Pašticada menempati tempat istimewa di meja makan Dalmatia. Secara tradisional, hidangan ini berupa daging sapi panggang yang direbus dalam saus asam manis yang terbuat dari cuka anggur, prošek atau anggur lainnya, sayuran akar, dan buah kering. Daging biasanya ditusuk dan diisi dengan bawang putih, cengkeh, wortel, seledri, dan bacon, kemudian direndam dalam cuka sebelum direbus lama. Hasilnya adalah hidangan dengan cita rasa yang luar biasa: irisan daging yang empuk dikelilingi oleh saus merah bata yang mengkilap, yang rasanya gurih, buah-buahan, dan sedikit asam. Untuk makan siang meriah di sepanjang pantai Adriatik, hidangan ini sering menjadi pusat perhatian.
Meskipun daging sapi tetap menjadi pilihan utama, Dalmatia juga terkenal dengan daging dombanya. Daerah pesisir dan pulau-pulau seperti Brač dan Cres membangun sebagian besar identitas kuliner mereka di sekitar domba muda yang dipanggang di atas tusuk sate, di bawah kubah peka, atau direbus dengan kacang polong dan sayuran musim semi. Di banyak rumah, teknik pašticada secara alami beralih ke daging domba: bumbu aromatik yang sama, proses perebusan lambat yang sama, tetapi dengan kaki domba sebagai pengganti daging sapi bagian paha. Rasa berubah dengan cara yang tenang namun signifikan. Rasa manis alami domba dan sedikit aroma padang rumput berpadu dengan nyaman dengan prem, prošek, dan rempah-rempah hangat seperti cengkeh dan pala.
Resep Kaki Domba Dalmatia à la Pašticada ini mengikuti pemikiran tersebut. Satu kaki domba utuh bertulang ditusuk dengan irisan bawang putih dan pancetta, bersama dengan beberapa siung bawang putih utuh, kemudian direndam dalam cuka anggur merah encer dengan bawang bombai, wortel, seledri, daun salam, dan merica. Bumbu rendaman mengencangkan permukaan daging dan membumbui daging secara mendalam, sementara rempah-rempah mulai membangun dasar saus jauh sebelum api pertama menyentuh panci. Bumbu rendaman pašticada tradisional sangat bergantung pada cuka, seringkali hanya cuka anggur, kadang-kadang dicampur dengan anggur; resep ini menggunakan campuran yang membuat daging domba tetap segar tetapi tidak tajam.
Setelah dimarinasi, daging domba dikeringkan dengan hati-hati dan dipanggang dalam panci berat hingga lemaknya mencair dan bagian luarnya berubah menjadi cokelat tua seperti kenari. Bumbu aromatik yang ada dalam marinasi dimasukkan ke dalam panci, bersama dengan pasta tomat, lebih banyak pancetta, dan segenggam buah prem. Versi klasik Dalmatia mengandalkan buah kering dan anggur manis yang diperkuat seperti prošek untuk menciptakan keseimbangan rasa manis dan asam yang khas dalam sausnya. Di sini, saus tersebut mendapatkan rasa manis dari buah prem dan anggur manis, yang diimbangi oleh cuka dan anggur merah kering.
Proses memasak dengan api kecil dilakukan di dalam oven. Memasak pada suhu sedang selama beberapa jam mengubah paha domba menjadi daging yang mudah diiris namun tetap mempertahankan teksturnya. Menjelang akhir, saus disaring dan diblender hingga halus, kemudian disesuaikan kadar garam dan keasamannya sebelum daging domba yang telah diiris dimasukkan kembali ke dalam panci. Hidangan yang sudah jadi seharusnya mengalir seperti saus kental yang melapisi sendok, bukan kaldu encer.
Di Dalmatia, pašticada hampir tak terpisahkan dari gnocchi atau pasta buatan sendiri, yang menyerap saus dan melengkapi hidangan. Versi daging domba ini sama cocoknya dengan gnocchi kentang, mi mentega, atau kentang tumbuk sederhana jika koki lebih suka. Hidangan ini cocok untuk acara kumpul-kumpul hari Minggu, makan siang Paskah, atau acara apa pun di mana proses memasak yang lama dan perlahan sesuai dengan ritme hari itu. Hidangan ini kaya rasa, namun cuka dan anggur membuat setiap gigitan terasa segar. Sisa makanan dapat dipanaskan kembali dengan baik, dan sausnya seringkali terasa lebih menyatu pada hari kedua.
Yang membedakan versi ini adalah cara melindungi karakter daging domba tanpa membiarkannya mendominasi. Bumbu rendaman melembutkan rasa yang tajam, panas oven yang lembut menjaga daging tetap empuk, dan saus yang seimbang membingkai rasa domba alih-alih menyembunyikannya. Bagi siapa pun yang mengenal pašticada daging sapi klasik, ini menawarkan profil rasa yang familiar dengan inti yang berbeda; bagi mereka yang baru pertama kali mencicipinya, ini menyajikan contoh yang jelas dan terstruktur dari teknik memasak daging domba ala Dalmatia.