Venezuela, secara resmi Republik Bolivarian Venezuela, mencakup wilayah seluas 916,445 satuan kilometer persegi di tepi utara Amerika Selatan, menghadap Laut Karibia dan Atlantik tropis. Negara ini berbatasan dengan Kolombia di barat dan barat daya, Brasil di selatan, serta Guyana di timur; Venezuela mempersengketakan batas tahun 1899 dengan Guyana dan mengklaim wilayah Guayana Esequiba di sebelah barat Sungai Essequibo, perkara yang masih berada di hadapan Mahkamah Internasional. Caracas, yang berada di lembah pegunungan dekat pantai Karibia, adalah ibu kotanya. Bentang alam negara ini terbagi tegas: cekungan Danau Maracaibo terletak di barat laut; Andes Venezuela dan jajaran pesisir Karibia membentuk busur di utara; Llanos menempati dataran rendah Orinoco; sementara Dataran Tinggi Guiana yang purba mendominasi selatan dan tenggara. Pico Bolívar menjulang hingga sekitar 4,978 meter di Andes Mérida, sedangkan di selatan Orinoco, tepui batu pasir menjulang di atas Gran Sabana sebelum sungai bercabang di Delta Orinoco yang luas.
Iklim Venezuela lebih mengikuti relief daripada sekadar garis lintang. Sebagian besar dataran rendah beriklim tropis dan hangat sepanjang tahun, tetapi ketinggian menghasilkan kondisi yang jauh lebih sejuk di Andes dan tepui tinggi, sementara pesisir Karibia, Semenanjung Paraguaná, serta sebagian Lara-Falcón jauh lebih kering dibandingkan wilayah selatan yang lembap. Llanos memiliki musim hujan yang tegas, terkait pergeseran musiman Zona Konvergensi Intertropis, dan musim kemarau yang mengubah padang rumput tergenang menjadi dataran yang kekurangan air. Curah hujan meningkat tajam menuju Dataran Tinggi Guiana, hulu Orinoco, dan sebagian cekungan Maracaibo, sedangkan distrik pesisir semikering bergantung pada hujan yang tidak teratur. Perbedaan ini menentukan kalender tanam, perpindahan ternak, tinggi muka sungai, dan produksi hidroelektrik. Kekeringan dapat mengurangi pembangkitan dari sistem Caroní, sementara hujan musiman yang intens menimbulkan banjir di Llanos dan delta. Karena itu, variabilitas iklim berinteraksi dengan infrastruktur air, listrik, dan transportasi yang sudah tidak merata, alih-alih memengaruhi semua wilayah secara sama.
Secara ekologis, Venezuela menghubungkan Andes, Karibia, hutan Amazon-Guiana, dan sabana Orinoco sehingga menciptakan keragaman habitat yang luar biasa. Data Bank Dunia yang bersumber dari FAO menempatkan tutupan hutan sekitar 52.2% dari luas daratan pada 2022, terutama terkonsentrasi di selatan Orinoco dan dataran tinggi lembap lainnya. Taman Nasional Canaima mencakup sekitar 3 megahektare (sekitar tiga juta hektare); kira-kira dua pertiganya terdiri atas formasi tepui, dan tebing-tebingnya mencakup Angel Falls. Cagar Biosfer Delta Orinoco melindungi alur sungai, hutan rawa, lahan basah, dan lingkungan estuari, sementara pegunungan utara memiliki hutan awan dan ekosistem pesisir yang lebih kering. Pertanian lebih terkonsentrasi di Llanos, lembah Andes, dan dataran rendah utara-tengah, dengan peternakan sapi, jagung, padi, tebu, pisang raja, kopi, dan kakao. Tekanan lingkungan tidak merata: pencemaran minyak telah memengaruhi daerah produksi, sementara penambangan legal dan ilegal di Bolívar dan Amazonas meningkatkan deforestasi, gangguan sungai, dan konflik yang memengaruhi wilayah masyarakat Adat di Arco Minero del Orinoco.
Jauh sebelum kekuasaan Spanyol, wilayah ini dihuni banyak masyarakat yang beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda, bukan satu sistem politik atau budaya tunggal. Masyarakat penutur bahasa Arawak dan Karib menempati kawasan luas di pesisir, dataran, dan cekungan sungai, sedangkan komunitas Andes Venezuela, termasuk lingkungan budaya Timoto-Cuica, mengembangkan pertanian menetap yang sesuai dengan lembah dan lereng pegunungan; komunitas Warao terkait erat dengan Delta Orinoco, sementara banyak kelompok lain menghuni Perisai Guiana dan hulu Orinoco. Ekspedisi Spanyol mencapai pantai pada akhir abad kelima belas, tetapi penaklukan dan pemukiman berlangsung tidak merata akibat perlawanan masyarakat Adat, medan yang sulit, dan tidak adanya negara-negara logam mulia terpusat seperti yang ditemukan di bagian lain Amerika Spanyol. Produksi kolonial akhirnya berpusat pada kakao, peternakan, dan komoditas tropis lainnya, dengan mengandalkan orang Afrika yang diperbudak serta tenaga kerja paksa dan bebas. Caracas menjadi pusat administratif dan komersial utama, dan Mahkota Spanyol menggabungkan beberapa provinsi ke dalam Kapten Jenderal Venezuela pada 1777. Integrasi itu membantu membentuk kerangka wilayah tempat gerakan kemerdekaan muncul setelah krisis Napoleon mengguncang Spanyol.
