10 Kota Menakjubkan di Eropa yang Diabaikan Turis
Meskipun banyak kota megah di Eropa masih kalah pamor dibandingkan kota-kota lain yang lebih terkenal, kota ini menyimpan banyak sekali kota yang mempesona. Dari daya tarik artistiknya…
Kreatopita (diucapkan kre-a-toh-PI-tah) adalah pai daging Yunani yang lezat dan sederhana, dipanggang dalam adonan filo yang renyah. Pai gurih ini berasal dari pedesaan Yunani (terutama kepulauan Ionia dan dapur desa) dan dikenal karena menggunakan kombinasi daging—biasanya babi dan domba atau sapi dan domba. Isiannya direbus perlahan dengan bawang bombai, bawang putih, tomat, dan rempah-rempah harum seperti kayu manis dan oregano. Setelah dipanggang, Kreatopita muncul dengan kulit filo yang keemasan dan renyah serta bagian dalam daging dan nasi yang empuk dan berbumbu sempurna. Setiap gigitannya kaya dan menenangkan, dengan kehangatan rempah-rempah Mediterania dan rasa keju (seringkali feta) yang tajam di atasnya.
Secara historis, Kreatopita adalah cara untuk menyajikan sedikit daging bagi banyak orang, seringkali menggunakan sisa potongan daging dan nasi sebagai isian. Kreatopita menjadi favorit keluarga di hari Minggu, memenuhi dapur dengan aroma yang tak tertahankan. Kini, hidangan ini tetap disukai untuk acara kumpul-kumpul atau persiapan makan, karena dapat disiapkan terlebih dahulu dan dinikmati nanti. Sajikan Kreatopita dengan irisan lemon atau bersama salad Yunani sederhana. Kreatopita adalah contoh klasik masakan rumahan Yunani – bahan-bahan sederhana diolah menjadi cita rasa yang kaya dan gurih.
Di banyak rumah tangga, Kreatopita merupakan ritual bersama. Kakek-nenek ingat memanggangnya di oven kayu bakar, dengan anggota keluarga yang mengerjakan tugas berbeda: satu orang mencokelatkan daging, yang lain melapisi lembaran filo, dan seorang anak mengoleskan yogurt. Meskipun dapur modern menggunakan filo yang dibeli di toko, pai ini tetap menjaga kehangatan keluarga. Di menu restoran Yunani, pai ini mungkin disebut "Pai Pastitsio Yunani" karena bumbunya menyerupai hidangan pasta panggang. Setelah dipanggang, beberapa orang mendiamkan pai agar sarinya meresap; yang lain langsung memakannya, menikmati kontras antara kulit pai yang renyah dan isian yang lembut.
Kreatopita mudah diiris dan sisa makanannya sama lezatnya untuk sarapan atau makan siang keesokan harinya. Pie ini disajikan bersama moussaka dan spanakopita sebagai makanan pokok yang menenangkan dalam pesta-pesta Yunani. Seperti yang dikatakan seorang koki, daya tariknya terletak pada kejujurannya: tanpa saus yang mencolok atau bahan-bahan eksotis, hanya daging yang kecokelatan, filo yang lembut, dan sedikit bumbu Yunani. Semprotan terakhir perasan lemon mencerahkan setiap potongannya. Entah disebut kreatopita atau dengan nama lokal seperti pepitopita, pie daging ini mewujudkan santapan bersama dan kekayaan kuliner Yunani.
6
porsi30
menit45
menit400
kkal45
menitPai Yunani klasik berisi daging giling berbumbu (sapi dan domba), nasi, dan rempah-rempah, semuanya terbungkus dalam lapisan adonan filo yang lembut. Dipanggang hingga kulitnya berwarna keemasan, pai ini memadukan rempah-rempah Mediterania dengan isian daging gurih untuk hidangan utama yang benar-benar memuaskan.
Minyak zaitun (2 sdm): Untuk menumis sayuran dan mencokelatkan daging, yang membangun rasa.
Daging giling (total 1½ lbs): Campuran dua jenis daging (misalnya ¾ lb daging domba giling + ¾ lb daging sapi giling, atau babi + domba). Dua jenis daging memperkaya rasa dan kelembapan.
Bawang bombai (1 besar, cincang halus): Memberikan rasa manis dan kedalaman setelah ditumis.
Bawang putih (2 siung, cincang): Menambahkan aroma dasar.
Pasta tomat (1 sdm): Memberikan rasa dan warna tomat yang pekat.
Tomat yang dihancurkan atau saus tomat (1½ cangkir): Membentuk dasar saus dan menjaga isinya tetap lembap.
Anggur putih atau air (½ cangkir, opsional): Digunakan untuk membersihkan noda pada wajan, menambah rasa dan kelembapan. Anggur merah juga bisa menjadi pilihan alternatif.
Beras bulir panjang mentah (½ cangkir): Menyerap cairan masakan dan melunakkan bagian dalam pai. Beras basmati atau Carolina adalah pilihan yang baik.
