Menjelajahi Rahasia Alexandria Kuno
Dari masa pemerintahan Alexander Agung hingga bentuknya yang modern, kota ini tetap menjadi mercusuar pengetahuan, keragaman, dan keindahan. Daya tariknya yang tak lekang oleh waktu berasal dari…
Hortopita adalah pai gurih khas Yunani yang mengolah sayuran hijau dan herba liar menjadi isian yang mewah. Namanya secara harfiah berarti "pai sayuran hijau", sering dibuat di awal musim semi ketika orang-orang mengumpulkan dandelion muda, jelatang, bayam, dan herba berdaun lainnya untuk dimasak. Dalam hidangan ini, sayuran segar kebun sayur (Sayuran hijau) dicincang dan dicampur dengan keju feta asin, telur kocok, dan banyak herba aromatik seperti dill, mint, dan peterseli. Campuran ini disusun berlapis-lapis di antara lembaran filo dan dipanggang hingga kulitnya renyah dan keemasan. Hasilnya adalah pai yang harum, beraroma tanah, dan sangat bergizi.
Di desa-desa dan lahan pertanian Yunani, hortopita awalnya dibuat dengan sayuran hijau apa pun yang tersedia — mungkin kombinasi bayam, lobak Swiss, atau sayuran liar. pazi dan sawi putih yang tumbuh di lereng bukit. Penambahan sayuran pahit seperti dandelion atau sawi putih menghasilkan rasa asam lembut yang menyeimbangkan feta yang kaya rasa. Percikan air jeruk lemon atau sedikit pala sering ditambahkan untuk mencerahkan rasa. Keju feta yang tajam menyatu dengan telur untuk menciptakan isian yang lembut dan lembap karena kandungan air alami sayuran tersebut. Banyak juru masak juga menambahkan daun bawang atau daun bawang untuk rasa manis dan bawang putih untuk rasa gurih.
Hortopita berbeda karena merayakan cita rasa rempah musim semi. Saat dipanggang, dapur dipenuhi aroma memabukkan dari dill dan peterseli yang berpadu dengan filo panggang. Bagian atasnya sering ditaburi biji wijen untuk tekstur renyah seperti kacang. Tidak seperti sepupunya, spanakopita (pai bayam), hortopita dapat menggunakan beragam sayuran hijau dan lebih beraroma lemon. Hortopita mewujudkan esensi diet Mediterania — sederhana, berbahan dasar tumbuhan, dan penuh warna. Dari segi nutrisi, hortopita kaya akan vitamin dan serat dari sayuran hijau, namun setiap gigitannya juga memiliki daya tarik keju dan kue kering yang menenangkan.
Pai ini secara tradisional disajikan hangat atau pada suhu ruang. Rasanya lezat begitu saja atau dengan lauk seperti salad tomat segar, mentimun, atau sepiring zaitun. Di Yunani, hortopita sering muncul saat makan siang Paskah atau di meja makan keluarga di musim semi. Pai ini cocok dipadukan dengan segelas anggur putih segar atau bahkan anggur merah muda. Karena tidak menggunakan daging, pai ini menjadi hidangan Prapaskah yang populer, dinikmati selama minggu-minggu puasa ketika produk hewani dihindari. Meskipun demikian, pai ini cukup mengenyangkan untuk menjadi hidangan utama vegetarian yang memuaskan.
Membuat hortopita di rumah mudah saja. Masak sayuran cincang bersama bawang bombai hingga layu, lalu campurkan dengan telur, keju feta yang dihancurkan, herba, parutan kulit lemon, dan bumbu. Tata isian ini di loyang yang telah dilapisi filo bermentega, lalu lapisi dengan filo lainnya. Panggang hingga matang dan berwarna keemasan. Setiap kotak menghasilkan potongan melintang isian hijau cerah yang cantik, dikelilingi oleh kulit pai mentega.
8
porsi25
menit40
menit230
kkalDalam resep hortopita ini, sayuran hijau campuran yang lembut (seperti bayam, lobak Swiss, atau dandelion) dicincang dan dimasak sebentar, lalu dicampur dengan feta yang dihancurkan, dill dan peterseli cincang, telur kocok, parutan kulit lemon, dan sejumput pala. Campuran herba ini dioleskan di antara lapisan adonan filo yang telah diolesi minyak di dalam loyang. Setelah dilapisi dengan filo yang telah diolesi minyak lagi, pai dipanggang hingga kulitnya renyah dan keemasan. Kemudian, pai dipotong kotak-kotak. Setiap potongan berisi isian daun berwarna cerah yang dibungkus dengan kulit pastry yang renyah. Resep ini menghasilkan sekitar 8–10 porsi dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari awal hingga akhir.