Sebuah junta di Caracas menggulingkan gubernur kolonial pada 1810, dan tujuh provinsi menyatakan kemerdekaan pada 5 Juli 1811, tetapi republik pertama runtuh di tengah kekalahan militer, perpecahan internal, dan konflik sosial. Perang berkepanjangan menyusul, dengan kemerdekaan diamankan secara militer pada 1821 ketika pasukan Venezuela menjadi bagian dari Republik Kolombia yang lebih besar, yang biasanya disebut Gran Colombia. Ketegangan regional dan sulitnya memerintah bekas wilayah yurisdiksi Spanyol dari Bogotá turut menyebabkan bubarnya Gran Colombia, dan Venezuela muncul sebagai republik terpisah pada 1830. Sebagian besar abad kesembilan belas ditandai politik caudillo, konflik sipil, dan institusi nasional yang lemah. Eksploitasi minyak bumi berskala besar pada awal abad kedua puluh mengubah keuangan negara, kota, dan hubungan luar negeri, terutama di bawah pemerintahan otoriter yang terpusat. Setelah jatuhnya kediktatoran Pérez Jiménez pada 1958, pemerintahan sipil terpilih beroperasi dalam tatanan politik Punto Fijo; minyak bumi dinasionalisasi pada 1976. Guncangan ekonomi, ketimpangan, dan kekecewaan politik kemudian melemahkan sistem tersebut, dan konstitusi 1999, mengganti nama negara menjadi Republik Bolivarian Venezuela. Dekade-dekade berikutnya membawa perluasan intervensi negara, polarisasi politik, konflik kelembagaan, dan, setelah pertengahan 2010s, krisis ekonomi serta migrasi yang parah.
Minyak tetap menjadi fakta struktural utama ekonomi modern Venezuela. U.S. Energy Information Administration melaporkan cadangan minyak mentah terbukti sekitar 303 pada 2023, dengan angka tersebut dinyatakan dalam miliar barel, total nasional terbesar di dunia, yang sebagian besar berupa minyak ekstra-berat di Sabuk Orinoco. Namun besarnya cadangan tidak otomatis menghasilkan produksi: kurangnya investasi, hilangnya kapasitas teknis, memburuknya fasilitas, pilihan kebijakan, dan sanksi internasional menurunkan produksi secara tajam dari puncak-puncak sebelumnya. Minyak bumi dan produk terkait masih mendominasi ekspor barang serta penerimaan devisa sektor publik, sementara gas alam, petrokimia, besi, emas, dan mineral lain memperluas basis sumber daya. Pertanian dan manufaktur lebih kecil dibandingkan masa upaya diversifikasi terdahulu, dan rumah tangga serta perusahaan telah menyesuaikan diri dengan bertahun-tahun inflasi, depresiasi mata uang, serta transaksi informal atau terkait dolar yang luas. UNCTAD memperkirakan pertumbuhan PDB riil sebesar 6.2% pada 2024, setelah kontraksi ekstrem pada dekade sebelumnya, tetapi pemulihan tetap dibatasi kebutuhan investasi, paparan sanksi, layanan publik yang lemah, dan ketergantungan pada hidrokarbon. Pola perdagangan juga dapat berubah cepat mengikuti keputusan sanksi dan perizinan.
Sensus nasional terbaru yang telah dipublikasikan secara lengkap tetap sensus 2011, yang mencatat 27,227,930 penduduk; jumlah setelah itu merupakan estimasi yang sangat dipengaruhi arus migrasi luar biasa besar. Perkiraan Bank Dunia dan sumber terkait PBB menempatkan nilai 28.5 mewakili populasi dalam jutaan pada 2025, setelah penurunan sejak pertengahan 2010s yang diikuti stabilisasi moderat. Menurut UNHCR, nilai 7.9 mewakili jumlah pengungsi dan migran Venezuela dalam jutaan yang tinggal di luar negeri pada Desember 2025, sebagian besar di wilayah lain Amerika Latin dan Karibia. Venezuela juga sangat terurbanisasi: World Development Indicators menempatkan proporsi penduduk perkotaan sekitar 89.3% pada 2025. Penduduk terkonsentrasi di koridor pesisir utara-tengah dan Andes, di sekitar Danau Maracaibo, serta di pusat-pusat minyak dan industri utama, sementara Amazonas, Delta Amacuro, dan sebagian besar Bolívar berpenduduk jarang. Caracas mendominasi administrasi dan jasa nasional; Maracaibo, Valencia, Barquisimeto, Maracay, dan Ciudad Guayana merupakan pusat perkotaan besar lainnya. Sistem federal terdiri atas 23 subwilayah berstatus negara bagian, Distrik Ibu Kota, dan Dependensi Federal, dengan munisipalitas di bawahnya.
