Beberapa hidangan dalam masakan Yunani sangat disukai atau menenangkan seperti Kotosoupa AvgolemonoNama ini berasal dari dua kata Yunani — kotosoupa artinya sup ayam dan avgolemono yang berarti "telur lemon" — dan keduanya menggambarkan sup yang hangat, bergizi, dan menyegarkan. Hidangan klasik ini dimulai dengan kaldu ayam kental yang dibumbui sayuran, lalu, sebagai sentuhan akhir, telur kocok dan air perasan lemon segar dikocok. Hasilnya adalah kaldu yang lembut dan tajam, tak seperti sup ayam lainnya. Semangkuk avgolemono terasa seperti pelukan lembut dalam mangkuk, sering dinikmati saat cuaca dingin atau kapan pun dibutuhkan.
Inti dari kotosoupa avgolemono sederhana: ayam, sayuran, nasi (atau pasta orzo), dan saus telur-lemon yang kaya rasa. Tidak seperti sup mi ayam biasa, avgolemono menambahkan kekayaan rasa tanpa susu. Setelah merebus ayam utuh (atau potongan ayam) dengan wortel, seledri, bawang bombai, dan rempah-rempah, daging diangkat dan kaldu disaring. Ayam yang sudah matang disuwir dan disisihkan, sementara nasi atau pasta kecil dimasak langsung dalam kaldu yang lezat. Dalam mangkuk terpisah, telur dan jus lemon segar dikocok bersama, lalu diaduk dengan menambahkan kaldu panas secara perlahan. Campuran telur-lemon ini dituangkan kembali ke dalam sup setelah diangkat dari api, mengentalkan kaldu dengan lembut menjadi saus krim. Warna keemasan dan tekstur lembut yang dihasilkan adalah ciri khas avgolemono.
Dari segi rasa, kotosoupa avgolemono terasa cerah sekaligus menenangkan. Aromanya segar seperti lemon, berpadu dengan aroma ayam empuk dan rempah-rempah yang direbus. Sejumput dill atau peterseli seringkali melengkapi setiap mangkuk. Jika sup ayam pada umumnya memiliki aroma bawang dan kaldu yang familiar, avgolemono menonjol karena rasa yang cerah dan teksturnya yang lembut. Avgolemono menggambarkan betapa bahan-bahan sederhana—telur, lemon, dan kaldu—bisa terasa mewah. Teknik avgolemono (telur dan lemon) sudah ada sejak berabad-abad lalu dalam masakan Yunani. Orang Yunani tahu triknya terletak pada penanganan yang lembut: telur harus diaduk dengan hati-hati dalam kaldu panas dan jangan pernah direbus, kalau tidak telur akan menggumpal. Banyak juru masak memiliki kenangan indah membuat avgolemono dengan tangan, mengocok telur sambil menuangkan kaldu panas secara perlahan. Hasilnya sama: sup yang tampak elegan dan terasa seperti pelukan hangat di setiap sendoknya.
Keluarga Yunani beralih ke kotosoupa avgolemono setiap kali kenyamanan dibutuhkan. Sup ini terkenal disajikan selama musim dingin atau pada hari-hari ketika seseorang sakit — bukti reputasinya sebagai obat mujarab. Ini juga merupakan sup Paskah tradisional: setelah puasa panjang, orang Yunani menikmatinya sebagai makanan bergizi, sering kali mencatat bahwa telur melambangkan kelahiran kembali dan kesehatan. Baik di meja makan hari kerja atau hidangan hari libur, kotosoupa avgolemono menghubungkan generasi. Banyak juru masak mengingat yiayia (nenek) mereka mengajari mereka cara mengocok telur dengan benar. Bahkan di luar Yunani, sup ini diterima di mana pun komunitas diaspora Yunani berkumpul, berfungsi sebagai penghubung kembali ke rumah. Dalam setiap versi, sup ini tetap sederhana namun istimewa. Ini lebih dari sekadar sup ayam; ini adalah ritual yang menenangkan. Melalui sinar mataharinya dalam semangkuk kaldu lemon, ia menghangatkan tubuh dan hati.