10–12 cangkir sayuran hijau segar campuran (total sekitar 1 pon) – misalnya bayam, lobak Swiss, dandelion, atau sayuran hijau muda lainnya (dicuci bersih dan dicincang).
1 bawang bombay ukuran sedang, cincang halus – menambah rasa manis.
2 siung bawang putih, cincang (opsional) – dasar aromatik.
1/4 cangkir adas segar, cincang – rasa herbal yang cerah (tambahkan peterseli atau mint jika diinginkan).
2 butir telur besar – campurkan isinya.
1 cangkir keju feta yang dihancurkan – keju asin dan asam. (Anda bisa menggunakan sebagian ricotta untuk tekstur yang lebih creamy.)
Kulit dan perasan air 1 buah lemon – memberikan kesegaran dan menyeimbangkan warna hijau.
Sejumput pala atau oregano kering (opsional) – bumbu hangat atau sentuhan herba.
Garam dan merica, secukupnya.
Sekitar 14 lembar adonan filo – dicairkan dan ditutup (mencegah pengeringan).
1/2 cangkir (120 ml) minyak zaitun atau mentega cair – untuk mengoles lapisan filo.
Panaskan dan persiapkan: Panaskan oven hingga 175°C. Olesi loyang berukuran 9×13 inci dengan minyak. (5 menit)
Masak sayuran hijau: Panaskan 1 sendok makan minyak zaitun di wajan. Tumis bawang bombai (dan bawang putih, jika digunakan) hingga lunak. Masukkan sayuran hijau cincang dan masak hingga layu. Angkat dari api, tiriskan sisa cairan, dan biarkan agak dingin. (10 menit)
Campuran isi: Kocok telur dalam mangkuk. Tambahkan sayuran hijau yang sudah dimasak, keju feta yang dihancurkan, adas (dan herba lainnya), parutan kulit dan air perasan lemon, pala, garam, dan merica. Aduk hingga rata. (5 menit)
Lapisan filo (bawah): Buka gulungan filo dan tutupi lembarannya. Olesi loyang dengan minyak. Letakkan dua lembar filo di dalam loyang, olesi lagi dengan minyak, lalu ulangi untuk membuat dasar 4-6 lapis. (5 menit)
Tambahkan isian: Ratakan campuran sayuran dan keju ke seluruh dasar filo. (2 menit)
Lapisan filo (atas): Lipat tepi filo yang menggantung ke dalam, lalu tutup dengan lembaran filo yang tersisa, olesi setiap lapisan dengan minyak. Buang sisa adonan. (5 menit)
Memanggang: Taburi bagian atasnya dengan biji wijen, jika diinginkan. Panggang hingga kulit pastry renyah dan bagian atasnya berwarna cokelat keemasan, sekitar 35–40 menit. (40 menit)
Istirahat dan sajikan: Biarkan pai mendingin sebentar. Potong-potong dan sajikan hangat atau pada suhu ruang. (10 menit)
Gizi | Per porsi (1 potong) |
Kalori | 230 |
Karbohidrat | 17 gram |
Protein | 5 gram |
Gemuk | 11 gram |
Sodium | sedang |
Alergen | Gandum (gluten), Telur, Susu |
Dari masa pemerintahan Alexander Agung hingga bentuknya yang modern, kota ini tetap menjadi mercusuar pengetahuan, keragaman, dan keindahan. Daya tariknya yang tak lekang oleh waktu berasal dari…
Dengan menelaah makna sejarah, dampak budaya, dan daya tariknya yang tak tertahankan, artikel ini membahas situs-situs spiritual yang paling dihormati di seluruh dunia. Dari bangunan kuno hingga…
Dengan kanal-kanalnya yang romantis, arsitektur yang mengagumkan, dan relevansi historis yang hebat, Venesia, kota yang menawan di Laut Adriatik, memikat para pengunjung. Pusat kota yang megah ini…
Dari pertunjukan samba di Rio hingga keanggunan topeng Venesia, jelajahi 10 festival unik yang memamerkan kreativitas manusia, keragaman budaya, dan semangat perayaan yang universal. Temukan…
Dibangun dengan tepat untuk menjadi garis perlindungan terakhir bagi kota-kota bersejarah dan penduduknya, tembok-tembok batu besar adalah penjaga senyap dari zaman dahulu kala.…