Di wilayah pedalaman Kroasia, terutama di sekitar Slavonia dan sistem sungai Drava-Sava, ikan mas memiliki tempat di meja makan saat liburan, sama seperti ikan air asin di sepanjang pantai. Pada Malam Natal dan selama masa puasa musim dingin, spesies air tawar seperti ikan mas, lele, dan trout muncul di dapur rumah dan menu restoran, baik dalam rebusan ikan yang kaya paprika atau digoreng dalam potongan besar. Di antara olahan-olahan ini, fillet ikan mas yang dilapisi tepung roti dan digoreng menonjol sebagai hidangan sederhana dan rumahan yang tetap terasa meriah.
Ikan mas memiliki daging yang padat dan sedikit berlemak yang sangat cocok untuk digoreng. Saat dipotong menjadi fillet atau irisan tebal, dibumbui dan dilapisi dengan campuran sederhana tepung terigu, telur, dan remah roti, akan terbentuk lapisan luar berwarna gelap dan bagian dalam yang lembut. Koki Kroasia sering menggunakan tepung jagung atau tepung maizena yang dicampur dengan tepung terigu dan paprika manis, kombinasi yang memberikan warna hangat dan tekstur renyah yang lembut pada ikan air tawar. Resep komersial dan rumahan sama-sama mengikuti logika umum yang sama: rendam atau bumbui ikan mas secukupnya, lapisi dengan tiga langkah pelapisan, dan goreng dalam minyak panas hingga berwarna keemasan.
Ikan mas goreng tepung roti banyak ditemukan di seluruh Eropa Tengah, tetapi versi Kroasia cenderung mengandalkan beberapa ciri khas regional yang mudah dikenali. Jus lemon, bawang putih, dan peterseli memberikan kesegaran dan membantu mengurangi rasa gurih yang terkadang dimiliki ikan mas dari habitat sungai atau kolam. Beberapa koki merendam ikan mas sebentar dalam susu sebelum membumbui, teknik yang didukung oleh praktik pengolahan ikan air tawar secara umum: protein susu membantu mengikat senyawa aromatik dan memberikan rasa yang lebih bersih setelah dimasak. Lapisan tepung roti itu sendiri seringkali mengandung paprika dan terkadang sebagian tepung jagung untuk kerenyahan ekstra.
Versi ini menjaga agar metode tetap mudah diakses sambil tetap menghormati tradisi tersebut. Fillet ikan mas direndam sebentar dalam susu asin dengan bawang putih dan lemon, yang melembutkan rasa lumpur dan membumbui daging ikan secara merata. Setelah dikeringkan, setiap potongannya melewati tiga lapisan tipis: tepung berbumbu dengan paprika manis dan sedikit tepung jagung untuk warna, telur kocok, dan remah roti tawar. Lapisan terakhir digoreng hingga membentuk cangkang yang rapi sehingga ikan tetap lembap dan kenyal di dalamnya.
Wajan yang lebar dan minyak dengan kedalaman sedang memberikan hasil terbaik. Minyak sayur netral berfungsi dengan baik, meskipun lemak babi cair muncul dalam banyak resep lama dan tetap umum di rumah tangga pedalaman. Tujuannya adalah suhu minyak yang stabil, sekitar 175–180 °C, di mana lapisan luarnya menjadi kecoklatan dalam beberapa menit per sisi dan ikan matang sempurna tanpa menjadi kering.
Di atas meja, fillet ikan mas yang dilapisi tepung roti sering disajikan bersama salad kentang hangat yang diberi bumbu bawang, cuka, dan sedikit minyak, atau dengan kentang rebus sederhana dan salad hijau segar. Irisan lemon dan peterseli cincang melengkapi hidangan tersebut. Bagi banyak keluarga, hidangan ini menandai Malam Natal atau perayaan Santo Nikolas; bagi keluarga lain di sepanjang sungai dan waduk, hidangan ini muncul setiap kali ikan mas segar dibawa pulang dari pasar.
Dari sudut pandang praktis, resep ini cocok untuk juru masak rumahan yang menginginkan hidangan ikan goreng klasik dengan cita rasa Kroasia, bukan proyek liburan yang rumit. Sebagian besar langkahnya sudah familiar bagi siapa pun yang pernah menyiapkan potongan ikan berlapis tepung roti. Perendaman susu dan tepung berbumbu menambahkan sentuhan kecil yang meningkatkan cita rasa ikan air tawar tanpa memerlukan peralatan khusus atau bahan-bahan langka.
Disajikan dalam keadaan baru digoreng, dengan perasan lemon dan sesendok salad kentang, fillet ikan mas berlapis tepung roti ini mencerminkan gaya masakan pedalaman Kroasia: kreatif, berakar pada ikan sungai, dan memiliki cita rasa yang cukup lugas. Hidangan ini membutuhkan perhatian terhadap detail—mengeringkan ikan dengan baik, mengontrol suhu minyak, membumbui lapisan tepung roti dengan tepat—tetapi ide dasarnya tetap sederhana dan menenangkan.