Oregano kering (1 sdt), marjoram kering (1 sdt), kayu manis bubuk (½ sdt): Bumbu Yunani klasik. Oregano dan marjoram memberikan rasa herbal; kayu manis menambahkan sentuhan hangat. Jika marjoram tidak tersedia, gunakan oregano (cobalah total 1½ sdt).
Rempah segar (2 sdm peterseli cincang dan/atau daun mint): Diaduk di akhir untuk kesegaran.
Garam dan merica: Sekitar 1½ sdt garam dan ½ sdt merica (atau sesuai selera), ditambahkan setelah memasak.
Lembaran adonan filo (8–10 lembar): Adonan kulit pastry tradisional. Cairkan filo beku dan tutup dengan handuk lembap selama proses perakitan.
Yogurt Yunani (½ cangkir) atau minyak yg dicairkan (¼ cangkir): Oleskan di antara lapisan filo hingga empuk dan berwarna keemasan. Yogurt sering digunakan dalam resep; mentega cair juga bisa digunakan.
Telur (1 butir telur utuh + 1 butir kuning telur, kocok): Untuk mengoles bagian atas; menghasilkan kulit pizza yang mengilap dan keemasan.
Keju feta atau kefalotyri (¼ cangkir parutan, opsional): Taburkan di atas isian atau lauk untuk sentuhan gurih. Jika tidak tersedia, keju Parmesan atau kasseri bisa menjadi pengganti yang baik.
Masak isiannya (40–45 menit): Dalam panci atau wajan besar, panaskan minyak dengan api sedang. Masukkan bawang bombai dan tumis hingga transparan (5–7 menit). Masukkan bawang putih dan masak selama 1 menit. Masukkan pasta tomat dan rempah-rempah (oregano, marjoram, kayu manis), lalu masak selama 1 menit. Masukkan kedua daging giling; aduk dengan sendok dan masak hingga kecokelatan (8–10 menit). Bumbui dengan garam dan merica. Masukkan tomat yang telah dihaluskan dan anggur. Didihkan perlahan, lalu masukkan nasi. Tutup panci dan masak perlahan hingga nasi empuk dan cairannya terserap sebagian besar (sekitar 30 menit). Masukkan peterseli/mint di akhir. Cicipi dan sesuaikan bumbu. Pindahkan isian ke mangkuk dan biarkan agak dingin.
Panaskan oven (5 menit): Panaskan oven hingga 175°C. Olesi loyang berukuran 9×13 inci dengan sedikit minyak.
Lapisan bawah filo (5 menit): Letakkan satu lembar filo di atas loyang; olesi tipis dengan yogurt atau mentega. Ulangi dengan 3 lembar filo lagi, olesi masing-masing dengan yogurt/mentega.
Tambahkan isian (2 menit): Ratakan isian daging yang sudah dingin di atas filo. Taburkan sisa feta di atas isian jika digunakan.
Lapisan atas filo: Lanjutkan menumpuk sisa lembaran filo (4–5 lembar) di atasnya, olesi masing-masing dengan yogurt/mentega. Selipkan pinggiran yang menjorok untuk menutup pai.
Olesi dengan telur dan bumbui: Olesi lapisan atas dengan kocokan telur secukupnya agar mengilap. Gunakan pisau tajam untuk membuat beberapa sayatan atau bentuk berlian agar uap keluar. Taburkan sedikit biji wijen atau keju parut di atasnya jika suka.
Panggang (40–45 menit): Panggang di atas loyang (untuk menampung tetesan) hingga adonan berwarna cokelat keemasan dan renyah (40–45 menit). Jika pinggirannya terlalu cepat kecokelatan, tutup tipis dengan aluminium foil.
Istirahat dan sajikan: Diamkan pai selama kurang lebih 15 menit setelah dipanggang. Potong kotak-kotak dan sajikan. Perasan lemon pada setiap potongan akan memperkaya rasa.
Kalori | Gemuk | Karbohidrat | Protein | Serat | Alergen |
~400 kkal | 20 gram | 30 gram | 22 gram | 2 gram | Gandum (gluten), Susu (yogurt, keju), Telur (dalam bentuk olesan) |
Meskipun banyak kota megah di Eropa masih kalah pamor dibandingkan kota-kota lain yang lebih terkenal, kota ini menyimpan banyak sekali kota yang mempesona. Dari daya tarik artistiknya…
Perjalanan dengan perahu—terutama dengan kapal pesiar—menawarkan liburan yang unik dan lengkap. Namun, ada keuntungan dan kerugian yang perlu dipertimbangkan, seperti halnya jenis perjalanan lainnya…
Dari masa pemerintahan Alexander Agung hingga bentuknya yang modern, kota ini tetap menjadi mercusuar pengetahuan, keragaman, dan keindahan. Daya tariknya yang tak lekang oleh waktu berasal dari…
Dibangun dengan tepat untuk menjadi garis perlindungan terakhir bagi kota-kota bersejarah dan penduduknya, tembok-tembok batu besar adalah penjaga senyap dari zaman dahulu kala.…
Dengan kanal-kanalnya yang romantis, arsitektur yang mengagumkan, dan relevansi historis yang hebat, Venesia, kota yang menawan di Laut Adriatik, memikat para pengunjung. Pusat kota yang megah ini…