 min
Memasak
50 min
Kalori
450 kcal

Resep Angola

Kizaca (Saka-Saka) – Semur Kacang & Daun Singkong Angola

Semur Kizaca ini memadukan daun singkong rebus dengan kacang tanah menjadi saus yang lembut dan gurih. Mulailah dengan mencuci dan mencincang daun singkong, lalu rebus dalam air hingga benar-benar empuk (sekitar 20–30 min). Tiriskan lalu tumbuk kasar daunnya. Dalam panci lain, tumis bawang bombai cincang, bawang putih cincang, dan cabai potong dadu (sesuai selera) dalam minyak sawit sampai harum. Masukkan daun tumbuk ke panci lalu aduk dengan beberapa tablespoon selai kacang (encerkan dengan sedikit air). Aduk rata dan tuangkan sedikit air atau kaldu, lalu masak perlahan selama 10–15 min hingga saus mengental. Bumbui dengan garam, merica, dan sedikit cuka atau air jeruk nipis. Jika diinginkan, tambahkan ikan asap suwir atau udang sebelum disajikan. Sendokkan kizaca di atas nasi kukus atau funge. Hasil akhirnya adalah semur hijau zamrud yang kaya, bercita rasa kacang, dan menghangatkan dari dalam.

Kizaca (Saka-saka) – Daun singkong yang dimasak perlahan dengan minyak sawit, bawang putih, dan sering kali kacang tanah; dapat menjadi lauk atau hidangan utama tanpa daging.

01 · Ikhtisar

Ikhtisar

Kizaca (kadang dieja Quizaca atau Kisaca) adalah semur kesayangan Angola yang dibuat dari daun singkong dan kacang tanah. Sering digambarkan sebagai saus kacang hijau yang mengenyangkan, hidangan ini secara alami ramah vegetarian tetapi dapat ditambah ikan atau daging asap untuk kedalaman rasa. Sayuran daun direbus hingga empuk, lalu dicampur dengan bahan aromatik tumis (bawang bombai, bawang putih, cabai) dan selai kacang sehingga menjadi saus kental bercita rasa kacang. Sedikit minyak sawit (atau minyak sayur) memberi warna karat yang kaya pada semur. Secara keseluruhan rasanya bersahaja, agak pedas, dan lembut dari kacang. Di rumah-rumah Angola, kizaca muncul baik pada makan malam keluarga maupun pertemuan istimewa. Sangat cocok dengan nasi putih polos (atau funge, bubur singkong lokal) dan pendamping yang segar.

Hidangan ini mencerminkan perpaduan pertanian lokal dan sejarah kolonial Angola. Singkong, yang awalnya dibawa dari Brasil melalui perdagangan Portugis, tumbuh subur dalam iklim Angola dan daun mudanya menjadi bahan pokok. Masyarakat lokal belajar membuat daun yang berserat menjadi enak disantap melalui perebusan panjang. Pengaruh Portugis tampak pada penggunaan kacang tanah (bahan Dunia Baru yang populer di Brasil) dan cuka untuk menyeimbangkan rasa. Varian klasik, kizaca com peixe, menambahkan ikan asin atau asap (atau udang) pada akhir memasak. Untuk santapan vegetarian sepenuhnya, cukup gunakan sayuran hijau, kacang, dan rempah.

Untuk membuat kizaca, daun singkong terlebih dahulu dibersihkan dan direbus sampai lunak. Setelah itu daun dicincang halus atau ditumbuk. Secara terpisah, bawang bombai cincang, bawang putih, dan cabai ditumis dalam minyak. Daun yang telah lunak dan selai kacang kemudian diaduk bersama sedikit air atau kaldu hingga mencapai kekentalan yang diinginkan. Setelah dimasak perlahan 10–15 min, semur mengental dan rasanya menyatu. Sering kali sedikit cuka atau sitrus ditambahkan di akhir untuk menyegarkan rasa. Kizaca yang matang terasa gurih dan menenangkan, benar-benar mencerminkan masakan rumahan Angola. Lihat resep di bawah untuk petunjuk langkah demi langkah membawa semur hijau bergizi ini ke meja Anda.

02 · Bahan-bahan

Bahan-bahan

Daun singkong ~4 cups dipadatkan (segar, disuwir) atau 500g pulp daun singkong beku. (Pengganti: kale atau bayam yang sudah diblansir.)
Selai kacang 3–4 tbsp (halus) atau gunakan ½ cup kacang sangrai giling yang dibuat menjadi pasta.
Minyak sawit 2 tbsp (atau minyak sayur) memberi warna dan rasa autentik.
Bawang bombai 1 medium (ukuran sedang), cincang halus.
Bawang putih 2 cloves, dicincang.
Cabai segar 1 small (seperti cabai rawit (bird’s eye) atau jalapeño), dicincang halus – sesuaikan dengan selera.
Air atau kaldu 1–2 cups (untuk mengatur kekentalan).
Garam dan merica sesuai selera.
Cuka atau air lemon 1–2 tsp (ditambahkan di akhir). Menyeimbangkan kekayaan rasa.
Opsional Ikan asap suwir, udang matang, atau daging babi potong dadu (100–150g) – menambah kedalaman rasa asap.
Hiasan (opsional) Peterseli atau daun bawang cincang.

03 · Cara membuat

Cara membuat

Cara membuat

  1. Rebus daun singkong

    (20–30 min). Dalam panci besar, tutupi daun singkong dengan air, tambahkan sejumput garam (dan ½ tsp soda kue jika tersedia agar lebih cepat lunak). Didihkan, lalu kecilkan api dan masak perlahan dalam keadaan tertutup sampai daun sangat empuk. Tiriskan daun dengan baik lalu cincang atau tumbuk kasar. Buang kelebihan cairan.

  2. Tumis bahan aromatik

    (5 min). Panaskan minyak sawit dalam panci yang sama atau wajan dengan api sedang. Masukkan bawang bombai cincang, bawang putih, dan cabai; masak sampai bawang transparan dan harum.

  3. Campurkan daun dan kacang

    (2 min). Masukkan kembali daun singkong tumbuk ke panci. Tambahkan selai kacang sambil diaduk dan pecah-pecah agar tercampur rata. Tuangkan 1 cup air atau kaldu untuk membentuk saus.

  4. Masak semur perlahan

    (10–15 min). Bumbui dengan garam dan merica, serta daun salam jika ada. Biarkan campuran mendidih perlahan sambil sesekali diaduk agar tidak lengket. Tambahkan lebih banyak air jika terlalu kental—semur seharusnya bersaus tetapi tidak encer.

  5. Selesaikan dan sajikan

    (5 min). Angkat dari api lalu masukkan cuka atau air jeruk nipis untuk memberi kesegaran. (Jika memakai ikan atau daging, masukkan sekarang dan panaskan hingga seluruhnya hangat.) Cicipi dan sesuaikan bumbu. Hiasi peterseli atau daun bawang jika diinginkan. Sajikan kizaca panas di atas nasi atau fufu.

04 · Nilai gizi

Nilai gizi

Kalori
450 kcal