Apakah pulau-pulau ini aman untuk pelancong solo? Sebagian besar sangat aman menurut standar Indonesia. Tingkat kejahatan rendah dan penduduk setempat ramah. Namun, paling aman Saran umum berlaku: amankan barang bawaan Anda, hindari naik perahu sendirian di malam hari, dan tetaplah di desa-desa yang sudah mapan setelah gelap. Infrastruktur (jalan, layanan kesehatan) mungkin terbatas, jadi seorang pelancong wanita solo sebaiknya berhati-hati dalam menyewa pemandu tepercaya atau menginap di wisma yang dikenal. Pria lokal seringkali ramah dan bahkan akan mengantar wanita pulang di malam hari. Periksa juga situasi politik: beberapa daerah di Aceh, Papua, atau Maluku terkadang mengalami kerusuhan; selalu periksa imbauan perjalanan terkini.
Bisakah Anda mengunjungi pulau terpencil bersama anak-anak? Ya, banyak keluarga memang melakukannya – meskipun itu berarti perencanaan ekstra. Fasilitas (penginapan ramah anak, layanan kesehatan) terbatas, jadi persiapkanlah dengan matang. Pulau-pulau seperti Belitung atau Bunaken ramah keluarga (perairan tenang, snorkeling). Makanan dan perlengkapan bayi mungkin sulit ditemukan – bawalah susu formula atau obat-obatan khusus. Suasana yang santai dan pengalaman baru bisa menyenangkan bagi anak-anak, tetapi bersiaplah menghadapi nyamuk dan perbedaan budaya. Homestay sederhana mungkin membutuhkan kesabaran: anak-anak mungkin tidak terbiasa dengan tempat tidur atau makanan Barat. Namun, secara umum, orang Indonesia sangat ramah terhadap anak-anak.
Bagaimana dengan keadaan darurat medis di pulau-pulau terpencil? Inilah kekhawatiran terbesar. Beberapa pulau (Raja Ampat, Komodo, Kepulauan Togean) secara eksplisit memperingatkan bahwa insiden serius memerlukan evakuasi. Untuk menyelam, pastikan Anda memiliki asuransi selam lengkap yang mencakup evakuasi hiperbarik. Bawalah kotak P3K lengkap dan obat-obatan pribadi, karena apotek jarang tersedia. Di banyak taman nasional (Wakatobi, Bunaken, Raja Ampat), hanya ada klinik kecil, jika ada. Rumah sakit besar terdekat mungkin berjarak beberapa hari dengan speedboat. Jadi, aturan emasnya adalah: jangan memaksakan diri. Tetaplah sadar untuk berenang dengan aman, tetaplah di jalur yang ditandai, gunakan jaket pelampung di atas kapal, dll. Sedikit kehati-hatian memastikan petualangan ini tetap positif.
Seberapa jauh sebelumnya Anda harus merencanakannya? Tergantung pulaunya. Untuk destinasi populer seperti Raja Ampat atau Sumba di musim ramai, pesanlah 2-3 bulan sebelumnya. Untuk tempat-tempat yang benar-benar terpencil (Labengki, Morotai, Kei), terkadang pemesanan mendadak tidak ada salahnya—sedikitnya pengunjung berarti kamar dan kapal yang fleksibel. Namun, jadwal penerbangan bisa tidak menentu, jadi setelah Anda menentukan tanggal, segera amankan tiket. Untuk visa, pastikan Anda memeriksa persyaratan baru setidaknya beberapa minggu sebelumnya. Jika Anda perlu memesan homestay (seperti kunjungan ke suku Mentawai), teliti dan pesan tur 1-2 bulan sebelumnya; beberapa tur khusus hanya beroperasi mingguan.
Pulau mana yang paling dekat dengan Bali? Di luar Lombok dan Nusa Penida yang sudah jelas, pulau-pulau terdekat yang benar-benar belum ditemukan terletak di sebelah barat: Komodo (Flores) hanya 1 jam dengan pesawat. Sumbawa duduk di sebelah. Nusa Tenggara Timur (seperti Alor atau Lembata) dapat dicapai dengan penerbangan singkat. Kalimantan (Borneo) berjarak 2–3 jam penerbangan (ke Pontianak, atau Balikpapan, lalu feri ke Derawan). Kepulauan Togei di Sulawesi membutuhkan menginap semalam di Palu atau Gorontalo (jadi perkirakan 12–18 jam). Ke Sumatra, Anda perlu penerbangan ke Medan atau Aceh lalu feri, sehingga membutuhkan waktu lebih dari 8 jam.