Bahasa Spanyol adalah bahasa nasional yang dominan serta bahasa pemerintahan, pendidikan, dan sebagian besar media, tetapi konstitusi juga mengakui bahasa-bahasa Adat bagi masyarakat Adat, mencerminkan lanskap multibahasa yang mencakup komunitas Wayuu, Warao, Pemón, Yanomami, dan lainnya. Agama didominasi Kekristenan, terutama Katolik Roma, bersama gereja Protestan dan evangelikal serta tradisi Yahudi, Muslim, Adat, dan lainnya yang lebih kecil; data resmi terkini tidak mendukung persentase nasional yang presisi. Kehidupan budaya mencerminkan interaksi masyarakat Adat, kolonisasi Iberia, keturunan Afrika, pertukaran Karibia, dan migrasi kemudian dari Eropa, Timur Tengah, serta bagian lain Amerika Latin. Musik joropo dan cuatro sangat terkait dengan Llanos, sementara komunitas pesisir dan Afro-Venezuela mengembangkan tradisi musik dan keagamaan tersendiri. Sastra mencakup novel sosial Rómulo Gallegos dan arus-arus berikutnya. Ciudad Universitaria de Caracas karya Carlos Raúl Villanueva, yang dicatat UNESCO pada 2000, merupakan sintesis penting arsitektur modern, perencanaan lanskap, dan seni visual.
Jaringan transportasi dan energi mencerminkan konsentrasi penduduk serta industri di utara. Jalan raya menghubungkan Caracas dengan Valencia, Maracay, Barquisimeto, dan kota-kota barat, sementara jalan jarak jauh melintasi Llanos dan menghubungkan utara yang padat penduduk dengan Ciudad Guayana serta hilir Orinoco; kondisinya kurang konsisten di daerah selatan terpencil dan pedesaan. Kereta api berperan terbatas secara nasional, meski Caracas memiliki metro yang sudah mapan. Perdagangan laut bergantung pada La Guaira, Puerto Cabello, Maracaibo, dan kompleks minyak José, sementara hilir Orinoco mendukung angkutan curah yang terkait dengan Ciudad Guayana. Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía merupakan gerbang internasional utama. Kelistrikan sangat bergantung pada Sungai Caroní: tenaga air memasok sekitar 64% pembangkitan pada 2021, dan pembangkit Guri memiliki kapasitas 10,200 MW. Namun, kemunduran jaringan dan pemadaman telah mengurangi keandalan di luar daerah yang terlayani paling baik. Konektivitas digital pulih lebih kuat, dengan data ITU menunjukkan 76.7% penduduk menggunakan internet pada 2024.
Pentingnya Venezuela di kawasan bertumpu pada garis pantai Karibia, cadangan hidrokarbon yang sangat besar, cekungan Orinoco, perbatasan dengan Kolombia dan Brasil, serta kedekatannya dengan zona minyak lepas pantai Guyana. Venezuela adalah anggota pendiri OPEC dan berpartisipasi dalam kelompok diplomatik Amerika Latin dan Karibia, meskipun hak dan kewajibannya sebagai negara MERCOSUR tetap ditangguhkan. Hubungan dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Kuba, dan negara-negara tetangga di Amerika Selatan dibentuk oleh minyak, sanksi, migrasi, serta sengketa politik. Kontroversi Essequibo yang belum selesai dengan Guyana tetap berada di hadapan Mahkamah Internasional, menambahkan dimensi teritorial pada geopolitik energi kawasan. Di dalam negeri, kendala jangka menengah bersifat struktural: memulihkan infrastruktur minyak dan listrik, menstabilkan harga dan institusi, menarik investasi, mengurangi ketergantungan hidrokarbon, membatasi kerusakan lingkungan akibat ekstraksi, serta menangani dampak emigrasi berskala besar. Venezuela masih memiliki aset alam dan manusia yang besar, tetapi nilai ekonominya semakin bergantung pada kapasitas kelembagaan, keandalan infrastruktur, dan hubungan yang lebih dapat diprediksi dengan pasar regional serta global.