10 Karnaval Terbaik di Dunia
Dari pertunjukan samba di Rio hingga keanggunan topeng Venesia, jelajahi 10 festival unik yang memamerkan kreativitas manusia, keragaman budaya, dan semangat perayaan yang universal. Temukan…
Calulu adalah semur ikan (atau daging) dan sayuran yang kaya rasa dan aromatik, merupakan bagian favorit dari masakan Angola. Akarnya dapat ditelusuri kembali ke masyarakat pesisir di mana ikan segar dan kering bertemu dengan sayuran hijau lokal. Calulu biasanya memadukan ikan asin atau kering dengan bawang bombai, tomat, okra, dan sayuran hijau (seringkali daun singkong atau bayam), semuanya direbus perlahan dalam minyak sawit merah. Hasilnya adalah perpaduan tekstur dan rasa: ikan yang renyah, okra yang empuk, dan sayuran liar bermentega yang direndam dalam kaldu gurih dan asam.
Hidangan ini juga memiliki makna budaya. Di Angola, "calulu" memiliki tradisi disajikan pada jamuan makan, yang melambangkan kelimpahan. Istilah ini konon berasal dari bahasa Kimbundu (Mbundu), yang berarti porsi makanan yang disisihkan untuk keluarga. Calulu dibentuk oleh penjajah Portugis dan warisan Afrika. Pengaruh Portugis memperkenalkan rempah-rempah dan minyak zaitun, tetapi tulang punggung Calulu tetap sepenuhnya berasal dari Angola: minyak sawit yang melimpah dan hasil bumi lokal.
Calulu klasik sering dibuat dengan ikan kod asin kering ("bacalhau") ditambah potongan ikan segar. Bawang bombai, tomat, bawang putih, dan cabai menciptakan dasar saus yang tajam. Sayuran seperti okra dan terong memberikan rasa yang kuat, sementara daun hijau tua (mengingatkan pada bayam) menambah rasa tanah. Dalam beberapa versi, daun ubi jalar atau "kizaca" (daun singkong) digunakan. Saat dimasak, minyak sawit mewarnai rebusan dengan rona kemerahan tua dan menyatukan semua bahan. Pada akhirnya, ikan akan melunak dan meresap ke dalam kaldu, dan sayuran akan menjadi sangat empuk.
Calulu secara tradisional disantap sebagai hidangan keluarga, seringkali disajikan dengan nasi atau funje untuk melengkapi santapan. Di Luanda dan kota-kota lain, Anda mungkin menemukan keluarga berbagi sepanci Calulu pada acara-acara khusus. Kuahnya yang lezat terasa menenangkan sekaligus meriah. Saat mencicipi Calulu, kita akan merasakan lapisan-lapisannya: rasa asin yang halus dari ikan kering, rasa pedas cabai rawit, lapisan lengket okra, dan sedikit rasa asam dari tomat rebus. Ini adalah gambaran nyata masakan rumahan Angola.
Daftar isi
4
porsi25
menit70
menit480
kkalResep Calulu ini menghasilkan semur ikan dan sayuran ala Angola yang lezat. Pertama, ikan asin yang telah direndam (bacalhau atau nila) dilapisi dengan fillet ikan segar, bawang bombai, tomat cincang, bawang putih cincang, dan irisan okra dalam panci yang dalam. Minyak sawit merah ditambahkan untuk memperkaya rasa, dan campuran tersebut dimasak perlahan selama 30–40 menit hingga bumbunya menyatu. Di menit-menit terakhir, sayuran hijau segar (bayam atau kangkung) diaduk hingga layu. Semur terakhir terasa gurih dan berbumbu hangat. Sajikan Calulu selagi panas, disendokkan di atas nasi putih atau bersama funje, dan diberi taburan daun bawang atau peterseli.
Ikan Asin Kering: ½ cangkir (sekitar 4 ons), seperti ikan kod kering atau ikan nila asin – memberikan dasar rasa ikan yang gurih.
Ikan Segar: 1–2 pon (ikan nila, ikan kerapu, ikan kakap putih, atau ikan kakap merah), dibersihkan dan dipotong-potong – menambah rasa segar dan protein.
Minyak kelapa sawit: 3 sdm – lemak masak tradisional; memberi warna dan aroma.
Bawang: 1 bawang bombay besar, diiris atau dicincang – untuk mempermanis sup.
Bawang putih: 3 siung, cincang – rasa pedas yang mendalam.
Paprika: 1 paprika hijau dan 1 paprika merah, cincang – menambah rasa manis dan warna.
Tomat: 2 buah tomat besar, cincang (atau satu kaleng tomat potong dadu berukuran 14 ons) – untuk rasa asam dan isi.
Okra: 1 cangkir irisan okra – pengental klasik dan elemen tekstur.
Sayuran Hijau: 2 cangkir daun singkong cincang (kizaca) atau bayam/kangkung segar – sayuran hijau khas Calulu.
Cabai Rawit: 1 Scotch bonnet atau cabai, cincang – memberi rasa pedas (opsional, sesuaikan dengan selera).
Garam dan Merica: Sesuai selera.
Air: 2 cangkir (atau sesuai kebutuhan) – untuk merebus rebusan.
