Jalur Hak Sipil AS menghubungkan lebih dari 130 situs bersejarah di 15 negara bagian. Landmark ini – gereja, sekolah, gedung pengadilan, museum, dan ruang publik – memainkan peran penting dalam perjuangan keadilan selama tahun 1950-an dan 1960-an. Dimulai sebagai inisiatif lokal di Alabama (terinspirasi oleh kunjungan Dalai Lama tahun 2014) dan diresmikan pada tahun 2018, Jalur ini sekarang membentang dari Alabama dan Georgia melalui Carolina dan ke Kentucky, Missouri, dan Virginia Barat. Pada tahun 2019, badan penyelenggaranya memenangkan penghargaan industri perjalanan untuk Kampanye Destinasi Regional Terbaik, dan UNESCO telah diminta untuk mempertimbangkan 13 situs ikoniknya untuk penunjukan Warisan Dunia. Jalur ini didirikan untuk melestarikan memori dan menginspirasi pengunjung. Saat ini, jalur ini mengundang para pelancong dan pelajar untuk berdiri di tempat sejarah terbentang, menjaga agar kisah-kisah yang "mengubah dunia" tetap hidup.
The Trail adalah jaringan kurasi lebih dari 130 lokasi di 15 negara bagian. Jaringan ini menyoroti lokasi-lokasi di mana para aktivis, pemimpin gereja, mahasiswa, dan warga biasa memperjuangkan perjuangan melawan segregasi dan diskriminasi. Lokasi-lokasi tersebut mencakup monumen-monumen megah (seperti makam Dr. King di King Center) dan lokasi-lokasi sederhana (seperti toko di pedesaan tempat Emmett Till dibunuh). Setiap lokasi dipilih berdasarkan signifikansi historisnya dalam berbagai peristiwa seperti aksi duduk, pawai, pidato, dan pertempuran hukum. Bersama-sama, The Trail merangkai tempat-tempat ini menjadi sebuah narasi yang koheren – sebuah museum hidup yang tersebar di seluruh lanskap.
Pengerjaan Jalur ini dimulai sekitar tahun 2017, dipimpin oleh koalisi departemen pariwisata Selatan yang bekerja sama dengan Dinas Taman Nasional dan sejarawan hak-hak sipil. Situs web resmi CivilRightsTrail.com diluncurkan pada Hari Martin Luther King Jr. 2018, dan menandai selesainya upaya yang sebelumnya dilakukan oleh negara bagian. Pada awal tahun 2021, Smithsonian Institution dan The New York Times menjadi organisasi nasional pertama yang mensponsori tur Jalur berpemandu, yang selanjutnya mempublikasikan rute tersebut. Sementara itu, pemerintahan presidensial memperhatikan hal ini. Presiden Obama menggunakan tindakan eksekutif pada tahun 2017–2018 untuk menetapkan beberapa lokasi penting sebagai unit Dinas Taman Nasional – misalnya Monumen Nasional Hak Sipil Birmingham dan Monumen Nasional Freedom Riders di Alabama, serta Rumah Medgar dan Myrlie Evers di Mississippi. Langkah-langkah ini menempatkan memori Jalur ini di bawah perlindungan federal, bahkan ketika semakin banyak negara bagian yang bergabung dalam upaya ini.
Mengunjungi Jalur ini menawarkan pendidikan yang mendalam tentang sejarah Amerika. Di setiap landmark, pengunjung dapat merasakan realitas perjuangan: suara riuh kerumunan yang marah, keberanian yang tenang di bangku gereja, atau guncangan kekerasan yang terekam dalam film berita. Misalnya, Taman Kelly Ingram di Birmingham dihiasi dengan patung-patung yang menggambarkan pawai anak-anak dan serangan polisi tahun 1963, menjadikan tempat ini sebuah pameran yang kuat. Tempat-tempat ini dilestarikan sebagai ruang kelas dan museum terbuka yang mendorong refleksi. Para pelancong masa kini mendapati bahwa mengunjungi tempat-tempat ini adalah cara untuk menghormati mereka yang menderita dan untuk memahami bagaimana upaya akar rumput menghasilkan perubahan nasional.
Pada tataran praktis, Jalur ini telah mendorong pariwisata budaya: jalur ini diakui dengan berbagai penghargaan dan mendorong kolaborasi (misalnya, badan pariwisata negara bagian bersama-sama menyusun rencana perjalanan dan panduan wisata). Keterlibatan UNESCO—13 lokasi jalur ini sedang dipertimbangkan untuk mendapatkan pengakuan Warisan Dunia—menegaskan pentingnya kisah-kisah ini di tingkat internasional. Yang terpenting, Jalur ini mengingatkan setiap generasi bahwa hak-hak sipil telah diraih selangkah demi selangkah, dan bahwa banyak cita-cita konstitusional Amerika Serikat diwujudkan di sini, di jalanan dan lapangan-lapangan lokal, bukan hanya di gedung-gedung pemerintahan.