Siapkan Ikan Kering (30 menit +): Cuci bersih ikan kering dan rendam dalam air minimal 30 menit (atau rebus sebentar) untuk menghilangkan garam berlebih. Tiriskan dan suwir-suwir atau potong-potong kecil.
Lapisi Bahan-bahan dalam Panci: Dalam panci besar, panaskan 2 sendok makan minyak sawit dengan api sedang. Masukkan ikan kering yang sudah ditiriskan dan potongan ikan segar, susun secara merata. Taburi dengan irisan bawang bombai, paprika, bawang putih, dan tomat.
Tambahkan Bumbu: Taburkan cabai rawit cincang (jika menggunakan) dan tuangkan sisa 1 sendok makan minyak sawit di atasnya. Jangan diaduk dulu; tutup panci dan biarkan bahan-bahan matang dengan uapnya sendiri selama kurang lebih 5 menit.
Tambahkan Okra dan Air: Buka tutupnya dan aduk perlahan, hati-hati dengan potongan ikan. Tambahkan irisan okra dan tuangkan 2 gelas air (atau secukupnya hingga bahan terendam). Bumbui sedikit dengan merica (ikan kering seharusnya sudah cukup asin).
Rebus Rebusan (30 menit): Didihkan perlahan, lalu kecilkan api. Tutup panci dan didihkan perlahan selama 20–30 menit, hingga sayuran empuk dan ikan mudah terkelupas. Aduk sesekali, tambahkan air jika kuah terlihat terlalu kental.
Wilt the Greens (10 menit): Buka tutupnya dan masukkan potongan sayuran hijau (daun singkong atau bayam). Tutup kembali dan masak selama 10 menit lagi, hingga sayuran layu dan empuk. Rebusan akan berwarna kaya karena minyak dan sedikit mengental karena okra.
Selesai dan Sajikan: Angkat panci dari api. Cicipi dan sesuaikan garam dan merica sesuai selera. Sajikan Calulu panas-panas, siramkan di atas nasi atau funje, dengan ikan dan sayuran yang disendokkan secukupnya. Hiasi dengan daun bawang atau peterseli tambahan jika diinginkan.
Gizi | Per Porsi |
Kalori | 380 kkal |
Total Lemak | 12 gram |
• Lemak Jenuh | 6 gram |
Karbohidrat | 8 gram |
• Serat | 3 gram |
• Gula | 4 gram |
Protein | 30 gram |
Sodium | 650 mg (kurang lebih) |
Alergen: Ikan (makanan laut); dapat dibuat tanpa kerang; Bebas gluten. |
|
Apa itu Calulu? Calulu adalah semur tradisional Angola, yang sering dibuat dengan ikan kering (asin) dan ikan segar yang dimasak bersama sayuran. Hidangan ini terkenal karena penggunaan okra, sayuran hijau, dan minyak sawit merah.
Sayuran apa saja yang digunakan dalam Calulu? Secara tradisional, daun singkong (kizaca atau gimboa) digunakan dalam masakan Calulu, memberikan cita rasa yang unik. Jika tidak tersedia, gantilah dengan lobak Swiss, sawi hijau, kangkung, atau bayam. Semua bahan ini akan memberikan sentuhan hijau yang lezat.
Bisakah Calulu dibuat vegetarian? Ya. Abaikan saja ikan dan gunakan kaldu sayuran sebagai pengganti air. Tambahkan lebih banyak sayuran seperti terong, labu, atau kacang-kacangan untuk menambah rasa. Sedikit santan atau selai kacang dapat memperkaya kaldu, menggantikan rasa gurih ikan.
Apakah Calulu mirip dengan gumbo? Ada beberapa kesamaan: keduanya menggunakan okra sebagai pengental. Namun, Calulu lebih ringan dan berbahan dasar tomat, dengan bahan-bahan tropis (minyak sawit, daun singkong), alih-alih roux atau bubuk filé.
Bisakah saya hanya menggunakan ikan segar (tidak boleh ikan kering)? Ya. Jika Anda tidak menggunakan ikan kering, gandakan porsi ikan segar (dan kurangi garam akhir). Kuahnya akan lebih ringan, tetapi tetap lezat.
Dari pertunjukan samba di Rio hingga keanggunan topeng Venesia, jelajahi 10 festival unik yang memamerkan kreativitas manusia, keragaman budaya, dan semangat perayaan yang universal. Temukan…
Perjalanan dengan perahu—terutama dengan kapal pesiar—menawarkan liburan yang unik dan lengkap. Namun, ada keuntungan dan kerugian yang perlu dipertimbangkan, seperti halnya jenis perjalanan lainnya…
Di dunia yang penuh dengan destinasi wisata terkenal, beberapa tempat yang luar biasa masih tetap menjadi rahasia dan tidak dapat dijangkau oleh kebanyakan orang. Bagi mereka yang cukup berjiwa petualang untuk…
Temukan kehidupan malam yang semarak di kota-kota paling menarik di Eropa dan kunjungi destinasi yang tak terlupakan! Dari keindahan London yang semarak hingga energi yang mendebarkan…
Prancis dikenal karena warisan budayanya yang penting, kulinernya yang istimewa, dan pemandangan alamnya yang menarik, sehingga menjadikannya negara yang paling banyak dikunjungi di dunia. Mulai dari melihat bangunan kuno…